
"Sudah pada pulang teman temen kamu,,,? "saat Kay duduk di sebelah Alvin. Alvin bertanya.
"Sudah,, "
"Ada apa mereka datang,,? "
"Teman teman kuliah mau mengadakan acara amal, dan mereka mengajak Aku untuk datang ke acara itu, "
"Oh,, kapan acaranya,? "
"Besok,, tapi Aku udah bilang pada mereka kalau Aku ngga bisa datang karena kita mau pergi,, "Alvin menganggukan kepalanya.
"Kamu udah makan belum Yang,,? "
"Udah tadi di rumah, tadi Aku pulang dulu ambil baju di rumah,, "
"Oh,, "jawab Alvin.
Alvin sebenarnya dengar semua perkataan temen temen Kay,tapi Alvin tidak ingin membahas atau bertanya pada Kay, biarkan mereka berkata apa, yang penting Kay tidak mempermasalahkanya dan mau menerima Alvin apa adanya.
Setelah Alvin selesai makan, mereka berdua lalu masuk ke kamar, Kay mengganti baju ,setelah itu naik ke kasur untuk bersiap tidur.
"Kita besok mau berangkat pagi atau siang Mas,, "sambil memeluk Alvin Kay bertanya.
"Sebangunya kita aja yah,, biar kita ngga terlalu di buru buru,, "Kay hanya mengangguk.
"Yang,, kalau nanti kita sudah bertemu sama Mamah kandung mu,kamu setuju ngga kalau nikahnya kita di resmikan secara negara,?"
" Aku setuju banget Mas,, "
"Serius,, "Kay menganggukan kepalanya.
"Makasih ya Yang, kamu mau menerima laki laki miskin dan penuh dosa ini,, Mas janji akan selalu berusaha membahagiakan kamu. walau akan banyak sekali rintangan di depan kita nanti, semoga kita berdua bisa kuat dan akan bersama sama untuk menghadapinya,, "
"Iya Mas,Aku juga berterimakasih karena Mas selalu ada di sisiku, dan selalu membantuku di saat Aku kesusahan,, "
"Kita harus saling percaya dan saling dukung yah Yang di dalam semua permasalahan yang nantinya ada di depan kita, dan mungkin untuk menghancurkan hubungan kita juga,, "
"Iya Mas,,, Aku akan selalu percaya pada Mas, "mereka lalu tersenyum bersama.
__ADS_1
"Sekarang lebih baik kita tidur ya,biar besok pagi ngga kesiangan,, "Kata Alvin sambil memeluk Kay, lalu mereka berdua pun saling berpelukan dan tidur.
Pagi harinya Alvin bangun duluan, Alvin langsung mandi, selesai mandi Alvin membangunkan Kay, setelah itu Alvin membereskan baju baju yang akan di bawa, mereka berdua hanya membawa satu tas ransel, baju mereka berdua di jadikan satu tas.
Setelah itu Alvin membuat sarapan, sedang Kay mandi.
"Bikin sarapan apa Mas, baunya harum banget,,? "
"Bikin nasi goreng,,"jawab Alvin.
Kay lalu duduk dan meminum teh hangat yang sudah Alvin siapkan.
Setelah selesai sarapan mereka berdua bersiap untuk berangkat, Alvin membawa mobil Kay dengan kecepatan sedang, karena ini masih pagi jadi belum terlalu macet.
Kay dan Alvin sambil mengobrol juga mendengarkan musik di dalam mobilnya, mereka mengobrol rencana Alvin yang akan membuka kantornya, kemaren Alvin menyuruh Bimo untuk memfoto rumah yang akan di sewa. Dan Kay melihat di hp Alvin foto foto rumah itu.
"Besok hari senin saat jam makan siang, niatnya Mas akan lihat kesana, kamu mau ikut ngga Yang,,,?"
"Mau,, tapi Aku ngga bisa janji ya Mas,takutnya senin banyak kerjaan,, "
"Iya Sayang,, kalau banyak kerjaan ngga usah,nanti Mas kirim foto fotonya aja yah,, "Kay pun mengangguk.
