
Alvin masih menciumi di leher Kay yang putih juga mulus itu,dan Alvin juga meninggalkan jejak kepemilikanya di sana.
Setelah bermain di leher cukup lama, ciuman Alvin makin turun ke bawah, karena baju yang Kay pake daster yang di atasnya ada karetnya, membuat Alvin gampang menarik ke bawah.
Alvin tersenyum tipis saat melihat dada yang montok,putih dan kencang ada di depanya(kemaren kemarin dada yang di lihat Alvin sudah pada kendur kali yah, jadi Alvin senang lihat yang masih ori hehee,,)
"Sayangg,,, buka yah bajunya,, ?"Kata Alvin. Kay mengangguk pelan.
Alvin langsung melepaskan baju daster yang di pakai Kay. setelah baju terlepas Alvin juga melepaskan pembungkus dada dan kain segitiga yang menutupi inti tubuh Kay.
Sedang Alvin masih memakai baju lengkap belum membuka baju dan celananya. Karena Alvin ingin membuat Kay merasa puas dulu dan merasakan nikmatnya di cum*bu.
Kedua Tangan Alvin langsung menuju dada Kay, dan di remasnya ke dua duanya dada Kay dengan gemas.
"Aahhh,,,, Masss,,,, "suara Kay yang merasakan kenikmatan di dadanya yang di mainkan Alvin.
Alvin terus saja memainkan dada Kay ,dan sekarang mulutnya pun ikut memainkanya,di sedo**tnya seperti seorang bayi yang kelaparan dada Kay oleh Alvin, dan menye**dotnya secara bergantian.
Kay benar benar merasakan seperti berada di puncak kenikmatan, karena permainan tangan dan mulut Alvin di dadanya.
"Masss,,, oohhhh,,,, "sambil tangan Kay meremas rambut Alvin.
Lalu ciuman Alvin turun ke bawah lagi, keperut dan terus kebawah lagi, dan sampailah pada inti tubuh Kay.
Di bukanya kaki Kay agar terbuka, dan setelah terbuka Alvin melihatnya dengan mata tak berkedip. Kay hanya bisa menahan malu sambil menutup matanya karena Alvin terus saja menatap sambil meraba inti milik Kay.
Alvin mengusap dengan tangan Inti tubuh Kay dengan pelan,dan jari tangan Alvin memainkanya.
Setelah memainkan dengan jarinya, lalu Alvin mengunakan lidahnya untuk bermain di inti tubuh Kay. lalu di jil**atinya inti tubuh Kay dengan lidahnya,sambil tangan Alvin bermain di dada.
Kay yang merasakan kenikmatan itu sampai tidak lama berteriak sambil menggigit bibirnya, dengan badan yang bergetar juga.
Rupanya Kay baru saja merasakan pelepasan, Alvin pun sangat puas melihat Kay yang sudah merasakan kenikmatan itu.
__ADS_1
Setelah Alvin membersihkan cairan milik Kay dari Inti tubuhnya, Alvin lalu menyelimuti badan Kay dengan selimut.
Kay mengatur nafasnya sambil memejamkan matanya ,dan Alvin setelah menutup badan Kay, Alvin ikut tiduran di samping Kay dan memeluknya.
"Kenapa,,? "sambil ikut memeluk Alvin Kay bertanya.
Alvin tersenyum, lalu mencium kening Kay.
"Mas ngga akan melakukanya sekarang, Mas masih belum berani, karena kita belum mendapat restu dari keluargamu,,Mas akan bersabar untuk memilikimu seutuhnya ,,"sambil mengusap kepala Kay.
"Tapi kalau keluargaku tetap ngga kasih restu untuk kita gimana,,? "Kay bertanya dengan kepala yang di letakan di dada Alvin.
"Kita haus berusaha terus, dan kita tunjukan pada keluargamu kalau kita benar benar bahagia dan saling mencintai, kita ngga boleh menyerah,, makanya Mas ingin sukses dulu, baru berani bertemu keluarga mu,, "
"Apa Mas butuh modal,, kalau butuh Aku akan berikan,, "
"Kalau pun Mas sangat butuh, Mas tidak akan meminta padamu, Mas sudah sangat malu dari kemarin waktu Mas sakit uang mu sudah banyak yang Mas pakai, jadi Mas akan benar benar mencari modal itu dengan cara Mas bekerja sendiri,, "
"Ya ngga lah,, kamu ngga percaya kalau Mas udah insaf,,? "
"Percaya,, tapi sedikit takut, karena modal untuk usaha itu cukup banyak, jadi Aku sedikit takut Mas akan kembali lagi seperti dulu,, "
"Ngga sayang,, Mas ngga mungkin kembali, Mas sudah bahagia dengan yang sekarang ini,"
"Apa Kay boleh infestasi ke Mas,, Kay akan kasih modal dan Mas yang kelola, nanti hasilnya kita bagi dua,, gimana,, "
"Apa kamu percaya sama Mas,, ngga takut nanti uangnya akan Mas korupsi,, "Kay menggeleng.
"Kay sangat percaya sama Mas, karena usaha yang Mas akan buat itu kan buat kita berdua nantinya,, "Alvin tersenyum mendengar kata dari Kay.
"Kalau boleh tau,, Mas pengin usaha apa,, ?"
"Mas belum yakin, tapi karena Mas suka dengan pekerjaan IT, mungkin tidak jauh jauh dari bidang itu,,"Kay pun mengangguk.
__ADS_1
Saat mereka masih di atas kasur saling peluk dan mengobrol, pintu kamar di ketuk oleh Tiwi, dan Tiwi bilang suruh makan siang bersama.
Alvin yang memang ngga melepas bajunya langsung turun dari kasur, lalu Alvin mengambilkan baju Kay di ranselnya.
"Jangan pakai daster, pakai lah baju yang ini,, "Kay pun menurut.
"Mas keluar dulu sanah, Kay mau pakai baju dulu soalnya,, "
"Kenapa Mas harus keluar, kan. Mas juga sudah lihat semuanya Kok,, "
"Iihhh Mas,,, udah ah sanah keluar, Kay malu Masss,, "kata Kay .
Alvin lalu tersenyum dan bilang kalau akan keluar, setelah Alvin keluar Kay lalu memakai bajunya, saat Kay memakai kain segi tiga, Kay lalu teringat saat Alvin memainkan inti tubuhnya, itu membuat Kay tersenyum ,dan merasa malu sendiri.
Setelah memakai baju, Kay keluar dari kamar, dan sambil mengikat rambutnya yang panjang agar tidak berantakan.
Kay menuju meja makan, dan di meja makan sudah ada Ibu, Tiwi dan Alvin.
"Ayo Nak kita makan,, makanya hanya pakai ini aja,, "
"Ngga papa kok Bu,, Kay apa aja doyan, tapi asal jangan pedas,, "jawab Kay, dan Alvin yang meladeni Kay.
"Kaka,,, sepri kasur kamar kaka kotor yah,, ?"tanya Tiwi pada Alvin.
"Ngga,, masih bersih kok, baru dua hari di ganti,, kenapa nanyain seprei kasur kaka,,? "
"Itu buktinya leher Kak Kay pada merah, sepertinya kotor deh, dan jadi buat gatel di leher Kak Kay,, "jawab Tiwi.
Gimana reaksi Kay yah,, pasti malu tuh..
jangan lupa like,komen dan votenya trimakasih,,,
Kalau ada typo maaf, karena ngga aku koreksi lagi,,
__ADS_1