
Setelah Alvin memasang alat pelacak di giwang ,Alvin lalu mencari Kay, dan ternyata Kay sedang mengobrol bersama Mamahmya di ruang keluarga.
"Seru amat, lagi ngobrolin apaan sih,,? "kata Alvin, lalu ikut duduk dekat Kay.
"Mamah lagi cerita saat dulu hamil Kay Mas, "
"Wah pantas keliatan seru,, "
"Mah,, Kay Alvin pinjam dulu yah, soalnya Alvin mau kasih hadiah,, "
"Wah senengnya mau di kasih hadiah,, ya udah sanah bawa istrimu,, "Alvin tersenyum.
"Hadiah apa sih Mas,, tumben emang ada acara apa,,? "
"Mas pengin aja kasih hadiah,, udah yuk kita ke kamar,, "
Kay ahirnya mengikuti Alvin ke kamar setelah berpamitan pada Mamahnya.
Sampai di kamar Alvin menyuruh Kay duduk di sofa. setelah Kay duduk Alvin mengambil sebuah kotak dari kantong celananya.
"Mas tadi keluar habis belikan kamu ini sayang,, "sambil menujukan kotak berwarna Merah.
"Mas beli perhiasan,, "Alvin mengangguk.
__ADS_1
"Tapi ini cuman giwang, Mas tadi lihat di hp wanita hamil pake giwang kaya gini sangat bagus, tidak mencolok, lihatlah,,, "
Lalu Alvin membukanya, dan memang giwangnya itu kecil, dan tidak mencolok, Kay lalu mengambilnya.
"Maaf yah, Mas belum bisa beliin giwang yang gede ,nanti kalau dede udah lahir Mas akan beliin yang gede dan tidak sekecil ini, kamu mau kan pakainya sayang,, "
"Ini juga bagus kok Mas, Aku ngga butuh perhiasan yang besar atau yang mewah, asal bisa bareng Mas terus Aku dah merasa bahagia kok,, dan Aku juga dengan senang hati mau memakainya, sekarang Mas pakaikan coba,, "Alvin tersenyum senang.
Lalu Alvin memasakanya ke telinga Kay, dan setelah terpasang sangat bagus.
"Sayang ini jangan sampai di lepas yah, di pakai terus, walau pun ada acara apa pun Mas harap kamu tetap pakai giwang ini,, jangan sampai di ganti,, ngertikan sayang, "
"Iya Aku ngerti, kenapa ngga boleh di lepas Mas,, "
"Mas ngga makan siang dulu,,? "
"Tadi Mas beli makanan di luar, jadi sekarang masih kenyang,, udah yuk,, "Alvin lalu membantu Kay untuk bangun dari duduknya di sofa.
Lalu keduanya naik ke kasur untuk tidur siang, Alvin lalu memeluk Kay dengan sayang, dan Kay pun langsung memendamkan wajahnya di dada Alvin.
"Yang,, tanganmu jangan bergerak terus, Mas geli, "kata Alvin karena tangan Kay bergerak mengusap punggung Alvin ke atas ke bawah.
Kay lalu berhenti menggerakan tanganya, tapi sekarang bibirnya menciumi dadanya, dan itu membuat Alvin justru teran*gsang.
__ADS_1
"Yangg,,, kamu dari tadi yang mancing mancing yah, jadi jangan salahkan Mas kalau kita ngga jadi tidur siang,, "mengangkat dagunya agar melihat ke Alvin dan menghentikan kegiatanya itu. Kay hanya tersenyum.
Alvin yang merasa di beri lampu hijo langsung menyerang bibir Kay. Alvin melum*atnya langsung. mereka lalu saling membalas sedotan sedotan bibir .
Setelah puas bermain di bibir, Alvin melepaskan ciumanya.
"Mas akan pelan pelan melakukanya,,"sambil berbisik di telinga Kay, setelah itu menciumi telinga dan turun ke leher, Kay hanya mengangguk pelan sambil menikmati ciuman Alvin di telinga dan lehernya.
Percin*taan mereka di siang hari ahirnya selesai setelah Alvin menyemburkan lahar miliknya di rahim Kay, dengan keringat yang bercucuran, keduanya pun mencapai kepuasan dan kenikmatan.
"Terimakasih sayang,, "kata Alvin sambil mencium kening Kay, lalu menarik selimut untuk menutupi badan polos mereka, mereka yang kelelahan ahirnya tertidur.
Sedangkan di tempat lain Sam sedang melapor ke Eva.
"Kak kita harus cari orang untuk melancarkan rencana kita,karena rasanya Aku sudah ingin melihat keluarga Kay hancur,,"
"Jangan gegabah,, tadi aja kamu bilang Kay pergi ke pasar di temani Alvin, jadi kita harus mencari kesempatan saat Kay dan Mamahnya jauh dari jangkauan Alvin,,"
"Tapi rasanya Aku sangat kesal saat melihat mereka tertawa penuh bahagia,Aku ingin mereka menangis darah sampai tidak bisa tertawa lagi, "sambil menggenggam tanganya Sam berkata.
"Kamu harus sabar, jangan emosi,, kalau melakukanya dengan emosi, rencana kita jadi berantakan, ngerti,, "Sam pun hanya mengangguk.
Jangan. lupa like komen dan votenya, trmakasih..
__ADS_1