MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Keinginan Rara


__ADS_3

Bimo membawa motornya dengan kecepatan sedang, tangan Rara tapi tidak memeluknya, karena Rara tidak mau ada omongan dari tetangganya yang tidak enak lagi.


Saat sudah jauh, Bimo baru berani mengambil tangan Rara untuk di genggamnya.


"Ibu sukanya makan pakai apa Ra,,? "


"Ibu sih orangnya Ngg pemilih, dan begitu juga Rara sama Tiwi, apa aja asal makanan kita semua doyan,, "


"Oh gitu,, baiklah kita akan belikan makanan yang Ibu pasti jarang makan,, "


"Emang mau beli apa,,? "


"Ada deh,, hari ini buat ngerayain kita jadian, kaka akan beli banyak makanan,, "


"Nanti mubazir loh kak kalau kebanyakan,, "


"Iya juga yah, ya kita beli yang macam macam tapi hanya sekedarnya aja,, "Rara pun mengangguk.


Bimo pertama membeli Ayam kriuk, setelah itu pesan ikan bakar juga ayam bakar, Dan macam macam gorengan juga, setelah itu Bimo membeli jus buah dan es buah.


"Kak,, udah banyak nih, kita pulang yuk, "


"Bener nih, ngga mau nambah lagi,, "


"Ngga, ini udah banyak,, "


"Ya udah kita pulang yuk,, "


Setelah setengah jam muter muter beli makanan, mereka pun pulang.


"Wi,, bantu Kaka dong buat tata makanan , "saat sudah sampai rumah.


"Iya kak,, "Tiwi keluar dari kamarnya dan mengikuti Rara masuk ke dapur.

__ADS_1


Bimo pun ikut masuk dan duduk sambil meminum jus alpukat. sedang Rara dan Tiwi membuka semua makanan dan di letakan ke piring.


"Ini enak loh ,cobain,, "Bimo berkata sambil menyodorkan sedotan ke mulut Rara, posisi Rara berdiri dekat Bimo. Rara tidak mau menyedotnya, hanya geleng geleng kepala.


"Kenapa,, hemmm,,, "sambil menatapnya dan mengangkat kedua alisnya. Rara lalu menatap ke Tiwi, dan ternyata Tiwi sedang tersenyum.


"Ngga usah malu Kak,, Tiwi ngerti kok, kan kalian sepasang ke kasih sekarang,, "sambil masih tersenyum.


"Apa sih Dek,,, "Rara masih malu saja.


"Ini tangan Kaka cape tau ngga, minum biar segar tenggorokanya, buruan,, "


"Ngga ah,, Rara ngga haus,, "


"Jangan bohong,, ayo minum kalau ngga mau Kaka akan tetap kaya gini,, "Rara ahirnya mau karena Tiwi tetap aja tersenyum dan tangan Bimo yang masih mengacungkan tangannya ke arah mulutnya.


Rara men*yedot jus alpukat dari sedotan, dan Rara cukup lama meny*edotnya sampai Bimo melihatnya tersenyum.


Selesai menata makanan Rara menyuruh Tiwi untuk memanggil Ibu, Tiwipun langsung pergi.


Sekarang tinggal ada Bimo dan Rara di meja makan, Tangan Bimo lalu mengambil tangan Rara untuk di genggamnya.


"Kak,, "Rara sambil ingin melepaskan genggaman tangan Bimo.


"Jangan di lepas, biar seperti ini, saat Ibu dan Tiwi datang akan kaka lepaskan,, "lalu Bimo mencium tangan Rara, Rara yang merasakan ciuman di tanganya menjadi malu dan membuang wajahnya karena pasti wajahnya sudah memerah.


"Semoga Alvin menyetujui pernikahan kita ya sayang,,, "Rara tidak berani menatap Bimo karena wajahnya tambah memerah, Bimo memanggilnya sebutan sayang, membuat Rara di dalam hatinya tambah mejadi deg degan.


"Kenapa ngga jawab, apa kamu ngga mau kita nikah,, "saat Rara mau jawab Ibu dan Tiwi sudah datang,Bimo langsung melepaskan tangan Rara.


"Wah,,, banyak banget makananya,, enak enak lagi,, "kata Ibu sambil duduk.


"Kaka kenapa,, kaka sakit,,? "tanya Tiwi.

__ADS_1


"Ngga,, "Jawab Rara.


"Kok wajahnya merah gitu, "Rara langsung memegang pipinya.


"Masa sih,, tapi Kaka ngga sakit kok,, "Bimo pun tersenyum melihat wajah Rara yang merah.


"Ya udah kalau kaka ngga sakit,kita makan aja yuk, ini udah lewat jam makan siang loh,, "kata Ibu.


"Iya Bu,, "jawab Rara dan Tiwi.


Mereka berempat makan bersama dengan lahap, Rara sesekali membantu Bimo mengambil makanan. selesai makan Rara dan Tiwi membereskan piring. sedang Ibu dan Bimo duduk di ruang depan.


"Kak,, itu ayam kriuknya tinggal satu Tiwi makan boleh ngga,, ?"sambil mencuci piring.


"Emang belum kenyang,,? "


"Udah sih kak, Tiwi mau makanya tapi ngga pake nasi, boleh yah kak,, "


"Ya udah makan aja,, "


"Yes,, makasih ya kak,, "Rara hanya mengangguk, lalu lanjut membereskan meja.


Setelah selesai Rara dan Tiwi lalu ikut gabung duduk di ruang depan bersama Ibu dan Bimo.


"Kak,, Ibu sudah menelfon kak Alvin, kata kak Alvin semua keputusan di serahkan pada kak Rara,jadi kak Rara lah yang memutuskan sekarang mau atau tidaknya menikah dulu dengan nak Bimo,,? "Rara masih diam.


"Ibu tidak memaksa kalau Kak Rara belum siap untuk menikah sekarang, jadi kaka tidak usah takut untuk mengambil keputusan yah,, "kata Ibu lagi, Bimo menatap Rara dengan was was.


"Kak Bimo maaf sebelumnya, tapi Rara di sini ingin mengutarakan keinginan Rara ,kalau pun nanti keinginan Rara memberatkan kak Bimo dan kak Bimo tidak ingin melanjutkan pernikahan ini Rara tidak papa dan tidak akan marah, "Bimo menganggkuk.


"Kalau kita nanti jadi menikah, yang pertama Rara ingin tetap menyelesaikan kuliah Rara di sini, dan kaka yang memang kerja di kota tetap lah bekerja di kota, kita akan LDRan, dan kaka bisa datang kesini kapan saja silakan, Kedua Rara ingin tau masa lalu kak Bimo dan juga keluarga kak Bimo, Rara hanya ingin tau bagaimana kak Bimo sebelumnya dan asal kak Bimo dari mana, takutnya kalau Rara tidak tau tentang kak Bimo di kemudian hari ada masalah, jadi Rara bisa mengerti dan memahami, dan yang ketiga kalau nanti Rara lulus kuliah dan ikut kaka ke kota, Rara juga ingin membawa Ibu juga Tiwi ke kota, apa kak Bimo mau dengan semua keinginan Rara,"


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2