
Alvin pun mulai bercerita pada Kay dari saat Ayah Alvin meninggal dan Ibunya yang depresi, Ibu yang butuh berobat dan membutuhkan uang banyak, juga untuk adik adiknya makan, untungnya para tetangga banyak yang memberinya makan saat itu.
"Saat itu Aku pulang sekolah, Aku merasa bingung karena belum punya uang untuk berobat Ibu besok, Aku hanya berdiam di halte dan sambil berfikir untuk cari uang ke mana,, saat sedang bingung Aku melihat teman seangkatanku tapi beda kelas yang sedang mengobrol dengan temanya, dia di tawari pekerjaan, Aku yang dengar langsung mendekati mereka,"
"Dan Aku pun meminta mereka untuk mengajaku untuk bekerja,lalu ahirnya Aku pun di ajaknya, hari pertama di ajak kerja Aku merasa takut,tapi karena melihat hasil pendapatan uangnya lumayan banyak ahirnya Aku pun menghilanhkan rasa takutku, "Kay masih diam mendengarkan Alvin berbicara, Kay tidur sambil membelakangi Alvin dan Alvin memeluknya dari belakang.
"Aku sudah ingin lepas dari pekerjaan itu sudah dari lama, walau pun sekarang belum lepas tapi Aku sudah menguranginya, sekarang Aku sudah lama tidak bekerja seperti itu semenjak bekerja di kantor Milik keluargamu, "sambil mengusap kepala Kay.
"Apa pekerjaan itu,, ?"tanya Kay dengan suara yang serak menahan tangis.
"AKU SEBAGAI PENGHANGAT PARA TANTE TANTE KESEPIAN DI RANJANG,"Kay langsung menangis, yang tadinya di tahan ahirnya keluar juga.
"Ibu pun baru tau pekerjaanku kemarin saat di Bali, sepertinya ada yang mengatakanya pada Ibu tentang pekerjaanku,untungnya Ibu tidak jiji dan marah padaku, hanya Ibu kecewa dan menyuruhku untuk menyudahinya,, Aku pun sudah berjanji pada Ibu bahwa Aku tidak akan bekerja seperti itu lagi,, "
"Menangislah Aku tidak akan melarangmu menangis, maaf membuatmu terluka, pasti kamu merasa jiji padaku,, Aku sudah menceritakan semuanya pada mu, jadi Aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku atau memaafkanku, hanya perlu kamu tau Aku melakukanya karena terpaksa, Aku butuh uang untuk Ibu dan adik adiku,, "sambil melepas pelukanya.
__ADS_1
Lalu Alvin pun ikut membelakangi Kay, dan Alvin yang kelihatan sangat kuat pun ahirnya tidak bisa membendung air matanya.
"Aku tidak akan memaksamu untuk mau menerimaku, Aku terima semua keputusanmu, walau rasanya berat untuk berpisah denganmu,karena Aku sudah jatuh hati padamu,, "kata Alvin dalam hati dengan air mata yang mengalir. dan sampai ahirnya Alvin pun tertidur.
Pagi harinya Alvin bangun tidur dan melihat di sebelahnya sudah kosong, Alvin hanya tersenyum tipis dengan hati yang sakit.
Sedang Kay yang baru sampai rumah langsung menuju kamarnya, karena masih jam 5 pagi.
"Aku harus gimana ini,, kenapa di saat Aku sudah menemukan orang yang bisa membuatku nyaman, tapi ternyata dia pria yang sungguh menjijikan,, "kata Kay dalam hati sambil tiduran di kasur.dan ahirnya tertidur juga.
Ahirnya Kay pun mandi untuk menyegarkan fikiranya, saat Kay mandi dia teringat saat saat Alvin menyentuh tubuhnya, rasanya sungguh membuat Kay terlena, tapi saat Kay teringat tentang pekerjaan Alvin kay langsung menggosok badanya dengan sabun.
"Rasanya sungguh jijikk,, kenapa dia menyentuhku,,, aaahhgggg,,, "kata Kay yang kesal.
Sedang di ruangan Eva, dia sedang marah pada Alvin. sambil menyobek map yang berisikan tentang kesepakatan mereka.
__ADS_1
"Apa hubunganmu dengan anaku,, kenapa kamu berani menghianatiku dengan berhubungan dengan anaku,, jawabb!!!"setelah kertas kertas berserakan. karena dari tadi Alvin hanya diam.
"Kalau kamu tidak mau jawab, hari ini juga kamu di pecat dan Saya minta uang finaltinya sebesar 500 juta, karena kamu telah menusuku dari belakang, "
"Saya tidak akan biarkan anak Saya berhubungan dengan laki laki murahan sepertimu, anaku adalah anak yang terpandang,terhomat dan kaya, tidak akan kubiarkan dia dekat denganmu,, "
"Akan ku beri tau siapa kamu sebenarnya, pasti Anaku akan jiji kalau tau kamu siapa,, dasar laki laki murahan,, cuhhh,, "sambil Eva meludah ke bawah dan mengenai sepatu Alvin. .
"Silakan anda menghina saya sepuas anda, saya tidak akan marah, silakan anda mengatakan apapun pada anak anda tentang saya, saya akan trima, karena memang itu kenyataanya, saya di pecat dari pekerjaan ini Saya pun terima, dan finalti yang anda minta akan saya berikan, tapi ingat ludah yang anda berikan pada Saya itu tidak akan pernah Saya lupakan,, "sambil menatap Eva dengan tegasnya.
Setelah itu Alvin pun pergi,tapi saat akan membuka pintu Kay sudah ada di depanya, Kay tidak mau menatap Alvin, Kay membuang wajahnya ke samping.
Alvin pun hanya diam dan langsung berjalan menuju lif.
jangan lupa, like, komen dan votenya, trimakasih,,,
__ADS_1