
Sudah seminggu Bimo di rawat di rumah Rara, sekarang luka di kakinya sudah benar benar sembuh, karena Bimo masih bisa melakukan aktifitas sendiri, Bimo pun menyuruh Rara seminggu ini tetap kuliah, karena Bimo juga kasihan pada Rara takut tertinggal materi kuliah lebih banyak lagi.
Rara kalau berangkat kuliah menunggu Bimo sudah rapi, dari Bimo sudah mandi dan sudah sarapan, baru Rara pergi ke kampus, dan Rara pulang dari kampus sekutar jam 2 siang.
Saat ini Bimo sedang tidur siang, dan Rara baru pulang kuliah.
"Kak,, suamimu belum makan siang, katanya tadi saat Ibu suruh makan mau tunggu kamu, "kata Ibu saat membukakan pintu saat Rara pulang.
"Iya Bu,, kaka nanti ajak Mas Bimo makan siang, maaf ya Bu kaka jadi merepotkan,, "
"Ngga merepotkan kok,, ya udah Ibu mau istirahat dulu yah,,"Rara menjawab Iya.
Rara lalu masuk ke kamarnya dengan pelan,dan mengganti bajunya. saat sudah selesai ganti baju Bimo bangun.
"Sudah pulang,, "sambil tersenyum Rara mengangguk .
Bimo lalu mengusap matanya dan duduk,lalu bersandar pada sandaran ujung kasur.
"Sayang,, sinih bentar,, "Bimo menyuruh Rara mendekat.
"Ada apa Mas,,? "sambil duduk di kasur dekat Bimo.
"Mas besok akan berangkat ke kota, Kakamu tadi menelfon Mas dan menyuruh Mas untuk berangkat besok, karena kakamu sedang membutuhkan Mas untuk membantunya bekerja, "Rara diam.
"Ngga papa kan Mas pergi ke kota, nanti dua minggu sekali Mas akan datang kesini, "sambil mengusap rambut Rara.
"Iya Mas, Rara ngga papa, Mas pergilah, tapi Rara minta Mas di sana hati hati dan jaga mata juga hati, karena ada Rara disini yang selalu menunggu Mas dan menyayangi Mas, "
"Iya,, Mas pasti akan hati hati, dan akan jaga mata dan hati Mas, karena di sini dan di sini sudah ada kamu, tidak akan ada yang lain, "sambil menujuk mata dan dadanya Bimo berkata.
"Ya udah sekarang kita makan siang dulu yuk, ini sudah telat jam makan siang,"Bimo lalu turun dari kasur sedang Rara sudah berdiri.
__ADS_1
Mereka makan siang bersama sambil mengobrol.
"Mas di kota kos apa kontrak rumah,,?"
"Mas kos,, karena cuman sendiri jadi enak kos, nanti kalau kamu udah pindah ke kota baru cari kontrakan rumah biar lega tempatnya, tapi kalau nanti Mas ada rezeki mau ambil rumah ,biar kridit tapi lama lama kan jadi milik kita,, "
"Iya Mas, amin,, "
Selesai makan Rara dan Bimo masuk ke kamar lagi, Rara merapikan baju Bimo yang akan di bawa ke kota.
"Yang,, sisain baju Mas satu setel di sini, jangan di bawa semua yah,, "
"Kenapa emangnya Mas,, "
"Ya siapa tau nanti kamu kangen jadi bisa peluk baju Mas,, "sambil tersenyum. sedang Rara hanya mengelengkan kepalanya.
"Tapi sepertinya Rara ngga akan kangen tuh,, "
"Hahaa,, geli Mas,, jangan,, hahaa,, "Bimo terus saja mengelitiki Rara. sampai Rara berdiri.
"Iya,, iya,, Rara nyerah, Rara pasti nanti kangen Mas,, "Bimo lalu menghentikan gelitikanya, dan menarik pinggang Rara dengan tanganya agar lebih mendekat padanya.
