
Oooeeee,,,,ooeeee,,,,
Tangisan bayi tersengar dengan kencangnya,Alvin langsung mengucap sukur dan mencium kening Kay dengan bahagia.
Suster lalu membawa si bayi pada Kay dan di letakanya di dada Kay sebentar,Kay dan Alvin sangat bahagia saat melihat anaknya.
"Selamat ya Pak ,Bu,,anak kalian laki laki,dan semuanya lengkap tidak ada yang kurang,"
"Iya Sus,,trimakasih,,"Lalu suster membawa bayinya untuk di bersihkan,dan Kay juga di bersihkan oleh Dokter dan suster.
"Terimakasih ya sayang,kamu telah memberikan Mas kebahagiaan dengan melahirkan seorang anak laki laki yang sangat tampan,semoga kelak anak kita menjadi anak yang soleh dan sukses,"Kay hanya mengangguk pelan,karena Kay masih merasa lemas.
Lalu Alvin keluar untuk memberi taukan pada Ibu dan Rara kalau Kay melahirkan akan Laki laki dengan sehat.
"Ibu,,,,Kay melahirkan anak laki.laki bu,,dan keduanya sehat,,"sambil memeluk Ibunya.
"Selamat ya sayang,,"Alvin menjawab Iya,lalu Rara dan Bimo juga memberi selamat.
Mereka berempat lalu melihat ke ruang Bayi untuk melihatnya.
"Yang mana kak anak kaka,,?"tanya Rara.
"Itu yang di box no dua dari kiri,,"mereka melihat dari luar ruangan dan dari jendela kaca melihatnya.
"Wah kagnteng banget,itu sih perpaduan kaka sama kak Kay,,"
"Iya,,kanteng cucu Ibu,"kata Ibu,
Tapi beda dengan Bimo yang diam tanpa berkomentar,karena Bimo yang sudah ingin punya anak tapi belum di kasih kepercayaan oleh Tuhan.
Rara melihat ke wajah Bimo yang berbeda,lalu mengusap lenganya.sambil Rara tersenyum.
__ADS_1
Ibu dan Alvin menuju ruangan Kay,karena Kay sudah di pindahkan keruang rawat.
"Kamu ngga senang apa Mas lihat bayinya Kak Alvin,,dia lucu tau,,"mereka duduk di depan ruang rawat Kay,Bimo rupanya belum mau masuk.
"Mas Senang,,tapi Mas merasa iri,,karena Mas juga sudah menginginkan anak tapi Tuhan belum juga memberinya,,"Rara lalu menggenggam tangan Bimo.
"Mas kita harus sabar,pasti Tuhan punya rencana indah untuk kita di suatu hari nanti,kita itu baru menikah masih itungan bulan,jari kita aja masih bosa buat ngitung,banyak loh di luar sana yang menikah sudah lama tapi belum juga di beri momongan,Mas harus bersabar dan banyakin doa pada Tuhan yah,"Rara sambil tersenyum untuk membuat Bimo lebih baik lagi.
Sedang di dalam ruangan Kay di bantu suster untuk memberikan ASI pada anaknya,rupanya Asinya belum keluar banyak ,itu membuat Bayi menangis kencang karena kesusahan.
Ibu lalu menggendong si bayi,sedang suster membantu memijit dada Kay.
"Bapanya juga nanti bosa bantu yah,seperti yang saya lakukan sekarang,,"Alvin langsung kaget.
"Kok saya sus,susterkan bisa,,?:
"Ya saya juga bisa,tapi bapa membantu juga ngga papa,itu bisa membanut rangs*angan pada air su*su Ibu agar cepat keluar,,bapa perhatikan yah cara saya ini,,"Suster menujukan gimana cara mengusap dada Kay agar airnya cepat keluar,sedang Kay terlihat kesakitan.
Sekarang tinggal Alvin dan Kay di ruangan,Alvin menggenggam tangan Kay dengan sayang,dan Alvin menemani Kay duduk dibangku sebelah ranjang.
"Mas,,Aku haus,,"Alvin lalu membantu Kay untuk minum.
"Tidurlah,ini sudah malam,,"kata Alvin saat Kay sudah selesai minum.Kay pun mengangguk.
Setelah Kay tertidur ,Alvin juga ikut tidur sambol duduk,dan kepalanya di letakan di pinggir kasur.
Pagi harinya Alvin bangun duluan,Alvin menuju kamar mandi untuk cuci muka,saat keluar dari kamar mandi ternyata Kay sudah bangun.
"Mas,,Aku pengin pipis,,"kata Kay pelan.lalu Alvin membantu Kay.
"Pelan sayang turunya,,"Alvin membantu Kay turun dari ranjang,setelah Itu Alvin memegang tiang infusan.
__ADS_1
Di kamar mandi Alvin.membantu Kay untuk buka celana,Kay masih merasa sakit dan masih mengeluarkan darah banyak.
"Mas Aku takut kencing,pasti sakit dan perih,,"
"Ngga papa,,kencingkan saja dari pada di tahan tidak baik,,jangan takut Mas akan temani di sini,,"Kay dengan rasa takut pun kencing,dan darah keluar barengan air kencing dengan banyaknya.
Alvin yang melihatnya sama sekali tidak merasa jiji,justru Alvin yang membantu membersihkan inti Kay,juga menyiram darah di lantai.
Alvin kuga membantu Kay untuk memasang pbalut do celananya,setelah Kay pake celana,Alvin yang membersihkan bekas pembalut yang banyak darahnya itu.
"Maaf ya Mas,Aku merepotkan Mas,,"
"Ngga sayang,,Mas ngga merasa di repotkan kok,,ini tidak sebanding dengan rasa sakit saat kamu melahirkan Anak kita,,"
Setelah bersIh Alvin membuangnya,dan mereka berdua lalu keluar dari kamar mandi.
Saat Kay sudah naik ke atas ranjang,Suster membawa dede bayinya.suster lalu memberikanya pada Kay agar Kay bisa menggendongnya.
Suster membantu lagi untuk Kay memberi Asi pada si bayi,walau airnya belum lancar tapi si bayi sudah bisa menye*dotnya.lalu suster keluar dan membiarkan bayinya di dalam,agar kedua orang tuanya bisa bersamanya.
"Mas,,anak kita mirip kamu yah,,"
"Mirip apanya,orang mirip kamu semuanya kok,,"Alvin sambil mengusap kepala anaknya yang di gendong Kay.
"Mas sudah siapkan nama untuknya kan,,?"Alvin mengangguk.
"Siapa namanya,,?"
**Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih....
Silakan kalau kaka kaka ada yang punya ide nama buat anak kay dan Alvin,komen yah**..
__ADS_1