
Bimo membawa motornya dengan pelan, dan tangan Bimo sambil memegang tangan Rara yang ada di perutnya.
Ahirnya mereka sudah sampai di pasar, Rara langsung turun dan di susul Bimo, mereka masuk ke dalam pasar, Rara yang udah biasa dan memang Rara orangnya ngga bisa jalan pelan seperti perempuan umumnya, Bimo pun tertinggal di belakang.
"Ra,, jalanya jangan cepat cepat dong, masa Kaka di tinggal sih,, "Rara lalu berhenti dan menunggu Bimo.
Setelah Bimo di dekat Rara, Bimo langsung memegang tangan Rara, tadinya Rara ngga mau tapi Bimo memaksa.
"Udah kaya gini, jangan di lepas,biar Kaka ngga di tinggal lagi,"Ahirnya Rara menurut, dan tangan mereka saling bergandengan.
Saat Rara sedang memilih sayuran, tangan Bimo pun melepaskan genggamanya. Belanjaan Rara cukup banyak dan Rara membawa kantong belanjaanya sampai keberatan, lalu Bimo mengambilnya dari Rara.
"Biar Kaka aja yang bawa, ini berat. sekarang tinggal beli apalagi,,? "
"Tinggal beli daging kak,, "
"Oh,, ya udah ayo kita beli,, "
Rara jalan pelan, takut Bimo tertinggal lagi, dan mereka langsung menuju tukang daging.
Rara membeli 3 kg, karena separo nantinya kalau sudah matang mau di kasih keKay, dan Bimo lah yang akan membawakanya.
Rara yang membawa kantong isi daging, karena Bimo sudah membawa banyak kantong belanjaan.Sampai di motor semua belanjaan di gantung di depan, dan mereka berdua lalu pulang.
Rizki menarik tangan Rara lagi untuk memeluknya, tapi Rara tidak mau karena sudah siang, banyak orang melihat dan sudah ada matahari, jadi sudah ngga dingin banget, jadi Bimo cuman menarik satu tangan Rara untuk di genggamnya dan di letakan di pahanya.
Saat sudah dekat rumah, Rara meminta di lepaskan, dan Bimo pun melepaskan tangan Rara. sampai rumah Rara membawa masuk belanjaan ke dapur, dan Ibu langsung mulai memasak.
"Kak, bikinin Nak Bimo minum gih, mau kopi apa teh manis,tanyain aja dulu sanah,, "Rara mengangguk lalu keluar.
"Kak,, mau kopi apa teh manis,? "tanya Rara pada Bimo, Bimo sedang duduk di ruang depan sambil memainkan hpnya.
"Kopi aja,, makasih yah,, "Rara hanya mengangguk.
__ADS_1
Saat Rara masuk ke dapur, Tiwi baru bangun dan langsung duduk di sofa.
"Pagi Kak,, "kata Tiwi pada Bimo.
"Pagi,, baru bangun,, "Tiwi hanya mengangguk.
"Dek,, bantuin Ibu masak gih, biar cepat, "Rara yang baru keluar dari dapur sambil membawa kopi. lalu meletakanya di meja.
"Iya,, tapi tunggu dulu, Tiwi masih ngumpulin nyawa,, "
"Bilang aja malas,, "sambil berjalan ke dapur lagi. Sedang Tiwi hanya tersenyum.
"Kak,, Tiwi ke dapur dulu yah, bantu masak, takut kak Rara ngamuk karena ngga di bantuin,, "Bimo hanya mengangguk.
Setelah satu jam setengah masakan pun sudah matang, Rara dan Tiwi menata makanan di meja, setelah itu Ibu menyuruh Tiwi untuk memanggil Bimo untuk sarapan.
"Kak,, di suruh sarapan bareng sama Ibu, "
"Nak Bimo maaf yah makananya cuman kaya gini,, "
"Ini mah enak semuanya Bu,, "
"Enak dari mananya, orang kaka belum makan kok, "kata Tiwi.
"Ini daging, mau di masak apa aja daging mah enak aja,, "
Lalu semuanya duduk, Rara di suruh ibu untuk mengambilkan minum untuk Bimo, Rara pun mengambilkanya. mereka pun sarapan bersama.
"Bu,, nanti Rara kuliah mungkin pulangnya sore yah, "
"Kok siro,, biasa jam 2 siang udah pulang,"
"Iya, soalnya Rara kan kemarin ngga masuk kuliah 3 hari, jadi Rara mau ngejar mata kuliah yang tertinggal,, "
__ADS_1
"Oh gitu,, ya udah ngga papa, tapi jangan sampai malam yah,, "
"Ngga kok Bu, "
"Adek sekolah ngga,,? "tanya Ibu pada Tiwi.
"Sekolah dong Bu,, kalau Tiwi mah seperti biasa,, "Ibu mengangguk.
Mereka semua selesai sarapan, Tiwi dan Rara merapikan piring kotor, sedang Ibu dan Bimo duduk di ruang depan. saat Tiwi dan Rara sudah bergabung duduk di sofa Bimo bicara pada Ibu.
"Bu,, Saya mau minta izin untuk menjalin hubungan dengan Rara ,saya serius Bu tidak untuk main main,, "Ibu sedikit kaget, sedang Tiwi tidak paham maksud Bimo.
"Maksud nak Bimo,, ?"
"Saya menyukai Rara, dan Saya ingin Rara menjadi calon istri saya Bu,, "Tiwi yang dengar Bimo berkata seperti itu langsung batuk karena Tiwi sedang minum. sedang Rara diam saja.
"Serius Kak,, kak Bimo ngga takut apa sama Kak Rara, bukanya kak Rara itu galak sama jutek banget yah sama kak Bimo, kenapa kak Bimo malah suka sama kak Rara,, "Rara langsung melotot ke Tiwi. sedang Bimo tersenyum.
"Suttt,,, Adek ngga sopan ah,, "kata Ibu.
"Tapi emang bener Bu,, kak Rara kan suka galak sama jutek sama Kak Bimo, tapi kenapa sekarang malah jadi suka,kan aneh,, "Rara langsung menginjak kaki Tiwi,sambil matanya menatap tajam.
"Ih,, kaka sakit,, emang bener kan,, "
"Eehhh,, udah kok kalian malah berantem gitu"
mereka berdua lalu diam saat ibu bicara.
"Nak Bimo Ibu sih terserah Rara, karena dia yang mau ngejalaninya, Ibu sih ngga masalah dan merestui kalau nak Bimo dengan Rara akan menjalin hubungan serius, apa lagi sampai menikah,, "
"Kak,, kaka sudah dengar kan yang di katakan nak Bimo, sekarang apa jawaban kaka,,? "
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1