
"Kay,,, sedang apa kamu di sini,, bukanya kamu lagi di luar kota,, "kata Maya dan Anin yang sudah berdiri di depan Kay.
"Aku dah pulang tadi sore, "jawab Kay sambil meminum minumnya.
"Sinih May,, duduk, "kata Adit sambil menarik Maya, dan Maya jatuh di pangkuan Adit.
"Iihh,, apaan sih,, awas, "
"Udah,, duduk aja, dan diam, "ahirnya Maya tetap duduk di pangkuan Adit.
"Kay,, kamu tuh keluar kota ke mana sih,, setauku kamu tuh ngga ada sodara di luar daerah deh,, ?"tanya Anin yang duduk dekat Bimo.
"Temanmu itu nemuin sang pujaan hatinya lah,, kamu ngga lihat di sebelahnya temanmu siapanya apa,, "Anin langsung melihat ke arah Alvin yang merangkul pundaknya Kay.
"Hahhh,, serius Kay,, kamu punya pacar dan sama dia,, "Anin yang sangat kaget, karena Kay selama ini anaknya sangat susah kalau di dekati laki laki, tapi sekarang justru dekat dengan Alvin yang Anin tau dia adalah teman Adit dan Bimo.dan Anin sudah tau pekerjaan mereka bertiga sebelumnya.membuat Anin geleng geleng kepala karena tidak percaya.
"Kay,, apa benar yang di katakan Bimo,, ?"
"Iya,, dia benar ,Aku kemaren keluar kota main kerumah Mas Alvin,, "
"Gila,,, Aku ngga nyangka loh Kay, pria pilihan kamu jatuh sama dia, apa kamu tau apa pekerjaanya dia Kay,,? "semua orang yang di meja itu langsung melihat ke arah Anin saat dia mengatakan masalah pekerjaan.
"Nin,, kamu tuh ngapain sih bicara gitu, kamu ngga sopan banget sih,,"kata Maya.
"Lah benar kan yang Aku katakan, kamu ngga kasihan apa sama Kay ,dia teman juga sahabat kita ,kita harus ingatkan dia agar tidak terjerat laki laki yang ngga benar,, "kata Anin yang berteriak karena kesal juga musik yang sangat kencang.
Sedang Kay hanya biasa saja,karena Kay paham apa yang di kuatirkan oleh Anin.Tapi tidak dengan Alvin, Alvin langsung melepaskan rangkulanya pada pundak Kay, tapi Kay justru mengambil tangan Alvin lalu menggenggamnya.
"Nin,, kamu bicara ngotot gitu, sama emosi lagi, tapi yang ngejalaninnya biasa aja tuh,, "kata Bimo sambil menujuk ke arah Kay dan Alvin dengan dagunya. Anin pun melihatnya.
"Nin terimakasih kamu sudah menghuatirkan Aku, tapi Aku merasa nyaman denganya, dan masalah pekerjaanya Aku sudah tau, jadi kamu ngga usah kuatir yah,, "
"Kay,, kamu kok jadi gini sih,, kamu otaknya kayanya lagi ngga beres deh, apa jangan jangan kamu di pelet lagi,, "
__ADS_1
"Nggomongnya nih cewe ampun deh,, "kata Bimo sambil tepuk jidat.
"Lah mungkin emang benar kan, Kay orang yang sangat kaya, untuk mencari laki laki yang mapan, ganteng dan kaya pasti saking gampangnya, tapi kenapa Kay malah suka sama dia ,yang sudah jelas jelas dari pekerjaanya juga sangat menggelikan,, "
Alvin sudah merasa ngga nyaman dengan keadaanya sekarang, Kay yang menyadarinya langsung bicara sama Anin.
"Nin cukup, kalau kamu memang sahabatku tolong hargai pilihanku, entah sejelek apapun dia di mata kamu dan di mata orang, tapi Aku mencintai dan menyayanginya,, tolong cukup hentikan semua kata katamu,hargai pilihanku, "kata Kay sambil sedikit kencang nada suaranya.
"Kay,, "
"Nin,, sudah,, "kata Maya langsung mendekati Anin.
Anin yang kesal langsung minum satu gelas minuman yang beral***kohol.
"Nin,, sudah. Kay juga ingin merasakan di cintai dan di sayangi oleh seseorang,dari dulu kita lihat Kay yang kurang bahagia kan, dan sekarang Kay sudah menemukan orang yang bisa membuatnya bahagia ,jadi kita harus mendukungnya, bukan justru menyudutkanya, biarkan Kay merasakan bahagia dengan pilihanya sendiri,, kita harus mendukungnya,, "sambil mengusap pundak Anin yang masih emosi.
"Udah yah,, lebih baik kita turun yuk,, kita senang senang,, "Maya menarik Anin untuk turun menikmati musik.
"Jangan di masukan ke hati kata kata Anin tadi ya Mas,, "sambil Kay memeluk Alvin dari samping.
"Hemm,, apa yang di bilang temanmu memang benar semuanya kok, dan Mas memang ngga pantas buatmu,, "
"Tapi yang bisa menilai orang yang pantas dan tidaknya kan Aku Mas, dan menurutku Mas pantas buat ku,, karena Aku merasa nyaman dan merasa di lindungi kalau bersama Mas,, jadi biarkan orang berkata apa yang penting kita sama sama merasa nyaman,"Alvin mengusap rambut Kay dengan sayang.
"Trimakasih telah memilih Mas untuk menjadi pendampingmu, Mas berjaji tidak akan pernah menyakitimu, semoga kita juga selalu bahagia, dan menghadapi segala masalah bersama sama, "Kay tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Kamu ngga turun Yang, gabung gih sanah sama teman temanmu,, "
"Ngga ah,, ada Mas malu,, "
"Malu,, dulu aja ngga malu, Mas sering lihat kamu tuh joged joged di sana bareng temen temenmu,, "
"Emang Mas suka lihatin Aku yah,, iihhh nyebelin banget sih,, "Alvin pun tertawa.
__ADS_1
"Sidah malam,, pulang duluan gih,, "Kay menggelengkan kepalanya.
"Kenapa,,,? "
"Pengin tidur di partemen,pulangnya besok pagi aja,, sekalian berangkat ke kantor,, "
"Mas bukanya ngga ngebolehin dan ngga mau kalau kamu tidur di apartemen, tapi Mas takut kamu dicariin Mamahmu,, "
"Ngga papa Mas,, Mamah ngga bakalan nyariin Aku kok,, "
"Tapi Yang,,, "
"Suttt,,, udah Mas ngga usah takut yah, biar nanti kalau ada apa apa Aku yang akan tanggung jawab,, "
Alvin ahirnya ngga bisa berkata apa apa lagi, memang sifat Kay itu keras juga, apa yang dia mau tak ada yang bisa melarangnya.
"Sudah Malam kita pulang aja yuk,, "ajak Alvin.
"Ayo,, tapi Aku bilang sama Maya dan Anin dulu ya Mas,, "Alvin mengangguk.
Lalu Kay berjalan menuju Teman temanya, setelah dekat Kay bilang pada teman temanya akan pulang duluan.
"Kamu mau pulang duluan Vin,,? "tanya Adit yang kemali ke meja.
"Iya,, besok kan harus bangun pagi, masa hari pertama kerja telat sih ya lucu,, "mereka berdua tersenyum.
"Ya udah sanah oulang, dan besok kita ketemu di kantor, ok,, "
"Sip lah,, "sambil tos dengan tangan yang di genggam.
Setelah itu Alvin mendekati Kay ,dan Alvin juga membawakan tas milik Kay.
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya,,, trimakasih...
__ADS_1