"Mas,, kita dari sini kira kira berapa jam lagi untuk sampai kampung Mamah,, ?"tanya Kay saat mereka sedang duduk di cafe sambil menikmati kopi panas.
"Sekitar 1 jam lagi, dan jalanya juga sedikit susah karena pegunungan,, "
"Apa kita butuh orang untuk menujukan jalan agar mencari jalan yang lebih enak kita lewati,,? "
"Ngga perlu,,, Mas masih bisa kalau jalanan seperti itu mah,, "
Setelah setengah jam istirahat, Kay dan Alvin melanjutkan perjalananya lagi.
Jalanan yang naik turun, dan sedikit terjal Alvin bisa melewatinya, tapi Alvin juga membawa mobilnya dengan sangat hati hati juga pelan, karena mobil Kay akan kandas kalau sampai membawanya tidak hati hati.
Alvin dan Kay sudah masuk kampung yang di tuju, lalu Alvin menuju balai desa karena belum tau di mana letak dusun juga rt rw tempat mamah Kay tinggal.
Setelah bertemu petugas desa, dan di beri tau arahanya Kay dan Alvin langsung menuju ke dusun yang di beri taunya, rupanya Mamahnya Kay itu sekarang membuka warung makanan.
Sekitar 10 menit mobil Alvin sudah berhenti di depan warungnya, Kay terlihat gemetar saat Alvin mengajaknya turun dari mobil.
__ADS_1
"Kenapa,,? "Kay hanya menggeleng.
"Kita turun yah, kamu ingin bertemu kan dengan Mamah,, "
"Aku takut Mas,, "
"Jangan takut,, ayo kita turun, kita akan cicipi masakan Mamahmu, "sambil menggenggam tangan Kay, dan Kay pun mengangguk pelan.
Lalu mereka berdua turun dari mobil, dan sambil berpegangan tangan masuk ke warungnya. sampai di dalam warungnya di dalam sama seperti warung warung makan lainya, dengan makanan yang berjejer di dalam etalase, dengan bangku panjangnya.
Kay memakai kaca mata hitam, memuat matanya yang sedang mencari seseorang tidak terlihat oleh orang yang ada di dalam warung.
Kay dan Alvin duduk, lalu ada seorang perempuan muda yang bertanya mau makan apa. Alvin yang memesan kan semua makananya karena dari tadi Kay hanya diam sambil mencari cari orang.
"Ti,, bu Linda dimana,,? dari tadi ngga kelihatan,? "tanya seorang pembeli yang sedang makan.
"Oh Ibu lagi kurang sehat Kang,, tadi pagi Ibu badanya panas,, dan nyuruh saya buat jagain warungnya, "
"Bu Linda kecapean kali ya Ti,, untung hari ini kamu mau bantuin ,kalau ngga siapa yang mau jualin,kasian kan Bu Linda hidunya sendirian gitu,, "
"Iya kayanya Kang,, saya juga kasihan, makanya saya mau bantuin,, "
Kay dari tadi mendengarkan obrolan dua orang itu, dan mata Kay langsung mengeluarkan air mata.
"Ini Mas pesenanya,,"kata si mbanya, Alvin langsung mengambilnya.
Kay tidak mau memakanya, beda dengan Alvin dia memakan sangat lahap.
"Sayang di makan dulu, ini sangat enak, "Kata Alvin.
"Aku ingin bertemu dengan Mamah Mas,, "
"Sabar, kita makan dulu yah,, "Kay menggelengkan kepalanya.
Lalu ada yang datang dari dalam sambil berjalan pelan. Mata Kay melihatnya tanpa berkedip. wajah dan badanya sudah banyak yang berubah,sekarang sudah lebih tua. Kay masih sangat paham dengan wajah Mamahnya, karena Kay masih menyimpan foto Kay bersama Mamahnya saat ulang tahun Kay yang ke 5 th.
Air mata Kay tak berhenti mengalir, dan menggenggam tangan Alvin dengan kencangnya. Alvin yang sadar dengan tatapan mata Kay lalu ikut melihatnya.
Jangan lupa like,komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1