
Adit dan Tiwi sudah naik taxsi untuk menuju alamat teman Tiwi, di taxsi Tiwi langsung memejamkan matanya, karena kata Adit cukup jauh alamat itu.
Adit lalu menarik kepala Tiwi agar bersandar di pundaknya. Tiwi sebenarnya merasakanya saat Adit menarik kepalanya, tapi karena Tiwi merasa kepalanya berat ahirnya hanya diam saja, dan tidur di pundak Adit.
Setelah sampai di alamat teman Tiwi, Adit lalu membantu membawa koper Tiwi untuk menuju tempat tinggal teman Tiwi itu,(sebut saja kos kosan)
Tiwi mengetuk pintunya sudah cukup lama, tapi tidak terbuka juga.
"Coba kamu telfon Dek, siapa tau dianya sedang pergi,, "Tiwi pun menurut dan langsung menelfonya. tapi sedikit menjauh dari Adit.
Dan tlfon pun langsung di angkatnya. "Maaf Wi,, Aku lagi di rumah sodaraku, dan Aku baru saja sampai, Aku juga mau menginap, gimana ini dong Wi,, "kata temanany.
"Kenapa kamu ngga bilang padaku sih Nur,, Aku harus gimana dong sekarang,, "
"Maaf Wi Aku tadi lupa,, kamu cari hotel aja dulu yah, besok kalau Aku pulang Aku telfon kamu,, "
"Ya udah deh kalau gitu,, "telfon pun di matikan.
__ADS_1
"Gimana,,? "tanya Adit saat Tiwi mendekatinya.
"Temen Tiwi ternyata sedang pergi, dan pulangnya besok,, "
"Kok bisa dia main pergi gitu, apa dia ngga ngabarin dulu,, "Tiwi menggeleng.
"Terus sekarang mau gimana,,? "
"Tiwi mau cari hotel buat nginep, besok temen Tiwi pulang baru Tiwi kesini lagi, "Adit membuang nafas kasar.
"Kalau Kaka pengin pergi, pergi aja, Tiwi bisa kok cari hotel sendiri, "
Tiwi yang melihat Adit sedang berjalan terlihat lemas merasa tidak enak karena merepotkanya.
Mereka berdua naik taxsi di mana hotel tempat Adit menginap. saat Adit pesan kamar buat Tiwi ternyata semua kamar Hotel penuh.
"Kita sekamar aja ya Dek,, soalnya ngga ada kamar yang kosong lagi,, "Tiwi diam karena bingung.
__ADS_1
"Kaka nanti tidur di sofa dan kamu yang di ranjang, Kaka janji ngga ngapa ngapain, lagian kaka juga anggap kamu itu adik Kaka, jadi kamu tenang aja,, "Ahirnay Tiwi mengangguk karena bingung mau ngapain lagi, karena Tiwi juga sudah merasa cape.
Lalu mereka masuk ke kamar hotel, dan di kamar Tiwi diam, karena bingung mau ngapain .
"Dek Kamu pasti cape,, sanah istirahatlah sanah,, "kata Adit, Tiwi mengangguk.
Lalu Tiwi mengambil baju untuk ganti dan membawanya ke kamar mandi, sedang Adit duduk di sofa, lalu menelfon Maya.
Tiwi keluar dari kamar mandi langsung kearah ranjang kasur, dan duduk sambil menyisir rambutnya.
Adit yang sedang mengobrol dengan Maya di telfon, tidak sengaja melihat ke arah Tiwi yang sedang menyisir rambut panjangnya, Tiwi terlihat cantik dan segar, hidung Adit juga mencium bau sabun yang sangat harum.
"I,, iya sayang,, kamu juga harus makan yah, jangan sampai telat, dan obatnya juga di minum,, "Adit berkata sedikit gugup karena mata dan hatinya sedang terbagi.
"Ya udah,, Mas juga mau istirahat, Love you,, "telfonpun mati. Adit lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
Setelah itu Adit bukanya mandi, dia justru menjatuhkan badanya di sofa dan memejamkan matanya. tapi Adit tidak bisa tidur justru terbayang wajah Tiwi saat tadi menyisir rambutnya dan hidungnya masih saja mencium bau wangi dari sabun yang Tiwi pake untuk mandi,lalu Adit membuka matanya dan melihat Tiwi yang sedang tidur di kasur.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...