
Saat jam makan siang Kay berangkat membawa mobilnya menuju Restoran,saat Kay sudah sampai di restoran ,kay langsung masuk ke dalam, Kay memesan satu ruangan kusus untuk makan berdua dengan Alvin.
Sekitar sepuluh menit Kay menunggu ahirnya Alvin pun datang.
"Maaf,, telat,, "sambil mendekati Kay.
"Aku aja baru sampai kok, belum lama,, "sambil memeluk Alvin dan Alvin mencium kening Kay.
"Sudah pesan,,? "setelah mereka duduk dengan bersampingan.
"Sudah,, Mas aku yang pilihkan, "
"Oh iya udah,, "
"Gimana tadi ketemu pengacaranya,, berhasil ngga,, ?"Kay tersenyum dan mengangguk.
"Sukur lah kalau kamu mendapatkan yang kamu inginkan,, "
"Ini alamat Mamah dan datanya,, Mas bisa bantu kan,, "sambil memberikan kertas pada Alvin.
"Iya,,Mas akan coba ,,"
Makanan pun datang, Kay meladeni Alvin dengan mengambilkan makanan dan juga yang lainya.
"Makasih sayang,,, "kata Alvin saat Kay meletakan piringnya di depanya.
Kay dan Alvin lalu lanjut makan, sambil mengobrol.
"Mamah sudah merestui hubungan kita loh Mas,, "
"Hukkk,, hukkk,,, "Alvin batuk saat mendengar perkataan Kay.
"Pelan dong Mas makanya,minum dulu ini,, "sambil memberikan gelas ke Alvin.
Alvin lalu meminumnya dan langsung berhenti batuknya.
"Tadi yang kamu omongin seriusan Yang, "Kay menganggukan kepalanya.
"Serius lah Mas,, "
__ADS_1
"Kok bisa,,? "
"Aku ancam Mamah, kalau Mamah masih memaksa untuk tetap menjodohkan Aku dengan Radit dan tidak merestui hubungan kita, Mamah Aku suruh pergi dari rumah dan jabatan Direktur Utama Aku suruh lepaskan juga, dan Mamah langsung takut miskin, Mamah langsung menyetujui hubungan kita dan akan menggagalkan rencana penjodohan Aku dan Radit,, "
"Sebenarnya mengancam begitu tidak baik sayang, tapi mau gimana lagi Mas juga ikut senang sih Mamahmu ahirnya setuju dengan hubungan kita, ya walau pun terpakasa karena ancamanmu,, "
"Aku juga tadinya ngga mau dengan cara begitu Mas, tapi kalau Aku diam saja ngga melawanya, pasti Mamah akan selalu memperlakukan Aku seenak dan semaunya Mamah,, buktinya sekarang Mamah udah berani menampar Aku kan,, "Alvin menganggukan kepalanya.
"Tapi apa kamu percaya pada Mamahmu yang tiba tiba jadi berubah dan mau menerima kita,, kamu ngga curiga kalau ini hanya cara untuk mendapatkan maaf dari mu,? "
"Entah lah Mas,Aku juga tidak terlalu percaya dengan perubahan Mamah yang langsung merestui hubungan kita dan menggagalkan perjodohanku dengan Radit,Aku juga sekarang akan lebih hati hati pada Mamah, karena Mamah sepertinya punya rencana di balik perjodohanku Mas,, "
"Waspada boleh, tapi jangan terlalu di perlihatkan, pura pura saja tidak tau apa apa ,tapi Kamu dengan pelan dan pasti harus bisa mencari bukti, "Kay mengangguk.
Makan pun telah habis, dan masih ada waktu 20 menit lagi, Kay dan Alvin lanjut mengobrol.
"Terus rencana kamu mau gimana dengan pencarian Mamah kandungmu,, "
"Penginya Ahir pekan Aku ingin mencari ke kampung halamanya Mas, dan Mas tolong cari kan informasi sedetail mungkin untuk menemukanya yah,, "Alvin bilang Ya.
"Perlu Mas temani ngga,, "kata Alvin lagi.
"Baik lah,, Mas akan temani ,kita akan pergi ahir pekan ini, dan Mas akan mencari informasinya sedetail mungkin,, "
"Makasih ya Mas,, "
"Sebagai imbalanya cium dong,, "sambil menujuk pilinya Alvin berkata.
Cupp,,,,Alvin tersenyum senang karena Kay menurutinya.
"Entar malam mau pulang ke apartemen ngga,,? "
"Kenapa emangnya,,? "
"Mas lagi pengin,, "
"Pengin apa,,? "sambil tersenyum meledek.
"Jawab saja,, mau pulang ke apartemen ngga,?"
__ADS_1
"Hemmm,,, lihat nanti sore aja yah,, "Alvin mengangguk dan tersenyum tipis.
Setelah selesai mengobrol ,ternyata jam sudah menujukan jam satu kurang sepuluh menit dan mereka berdua memutuskan untuk kembali ke kantor, lalu mereka berpisah di parkiran, restoran tempat mereka makan sangat dekat dari kantor Alvin, jadi Alvin tidak akan telat ke kantornya, sedang Kay karena kantor miliknya telat pun tidak masalah.
Sedang di tempat yang berbeda, Eva di dalam ruanganya bersama Sam sedang merencanakan sesuatu.
"Kita harus menyusunya dengan benar, dan jangan sampai anak sialan itu mengetahuinya, bisa bisa kita nanti langsung miskin,,"
"Siap Kak,, Aku akan menyusunya dengan sangat rapi,, "
"Bagus,, karena itu harus,,"kata Eva .
Selesai mereka menyusun rencana, Sam kembali keruanganya , saat Sam akan naik lif yang baru terbuka ,Kay rupanya ada di dalam dan berpapasan dengan Sam yang mau masuk.
"Hai ponakan Om yang cantik,, habis dari mana nih,, "tangan Sam tiba tiba mencolek dagu Kay.
"Om,,, jaga tangan Om yah, Kay ngga suka, "dengan suara Kay yang cukup kencang sambil jari tanganya menujuk ke Sam dan mata Kay juga menatapnya tajam.
"Idihhh,,,, keponakan Om galak amas sih, Om jadi takut,, "sambil tersenyum meledek.
Kay dengan kesal langung berjalan cepat masuk ke dalam ruanganya.
Kay dengan masih kesal atas sikap Sam yang suka seenaknya membuatnya langsung kehilangan mod untuk kerja.
Tapi karena kerjaan Kay yang sangat banyak, membuatnya mau tidak mau harus bekerja. Kay lalu menyalakan komputernya dan mulai bekerja.
Saat jam pulang kerja, Eva masuk ke ruangan Kay untuk mengajaknya pulang.
"Sayang sudah waktunya jam pulang, kita pulang yuk,, "Eva yang sudah ada di dalam ruangan Kay.
"Mamah aja dulu, Kay lagi nanggung ,"tamnpa melihat ke Eva.
"Jangan terlalu cape sayang, nanti takutnya kamu malah sakit, "
"Iya,, "jawaban Kay.
"Ya udah Mamah pulang dulu yah,, "Kay hanya mengangguk pelan.
Setelah Eva pergi, Kay langsung berhenti bekerja, sambil membuang nafas kasarnya. Kay tiba tiba merindukan Alvin dan teringat ucapan Alvin yang bilang nanti malam menginginkanya, Kay tiba tiba tersenyum dan langsung merapikan mejanya, setelah itu Kay mengambil tasnya dan langsung pergi dari ruanganya, Kay berencana akan pulang ke apartemen.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..