Mata mereka saling pandang, dan Bimo merapikan rambut Rara, dan menyelipkanya di telinga Rara.
"Kamu di sini juga matanya jangan genit, dan hati,, "Rara mengangguk. Bimo pun tersenyum tipis.
Lalu dengan pelan Bimo mendekatkan bibirnya pada bibir Rara, Rara langsung menyambutnya, mereka berdua pun ciuman dengan penuh rasa cinta.
🌹🌹🌹
Alvin di kantor sedang memimpin rapat dengan jajaran Direksi,dengan ditemani Kay karena mereka sedang membahas masalah projek baru.
__ADS_1
Alvin dengan pintar dan gagahnya selalu memberikan contoh dan saran akan projek baru,sampai orang pun pada kagum.
Apa lagi sekertaris Fitri emang yang dari dulu sudah suka sama Alvin, matanya sampai tidak berkedip melihat ke arah Alvin, saat Alvin sedang berbicara sambil berdiri di depan layar monitor.
Kay yang melihatnya langsung tidak suka, di situ ada juga perempuanya, tapi tidak menonjolkan ke kagumanya seperti Fitri karena ada Kay.
Rapat pun selesai setelah satu jam berlangsung, Kay langsung menggandeng Alvin keluar dari ruang rapat.
"Sayang,, Mas belum merapikan berkas berkas di meja ,tunggu yah,, "sambil Alvin. menghentikan jalanya.
"Ngga usah di rapikan, entar Aku suruh orang aja yang merapikanya,, "sambil Kay mengajak Alvin jalan lagi. Alvin pun menurut tanpa mau tau alasanya, karena banyak orang di situ.
Sampai di ruangan Alvin, Kay langsung duduk di sofa dan langsung cemberut. Alvin yang tidak tau apa apa jadi bingung sendiri. lalu mendekatinya dan duduk di sampingnya.
"Kamu kenapa sayang,, kok kaya lagi kesel gitu, katakan coba ada apa hemm,, "sambil menggenggam tangan Kay.
(Oh iya,, ruangan yang di tempati Alvin ini dulunya ruangan Eva, tapi Kay telah merubah dan mengganti semua barang, seperti lemari, meja ,bangku serta sofa, dulu ngga ada kamar buat istirahat, tapi sekarang ada, Kay sengaja membuatnya agar kalau Kay datang ke kantor ada tempat buatnya istirahat)
"Mas kamu tuh jadi orang jangan suka tebar pesona deh, Aku ngga suka ,,"Alvin langsung kaget saat mendengar perkataan Kay.nada suara Kay juga terdrngar marah.
"Maksudnya,, tebar pesoan yang gimana,, ?"tanya Alvin ,nada suara Alvin masih terkontrol.
"Ya tadi,,,! saat Mas presentasi, bicarain tentang ide ide Mas itu,, kenpa Mas tebar pesona gitu, jadi semua perempuan yang di sisitu lihatin Mas kaya gitu,, "Alvin langsung membuang nafas kasar dan geleng geleng kepala.
"Mana Ada Mas tebar tebar pesona, Mas itu lagi menjelaskan ide ide Mas pada mereka,,"sambil menggenggam tangan Kay, tapi Kay menariknya lagi.
"Sayang,, jangan gini ah,, kok kamu sekarang jadi gini, Mas ngga melakukan yang seperti kamu tuduhkan itu, Mas mana mungkin melakukanya,, ngga mungkin apa lagi ada istri Mas,,, tolong percaya pada Mas,, "Kay bukanya menjawab malah menangis.
Alvin yang melihat Kay menangis malah makin bingung melihatnya.
"Sayang tolong jangan menangis,, Mas minta maaf kalau Mas salah, sungguh Mas ngga ada niatan untuk nyakitin kamu sayang,, "sambil mengusap air mata Kay.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya trimakasih...