
Hari berlalu,Rara masih tetap sama muntah muntah saat pagi hari,sedang siang bawaanya maunya tidur,kalau malam susah untuk tidur,makan pun susah ,Rara hanya makan buah buahan seperti jeruk,pisang ,apel dan Pir.
Seperti malam ini,jam sudah menujukan pukul 11 malam,tapi Rara masih saja ngga mau tidur,Bimo yang dari siang kerja dan cape,sudah merasa lelah ingin tidur,tapi Rara belum membolehkanya,Rara ingin ada teman.
Kejadian seperti ini sudah sering di alami Bimo,karena Rara kebanyakan tidur siang.Bimo sudah pesan sama Ibu mertuanya juga agar Rara jangan kebanyakan tidur siang,tapi Rara setiap di ajak keluar kamar dan mengobrol di sofa,Rara tiba tiba bisa tertidur dengan pulasnya.
"Sayang,,ini sudah malam,Mas udah ngantuk banget,kita tidur yuk,,"kata Bimo merayu Rara.
"Tapi Rara ngga bisa tidur Mas,,Rara juga ingin tidur,tapi matanya ngga mau merem,"jawab Rara yang terlihat kesal.
"Coba Mas pijitin kaki dan tanganya yah,siapa tau sayang bisa tidur,,"Rara pun mengangguk.
Bimo memijit kaki Rara sambil mulutnya terus menguap karena mengantuk.Saat setengah jam selesai memijit kedua kaki Rara,sekarang pindah ke tangan,Rara juga belum terlihat mengantuk.
"Sayangnya Ayah,,,kalian yang pintar yah di dalam,Ibu lagi ngga bisa tidur nih,,ajakin ibu bobo ya sayang,,Ayah sayang kalian berdua,kalian harus jadi anak pintar dan sehat di dalam,,"sambil mencium perut Rara yang masih rata.Rara tersenyum melihat Bimo yang bicara pada anaknya di dalam perut.
Bimo lalu memijit tangan Rara dengan pelan,Rara terlihat sudah sedikit mengantuk,lalu Bimo yang matanya juga sudah ikut merem,tapi tanganya terus memijit.
Sampai ahirnya Rara pun tertidur,dan Bimo yang membuka matanya lalu melihat Rara Tidur langsung bernafas lega.
Bimo dengan pelan ikut merebahkan badanya di samping Rara.Ahirnya mereka berdua pun tidur dengan nyenyaknya.
Hari berlalu dan bulan pun berlalu,kehamilan Rara sudah menginjak 4 bulan,perutnya sudah besar,karena mengandung bayi kembar umur empat bulan seperti hamil anak satu yang 6 bulan.
Sedang anak Alvin dan Kay sedang belajar jalan,dede Al sudah berjalan satu langkah dua langkah,Alvin sangat senang melihat berkembangan anaknya ,gigi dede Al juga sudah ada 4 dan sekarang sering iseng gigitin nen Kay.
"Sinih sayang jalan ke Papah,,ayoo..."Alvin sedang menemani anaknya untuk belajar jalan bersama kay.
__ADS_1
"Itu Papah sayang,,ayo jalan ke Papah,,iya sayang ayo,,,pintar,,,"saat dede Al berjalan ke.arah papahnya.
Tapi baru 3 langkah Dede Al terjatuh,tapi tidak menangis,justru dede Al tersenyum senang karena melihat kedua orang tuanya yang ikut tertawa bahagia.
"Uuhhh,,Anak Papah dah pintar jalan yah,,,"Alvin langsung menggendong anajnya dan di angkat ke atas,dede Al hanya tertawa kegirangan.
"Sayang,,,kita ajak Al ke Mall yuk,mumpung hari libur,kita ajak dia main permainan di Mall,gimana,,?"
"Boleh,,ayo mas kita bersiap,,,"
Rupanya Rara mendengar Alvin dan Kay mau ke Mall dan Rara pengin ikut.
"Kak,,Rara ikut ke mal yah,,Rara bosen di rumah terus,,,udah lama Rara ngga jalan jalan"
"Apa Kamu nanti ngga kecapean De,,"kata Kay.
"Ya udah sanah bilang suamimu,ajak sekalian dia biar bisa jagain kamu nanti,"
"Iya kak,makasih ya kak,,"
Rara masuk ke kamarnya,begitu juga kay dan Alvin,mereka akan bersiap pergi ke Mall.
"Mas,,,kita ke Mal yuk,kak Alvin dan kak Kay akan ke Mal,Rara mau ikut,,"Rara bilang ke Bimo saat sudah di kamar.
"Tapi nanti kalau kamu cape gimana sayang,,ngga usah pergi yah,di rumah aja ,"
"Ngga mau,Rara mau pergi jalan jalan,Rara selama hamil ngga pernah pergi jalan jalan,hanya di rumah terus,keluar hanya ke dokter juga setelah itu langsung pulang,sekarang Rara kan sudah ngga muntah,dan sudah enak makan,jadi Rara pengin jalan jalan,,"Rara sambil ngambek bicaranya.
__ADS_1
"Tapi Mas hanya takut kamu kecapean,,"
"Nanti kalau Rara cape kan Rara bisa duduk dan istirahat,pokoknya Rara mau ikut kak Alvin ke mal,Mas ngga mau ikut juga terserah,Rara pokoknya mau ikut,,"Air mata sudah mengalir di pipi Rara.
Bimo yang melihatnya ahirnya mengalah,dan ahirnya Bimo menuruti keinginan Rara untuk pergi ke mal.
Rara terlihat sangat bahagia,mereka berdua lalu siap siap.
"Jangan pakai baju itu,pake lah yang lebih panjang ke bawah,kalau pake baju itu kakimu terlihat ,,Mas ngga suka,,"Bimo melihat Rara pakai dras yang panjangnya selutut langsung melarangnya.
"Tapi Rara pake ini enak Mas,nyaman,,karena bajunya longgar,,"
"Kan ada banyak baju yang longgar dan panjang ke bawah,ganti Mas ngga mau kamu.pakai baju itu,,"Rara ahirnya mengalah dan ganti baju.
"Lah itu baru bagus,,"kata Bimo setelah Rara ganti baju yang lebih panjang ke bawah.
Rara lalu berdandan agar terlihat cantik,tapi sekarang wajah Rara karena hormon kehamilanya membuat wajahnya berjerawat.
"Mas,,wajah Rara jadi banyak jerawat gini sih ya Mas,kok ngga hilang hilang,Rara jadi jelek ya Mas,"
"Nanti juga hilang,kata dokter kalau sudah melahirkan akan hilang kan,jadi ngga perlu sedih,dan bagi Mas kamu tetap wanita tercantik di dunia ini,,jadi jangan sesih,,"sambil mengusap kepala Rara yang sedang duduk,Rara tersenyum senang karena Bimo bilang wanita tercantik.
"Udah yuk kita keluar,Alvin sudah menunggu kita,,"Rara lalu mengangguk dan bangun.
Bimo dan Rara keluar dari kamar dan langsung berangkat ke mal bersama Alvin dan Kay,ibu juga ikut kay dan Alvin mengajaknya juga.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...
__ADS_1