
Pagi hari Rara bangun pagi dengan perasaan bahagia, Rara bangun langsung mandi dan bersiap untuk berangkat kuliah, Rara sengaja datang pagi karena ingin izin nanti pas jam ke dua akan pergi.
Setelah bersiap Rara lalu keluar dari kamar dan membantu Ibu menyiapkan sarapan. setelah sarapan siap di meja, Rara, Ibu dan Tiwi langsung sarapan.
"Ibu,, nanti Rara pulang sore lagi yah, Rara mau pergi kerumah teman, mau mengerjakan tugas bersama,, "kata Rara izin pada Ibunya.
"Temen apa temen tuh,, "cletuk Tiwi.
"Apa sih Dek, orang beneran temen kok,, "
"Udah,, jangan di lanjut, Ibu izinkan tapi ngga boleh lewat dari jam 5, mengerti,, "
"Iya Bu,, Rara ngerti, "
Selesai sarapan Rara langsung berangat, setelah mencium tangan Ibu, Rara membawa motornya pergi dari rumah dan menuju kampus.
Sekitar 25 menit Rara sampai di kampus, Rara langsung memarkirkan motornya,setelah itu berjalan menuju kelas.
Saat berjalan banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihat ke Rara sambil berbisik, Rara juga merasa aneh, tapi karena merasa tidak ada yang salah, Rara berjalan biasa aja.
Sampai ahirnya Rara melihat banyak foto yang tertempel di papan pengumuman, dan foto itu adalah foto dirinya dengan Bimo yang ada di hotel sambil bergandengan tangan. Rara berdiri mematung karena tidak percaya dengan apa yang di lihat.
"Oh,, ternyata ini orangnya,, "satu mahasiswa pada Rara.
"Berapa tarifnya,, sepertinya boleh juga, "sambil tertawa mengejek satu mahasiswa lainya lagi.
"Eh,, kamu jadi ayam kampus sekarang, ngga punya biyaya buat bayar semesteran yah,, "
"Bikin malu kampus aja sih,, dasar jala*ng,"
Dan masih banyak lagi kata kata yang menyakitkan pada Rara, dan sampai ahirnya Rara lari sambil menangis, tapi ada Dosen yang tiba tiba ada di depanya.
"Kamu itu wanita yang ada di foto itu kan,,! masuk ke kantor sekarang, Dekan memanggilmu,, "Dengan gemetar Rara mengikuti Dosen menuju ruang Dekan.
__ADS_1
Dan cacian masih saja terdengar dari mahasiswa dan mahasiswi, saat Rara berjalan menuju ruang Dekan.
Rara lalu di suruh masuk dan lalu duduk di ruang Dekan, di dalam ruangan Dekan ada dua Dosen dan pastinya ada Bapak Dekanya.
"Kamu yang bernama Rara, dan ini adalah kamu kan,,? "Rara mengangguk pelan.
"Apa maksud foto ini, apa benar kamu itu jual Diri untuk biyaya kuliah,? dan kalau itu benar berarti saya akan keluarkan kamu dari kampus ini, karena kamu telah mencoreng nama baik kampus ini,"
"Tapi saya tidak jual diri pak, itu bohong, saya berani bersumpah,, "
"Tapi itu buktinya ada foto yang membuktikan kalau kamu dengan laki laki di hotel berduaan sambil pegangan tangan, apa bukti itu kurang jelas,, apa kamu mau menyangkal kalau itu bukan kamu, "
"Iya Pak saya akui itu saya,tapi saya bukan ayam kampus, atau wanita yang suka jual diri, tapi saat itu saya sedang mengantar calon suami saya untuk menginap di Hotel itu,karena calon suami saya baru datang ke kota ini, calon suami saya dari Kota jakarta Pak, saya tidak bohong, "
"Tapi saya tidak percaya dengan perkataanmu saja, sekarang kalau itu benar calon suami kamu, telfon dia dan suruh datang kesini,, dan orang tua kamu juga harus datang kesini juga.,"
"Tapi Pak,, "
"Kenap tapi,, kalau yang kamu katakan itu benar, pasti kamu ngga akan takut kan,, '
Dengan tangan yang gemetar karena takut, Rara menelfon Bimo terdahulu.
"Hallo Kak,, "
"Hallo Ra,, ada apa,, kenapa suaramu seperti itu,,? "
"Bi,,, Bisa ngga sekarang kaka datang ke kampus Rara, "
"Bisa,, tapi ada apa,, kamu baik baik aja kan Ra,,? "
"Kaka kesini aja langsung yah, Rara tidak apa apa kok,, "
"Iya Kaka akan ke sana sekarang,, "
__ADS_1
Telfon pun terputus, dan Rara yang di suruh telfon ibunya pun di haruskan telfon. Rara sangat takut, tapi demi agar tidak di keluarkan Rara menelfon Ibu melalui Tiwi.
Tiwi pun mengiyakan dan akan mengajak Ibu untuk ke kampus Rara sekarang juga.
Setelah menunggu 20 menit Bimo pun datang, dengan memakai celana panjang dan baju kemeja yang ngepas di badan, kancing baju bagian atas di bukanya dua, bagian lengan di gulung sampai sesiku dan tidak lupa pakai kacamata hitam,Bimo pun masuk ke dalam kampus, semua mata mahasiswi menatap Bimo tanpa berkedip karena melihat ketanpanan wajah juga kegagahan badannya.
"Selamat pagi,, "kata Bimo yang masuk ke dalam ruang Dekan, setelah tadi bertanya pada satpam.
"Pagi,, silakan masuk,, "kata pak Dekan,dan Bimo langsung melihat Rara yang sedang diam dengan kondisi yang tidak baik.
"Ra,, "kata Bimo saat akan duduk di dekatnya. Rara tersenyum tipis.
"Ada apa ini ya Pak,, ?"
"Begini Pak,, saya selaku Dekan di sini, saya ingin meluruskan masalah Rara, apa benar ini adalah foto anda,, "sambil memberikan foto Rara dengan Bimo. Bimo menatap Rara,sedang Rara menunduk.
"Iya ini foto saya dengan Rara,, masalahnya di mana yah,, ?"
"Apa hubungan anda dengan Rara, apa anda adalah pelangganya,,? "
"Pelanggan,, pelanggan apa yah maksudnya, saya tidak paham,, "
"Ada seseorang yang menempelkan foto ini di papan pengumuman, dan ada tulisanya yang mengatakan Rara adalah ayam kampus, dan juga suka jual diri untuk biyaya kuliahnya, jadi apa hubungan anda dengan Rara,, "
"Brengsek,, siapa pelakunya, saya tidak terima karena ini tidakan pencemaran nama baik, "
"Sabar pak, kita belum tau siapa yang menyebarkan ini, saya hanya ingin tau hubungan Bapa dan Rara itu apa,,? "
"Saya dan Rara adalah sepasang kekasih, dia adalah calon istri saya, saya datang dari kota dan datang kesini untuk menemui Rara, jadi Rara mengantar saya menuju Hotel untuk saya menginap,, "Dekan dan dua Dosen pun mengangguk.
Bimo juga memperlihatkan foto saat di pesta pernikahan nya Alvin dan Kay, di situ saat foto dengan semuanya, juga Bimo banyak menyimpan foto Rara, Bimo mendapatkanya dengan mencurinya saat Rara diam.
Saat Bimo sedang memperlihatkan bukti foto tentang hubunganya dengan Rara, Ibu dan Tiwi pun datang.
__ADS_1
"Rara,, Nak Bimo,,,, "
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..