
Kay yang melihat Alvin sedikit marah langsung mengambil tangan Alvin dan di genggamnya.
"Maaf kalau Mas tersinggung, tapi Aku tidak punya fikiran yang Mas tadi katakan, Aku melakukan ini karena agar kita fokus pada pindahan rumah pasti akan sangat sibuk, Aku minta maaf ya Mas karena tidak bilang padamu, Aku fikir pasti Mas akan suka dengan ideku untuk meminta bantuan teman Mas, agar kita fokus ke yang lain,, "Alvin tetap diam.
"Jangan marah dong Mas,, Aku melakukan semuanya kan juga buat kita, Aku sangat mencintai Mas sampai Aku berfikir Mas tidak perlu melakukan hal yang membuat Mas repot, karena Mas baru bekerja Aku tidak mau Mas mendapat masalah karena mengurus persiapan pernikahan kita,karena nanti pas hari H Mas harus minta izin untuk libur kerja,"
"Maaf karena Mas tidak bisa membatu dan memberikan apa apa buat persiapkan pernikahan kita, dan tidak bisa memberikan pesta yang mewah juga yang meriah buatmu, "sambil tangan Alvin mengusap pipi Kay.
"Aku ngga butuh apa apa Mas, asalkan Mas selalu ada buatku itu sudah dari cukup, dan berjajilah padaku kalau Mas akan mencintaiku dan tidak akan pernah meninggalkanku,, "
"Tanpa kamu minta,Mas tidak akan meninggalkanmu, apapun yang akan terjadi. dan soal cinta jangan di tanya, Mas sangat mencintaimu itu sangat,, tidak akan ada wanita di hati Mas selain kamu,, "Kay langsung memeluk Alvin.
"Makasih Mas,, "Alvin lalu mencium kening Kay.
"Boleh Mas minta satu permintaan,, "Kay langsung melepaskan pelukanya.
"Mau minta apa,,? "
"Libatkan Mas dalam semua rencana kamu, walau Mas tidak punya uang, setidaknya Mas punya fikiran yang bisa memberikan pendapat atau ide, siapa tau bisa memberi jalan keluar di setiap rencana yang kamu inginkan,, "Kay pun tersenyum.
"Iya Mas,,mulai sekarang Aku akan melibatkanmu di setiap rencanaku,, "Lalu mereka tersenyum bersama.
Setelah itu mereka berdua kembali ke kerjaan mereka masing masing, Kay mengantarkan Alvin ke kantornya dulu. setelah itu Kay baru ke kantornya.
Sedang Eva dan Emi masih di apartemen, mereka berdua saat ini sedang menunggu gadis yang akan membatu Eva untuk memisahkan Kay dan Alvin.
__ADS_1
"Siapa nama kamu,,? "tanya Eva saat gadis yang sangat cantik dengan bodi yang seperti gitar sepanyol telah ada di depanya.
"Nama saya Melodi,, "sambil ikut duduk dengan Eva juga Emi.
"Apa kamu bisa melakukan pekerjaan itu,, "Emi sudah memberi taukan apa pekerjaan untuknya melalui telfon sebelum Melodi sampai apartemen.
"Saya yakin bisa melakukanya, tapi kalau sampai berhasil saya minta tabahan untuk bayaran Saya, karena ini sangat beresiko, "
"Masalah uang tidak masalah, ini cek saya kasih setengahnya, kalau sampai berhasil saya baru melunasinya, dan ingat saya tidak mau nama saya di sebut kalau nanti kerjaan kamu sampai gagal,, mengerti,, "Kata Eva, sambil melempar selembar cek ke meja dengan terluisan nominal 50 juta.
"Ok saya mengerti,, "sambil tersenyum saat melihat nominal di cek .
"Ini fotonya dan di situ tertulis nama, dan tempatnya bekerja,, saya tidak mau mendengar kata gagal,, "
Melodi lalu keluar dari Apartemen Eva, dia akan langsung mencari tau yang namanya Alvin itu orang seperti apa.
Sedang jam cepat berlalu ,sekarang sudah waktunya jam pulang kerja, Alvin langsung menuju parkiran di mana motornya di parkir. saat Alvin menaiki motornya ada perempuan yang meminta tolong.
"Mas,, bisa minta tolong ngga, motor saya tiba tiba susah di setater nih,, "Alvin lalu turun lagi dari motornya.
Alvin lalu memeriksa motornya perempuan itu, dan saat Alvin mencoba untuk mensetaternya, tiba tiba itu perempuan seperti akan jatuh, Alvin lalu menangkapnya.
"Apa Mba ngga papa,,? "
"Maaf,, terimakasih saya ngga papa, tiba tiba kepala saya pusing,, "
__ADS_1
"Oh gitu, kalau begitu lebih baik mba jangan pulang pake motor, lebih baik naik taxsi aja, bahaya soalnya mba,,kalau nanti tiba tiba mba pusing lagi di jalan,, "
"Iya Mas,, saya akan naik taxsi aja kalau gitu, trimaksasih ya Mas,, mari saya duluan,, "kata si wanita itu, dan Alvin lalu balik ke motornya, si perempuan tersenyum tipis karena telah berhasil membuat tanda bibir di baju Alvin. Alvin yang tidak tau langsung memakai jaketnya dan pergi.
Sampai di apartemen Kay sudah pulang dan sedang mengobrol dengan Mamahnya, Alvin masuk dan menuju kamar bersama Kay.
"Sayang Mas mau mandi dulu yah,, gerah banget nih,, "
"Ya udah Mas mandi dulu gih,, sinih Aku bantu lepas jaketnya,, "kata Kay, saat jaket terlepas mata Kay langsung melihat bekas bibir di baju Alvin dan juga bau wangi perempuan.
"Mas,, kamu habis ngapain, kamu selingkuh,! "suara Kay terdengar sangat keras.
"Kamu ngomong apa sih Yang, kalau ngomong jangan sembarangan deh,, "
"Sembarangan gimana, itu di bajumu ada tanda bibir dan bajumu bau minyak wangi wanita, apa itu kalau bukan selingkuh Mas,, !"
Alvin langsung melepaskan baju kemejanya, dan benar saja, Alvin melihat tanda bibir di baju dekat kerah,Alvin pun kaget melihatnya.
"Kamu selingkuh Mas,, kamu jahat tau ngga Mas,,"Kay sambil memukuli Alvin.
"Ngga Yang,, sungguh Mas ngga selingkuh, ini hanya salah faham,, tenang dulu,,Mas akan jelaskan, "kata Alvin sambil memegang tangan Kay.
"Aku ngga butuh penjelasan,, ini sudah jelas, Aku benci sama Mas,, Benciii,,, "sambil lari keluar kamar, Alvin pun mengejarnya.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1