MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Adit Pulang Dari Rumah Sakit, Bimo Pulang Ke Rumah Rara


__ADS_3

Hari pun berlalu, hari ini Adit sudahdi bolehkan pulang Adit sedang menunggu teman temanya menjemput, Adit rasanya sudah tidak betah berlama lama di rumah sakit, apa lagi melihat Maya yang selalu melihat Maya yang tidur di sofa. sungguh kasian melibatnya.


Belum lagi kalau pagi Maya selalu muntah, karena kehamilanya yang masih muda. Adit hanya bisa mendengarkan saat Maya muntah muntah, Adit tidak bisa membantunya untuk memijit atau sekedar menemaninya di kamar mandi.


Seperti pagi ini Maya sedang muntah di kamar mandi, sudah cukup lama Maya muntah belum juga selesai membuat Adit merasa kuatir.


Kemarin Maya memeriksakan kandunganya di rumah sakit ini juga, dan kata Dokter kandungan Maya baru hamil 6 minggu, dan masih rentan untuk ke guguran. jadi Maya tidak boleh kecapean atau banyak fikiran.


Adit lalu turun dengan pelan dari ranjang, karena tidak tega melihat Maya yang terus saja muntah di kamar mandi, saat baru dua langkah berjalan Maya sudah keluar.


"Mas,, kamu butuh sesuatu,, "langsung mendekati Adit, Adit menggeleng dan melihat wajah Maya yang pucat juga berkeringat.


"Duduklah di sofa,, "kata Adit, lalu bukanya Maya yang di tuntun, tapi Maya yang menuntun Adit.


Mereka berdua duduk di sofa.


"Istirahatlah,, kamu pasti cape dan lemas, "sambil mengusap keringat di kening Maya.


"Maaf yah,, karena gara gara Mas kamu tersiksa seperti ini,, "lalu menggenggam tangan Maya.


"Ngga kok Mas,Maya ngga kesiksa, ini kan demi anak kita, Maya menikmatinya, "


"Trimakasih,,, "sambil mencium tangan Maya.


"Mas kembali keranjang aja yuk, Maya maurapi rapiin barang yang akan di bawa pulang, Kay sudah kirim pesan katanya sebentar lagi sampai,, "


"Ngga papa, Mas di sini aja, Mas pengun duduk di sofa, rasanya nyaman banget,, di ranjang terus ngga enak,, "


"Ya udah, Maya rapi rapi dulu ya Mas,, "


Lalu Maya pun merapikan baju dan yang lainya, saat semua udah selesai Maya merasakan pusing, Adit yang melihat langsing berjalan dengan cepat tanpa merasakan sakit.


"Maya,,, kamu ngga papa kan,, "sambil menahan bada Maya.


"Ngga papa Mas, kepala Maya hanya pusing, "


"Ya udah ayo duduk,, "Lalu Maya dan Adit dusuk di sofa, Adit juga mengambilkan minum buat Maya .


"Minum lah,,, "Maya lalu meminumnya.

__ADS_1


"Kamu belum makan yah,, "Maya. menggeleng.


"Kenapa belum makan,,? "


"Rasanya ngga enak Mas,, "


"Tapi harus di paksa makan,, nanti kamu lemas,kasihan anak kita,, ini makan lah biskut biar perutnya ada isi,, "Maya yang tadinya ngga mau, ahirnya mau karena memikirkan anaknya juga yang ada si perutnya.


"Makan yang banyak, nanti kalau sampai di rumah jangan lupa minum sus*u hamil yah,, "Maya hanya diam.


"Kenapa ngga jawab,,? "


"Kalau minum su*su hamil di rumah takut ketahuan Ayah dan Ibu Mas,,"Adit pun langsung mengangguk.


"Besok kalau sudah di jakarta, Mas akan langsung melamar kamu, dan kita akan segera menikah, biar kita bisa jagain dede sama sama dan hidup bersama,, "


"Maya ngikut aja Mas,, memang lebih cepat lebih baik,, biar perut Maya ngga makin besar, "Sambil mengusap perutnya.


"Iya,,, "tangan Adit pun ikut menusap perut Maya.


"Udah,,, nanti romatis romantisanya di rumah aja, jangan di sini ngga enak tempatnya,, "Kata Alvin dan Kay yang tiba tiba masuk , Maya dan Adit yang kaget langsung menengok.


"Apa sih Vin,, ganggu aja kamu tuh,, "


"Gitu aja ngambek, dasar,,, "kata Adit sambil tersenyum.


Lalu semuanya pun duduk, Kay membawakan puding coklat pesanan Maya, dan Mamah yang membuatnya, Maya langsung memakanya sambil sesekali menyuapi Adit.


"Bimo mana,, dia ngga ikut,,? "


"Dia lagi pulang ke rumah bininya, katanya sudah kangen,, "


"Lebay banget sih dia tuh,, bukanya jemput Aku dulu,, "


"Beda bandinganya,, kalau teman sama istrimah,,"


"Iya aja deh,, "


"Lapar apa doyan May,,? "tanya Kay.

__ADS_1


"Hehee,,, ini enak banget Kay, bilangin Mamah yah,, makasih pudingnya,, "


"Iya,,, "


Alvin lalu menuju bagian administrasi, dan membayar sisa biyaya rumah sakit Adit.


Setelah itu baru mereka bersiap untuk pulang. Beda dengan Bimo, saat ini sedang ada di taxsi menuju rumah Rara. Bimo tidak bilang mau datang, karena ingin membuat kejutan.


Setelah sampai Bimo langsung turun dari taxsi, lalu mengetuk pintu.


"Eh Kak Bimo,, "kata Tiwi saat buka pintu.


"Iya,, kakmu di mana Wi,,? "


"Ada di kamar,, katanya lagi belajar,, "


"Oh,, kalau Ibu,, "


"Ibu lagi di belakang rumah, lagi nyiamin tanaman,, "


"Oh,, ya udah kaka mau masuk dulu yah,,, "


"Iya,,, "lalu Tiwi juga masuk ke kamarnya.


Bimo dengan pelan membuka pintu. kamar, dan terlihat Rara yang sedang duduk menghadap meja.


"Adek,,, udah bilang kaka lagi ngerjain tugas, jangan ganggu napa sih Dek,,, "kata Rara tanpa melihat siapa yang datang, karena mengira Tiwi yang datang.


Lalu Bimo dengan pelan berjalan mendekatinya, dan memeluk Rara dari belakang.


"Sibuk yah, banyak tugas,, "sambil mencium pipi Rara.


"Masss,,, kapan datang,, "kata Rara sambil tersenyum senang.


"Barusan,, "


Rara lalu bangun dan langsung memeluk Bimo dengan kencang, Bimo pun menyambut pelukan Rara. dan mencium kening Rara.


"Mas kangen,, "

__ADS_1


"Sama,, Rara juga kangen,, "sambil melepas pelukanya, dan mereka tersenyum bersama.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2