
Alvin langsung kaget saat mendengar apa yang Adit katakan rentang istrinya.
"Aku akan kesana sekarang,,kamu tenanglah,"Kata Alvin dan langsung mematikan telfonya,dan Kay langsung bertanya.
"Ada apa Mas,,ada apa dengan Maya,,"kay bangun dari duduknya dan.mendekati Alvin.
"Maya Meninggal,,"dengan pelan Alvin berkata.
Kay langsung menangis,Alvin langsung memeluknya.
"Sudah jangan menangis,ini sudah kehendak Tuhan,kita harus mengiklaskanya,,"sambil mengusap punggung Kay.
Bimo masuk ke ruangan Alvin dan bimo juga sudah tau kabar Maya meninggal.
"Ayo kita kerumah sakit sekarang,Kasihan Adit,,dia butuh kita,,"kata Bimo.
"Iya ayo,,"lalu Kay mengusap air matanya.dan ikut pergi kerumah sakit.
__ADS_1
Bimo menelfon Rara dan mengabari tentang Maya.di rumah sakit Adit terlihat kacau,Anin pun juga sudah datang.
"Kenapa zenazahnya belum di urus,,?"tanya Alvin pada Adit.
"Aku belum membayar biyaya rumah sakitnya,jadi belum bisa di bawa pulang,,"Adit berkata pelan.
"Ya Tuhan,,Bim urus semuanya,kita harus cepat memakamkanya,ini juga sudah sore,biar Aku yang kebagian adrministasi,"Bimo mengangguk lalu pergi dan Alvin pun pergi untuk mengurus administrasi.
"Anaku sungguh malang,dia salah memilih suami,sampai dia meninggal pun ngga punya biyaya untuk membayar dan mengurus semuanya,,"Kata Ayah Maya,Alvin yang sudah berjalan dua langkah lalu mendengar perkataan Ayah Maya berhenti berjalan.
Alvin langsung pergi,Kay ,Anin dan Ibu duduk menunggu Zenazah Maya di bawa pulang.Sedang Adit terlihat kacau,dia terus menangis di dekat Zenazah.
Setelah Alvin beres,perawat lalu mengurus kepulangan Zanazah,dan di masukan ke Ambulace.
Zanazah Maya di bawa kerumah orangtuanya,setelah sampai banyak orang yang melayat,Rara dan Ibu juga datang,mereka naik taxsi.
Dua jam kemudian Zenazah di bawa kepemakaman umum,dimana anak Maya kemarin di makamkan,mereka berdua bersebelahan.
__ADS_1
Semua orang pun pulang setelah selesai di makamkan.Adit belum mau pulang dan katanya dia ingin sendiri,lalu semuanya pun meninggalkanya.
Adit,Bimo,Kay,Maya dan Ibu pulang bersama,sedang Anin pulang sendiri.Adit di makam tidak henti hentinya menangis.
"Sayang,,maafkan Mas kalau selama ini Mas belum bisa menjadi suami yang baik untukmu,semoga kamu di tempatkan di surganya Tuhan bersama anak kita,dan pasti kamu sudah tidak merasa sakit lagi,berbahagialah kalian di surga ,Mas menyayangi kalian,sangat,,,"Adit berbicara sambil terus menangis.
Hari hampir gelap,dan Adit masih duduk diam di dekat makam istri dan anaknya.
"Tuhan,,jika ini yang terbaik untuk istri dan anaku,Aku iklas ya Tuhan,tapi kenapa begitu cepat mereka di ambil olehmu Tuhan,Aku baru merasakan kebahagiaan mempunyai seorang istri dan anak,keluarga yang lengkap ,apa begitu banyak dosa yang Aku perbuat Tuhan sampai baru saja Aku merasakan kebahagian tapi engkou sudah mengambil kebahagiaan itu,Aku mohon maafkan semua dosa dosaku Tuhan,Aku ingin bahagia,,"dalam hati Adit berkata.
"Sayangnya papah,,papah pulang yah,sayang sudah di temani Mamah,semoga sayang dan Mamah tenang di sana,Papah pulang dulu,besok pasti papah akan sering datang,,"sambil mengusap kayu bertuliskan nama anaknya.
"Sayang,,Mas pulang yah,besok Mas kesini.lagi,"sambil mengusap kayu bertuliskan nama Maya,dan menciumnya.
Adit dengan pelan berjalan meninggalkan makam,dan hari pun sudah sedikit gelap.
Jangan.lupa like,komen dan votenya,terimakasihh...
__ADS_1