
Bimo langsung mencium bibir Rara, dan Rara pun menyambutnya, walau Rara belum pintar tapi Rara sudah membuka mulutnya saja Bimo sudah sangat senang, Bimo langsung melu*mat Bibir Rara atas dan bawah,dengan saling bergantian.
"Manisnya,,,, "sata Bimo melepas ciumanya, dan Rara tersenyum malu dan langsung membenamkan wajahnya di dada Bimo.
"Kita lakukan nanti malam aja yah, sekarang Mas lapar pengin makan,, "Rara dengan malu saat mendengar perkataan Bimo langsung melepaskan pelukanya.
"Rara siapkan dulu yah Mas,, "langsung berjalan kearah pintu.
Lalu Rara masuk ke dapur dan menyiapkan makanan buat Bimo, Ibu yang dari belakang rumah melihat Rara di dapur lalu mendekatinya.
"Kaka mau makan lagi,,? "tanya Ibu.
"Ngga kok Bu,, ini kaka siapin buat Mas Bimo,"
"Emang suamimu datang, ?"Rara mengangguk dan tersenyum.
"Kapan datang,,? "
"Tadi,, "
Lalu belum Rara selesai bicara Bimo masuk ke dalur.
"Siang Bu,, Ibu apa kabar,, "sambil mendekati Ibu dan lalu cium tangan.
"Ibu Baik,, kapan datang,, kok Ibu ngga dengar,, "
"Belum lama kok Bu, Ibu tadi kata Tiwi lagi di belakang rumah,, "
"Oh,, iya udah Nak Bimo makan yang kenyang yah, lauknya cuman tempe aja,, nggapapa kan,, "
"Ngga papa Bu,, tempe juga enak,, "
Lalu Ibu pun masuk ke kamar untuk istirahat,sedang Rara menemani Bimo makan.
"Mau pakai sambal ngga,,? "
"Dikit aja,, "Rara pun menurut.
Lalu memberikan piring yang sudah di isi makanan kepada Bimo.
Rara menemani Bimo makan sambil mengobrol.
__ADS_1
"Ra,, kita nanti malam tidur di hotel yuk,, "
"Kok di hotel,, emang kalau tidur di rumah kenapa, kamar Rara ngga nyaman yah Mas,,? "
"Bukanya ngga nyaman, nyaman kok. cuman Mas ingin kita menghabiskan malam cuman berdua, biar Mas dan kamu bebas teriak bebas,, "
"Di kamar Rara juga bebas kok Mas, ngga akan ada yang ganggu,dan emang kita mau ngapain kok teriak teriak,, "Bimo dalam hati mengaduh karena ternyata istrinya sangat polos.
"Ya udah kita di rumah aja, ngga usah ke hotel, "
"Iya lah Mas, buang buang uang aja, orang di rumah aja bisa buat tidur dengan nyaman juga kan, ?"Bimo hanya mengangguk dan lajut makan.
Selesai makan Bimo dan Rara masuk kamar, dan istirahat siang. mereka berdua naik ke kasur dan duduk sambil bersandar pada sandaran kasur.
"Sudah dapat bahan sekripsi belom,, ?"
"Sudah, ini lagi sambil ngerjain,, "
"Perlu bantuan ngga,,? "
"Emang bisa,, ?"
"Tunggu Rara ambilkan dulu,, "
Rara lalu mengambil buku dan memberikanya pada Bimo, lalu Bimo membacanya.
"Gimana Mas,, ?"
"Bagus sih,, "
"Mas bisa bantu,, "
"Mas akan coba,, "
Bimo lalu membaca dan mempelajarinya, lalu Bimo menuju meja Rara di mana ada laptop yang sedang menyala.Bimo lalu menarik Rara agar duduk di pangkuanya, sambil Bimo membantu menerjakan bahan sekrisi Rara.
Rara lalu melihat ke arah Bimo, diam diam rara tersenyum tipis saat melihat wajah Bimo dengan dekat. tangan Rara juga bergerak ke rambut Bimo dan memainkanya.
"Mas,,, "
"Hemmm,, napa,, "jawab Bimo sambil tanganya masih mengetik.
__ADS_1
"Pengin pangil aja,, "sambil mengusap pipi Bimo.
"Jangan mancing mancing deh,, "Rara hanya tersenyum.
Lalu Rara memeluk Bimo dan meletakan kepalanya di pundak Bimo dan menghadap ke belakang, tangan Rara mengusap kepala belakang Bimo, dan hidung Rara lalu menciumi leher Bimo, itu membuat Bimo kegelian.
"Raaa,,, geli,, ini Mas lagi bantuin kamu loh, malah kamunya iseng sih,, "Rara hanya diam saja dan masih saja menciumi leher Bimo.
Bimo yang sudah merasakan ketegangan di senjatanya karena ulah Rara, langsung menggendong Rara ke kasur, Rara yang kaget langsung mengalungkan tanganya di leher Bimo.
"Kenapa mancing mancing hem,, udah Mas bilang kita lakukan malam aja,, tapi malah iseng nih yah,, "sambil menarik hidung Rara.
"Iihh,, sakit, siapa yang iseng sih Mas,, orang Rara ngga ngapa ngapain,, "sambil mengusap hidungnya.
"Ngga ngapa ngapin hemm,, "sambil Bimo menciumi pipi Rara dan Rara merasa kegelian.
Lalu tangan Bimo sambil meremas dada Rara, dan masih memakai baju.
"Aww,, sakit Mas,, pelan, "kata Rara saat tangan Bimo meremas dada Rara.
"Maaf sayang,,, "sambil Bimo melepaskan kancing baju Rara satu persatu.
Rara hanya diam sambil menggigit bibirnya karena rasa grogi, setelah kancing terbuka, Bimo sangat senang.
"Ra,, Mas sukasikali milikmu ini, sangat pas ukuranya, dan sepertinya makin besar juga,, "Pipi Rara langsung memerah karena malu.
Bimo yang tau Rara malu hanya tersenyum lalu meremas keduanya dengan pelan, dan memainkan ujung daging kecilnya.
"Eemmm,,, "suara yang keluar dari mulut Rara secara di tahan.
Lalu Mulut Bimo pun mendekatinya dan langsung melahapnya, Bimo secara bergantian memainkan dada Rara.
Setelah Puas bermain di dada, tangan Bimo menarik celana Rara, dan Bimo saat melihat cel*ana dal*am Rara langsung lemas, dan buang nafas kasar.
"Ada apa Mas,,? "tanya Rara.
"Darah di celanamu,,, "Rara lalu merasa kasihan,dan bilang maaf karena Rara pun tidak tau kalau sedang datang bulan.
**Jangan lupa like,komen dan votenya trimakasih..
Maaf pasti banyak yang kecewa, aku sengaja mengulur cerita Rara dan Bimo, agar nanti pas saatnya kita semua sudah selesai puasa,baru Aku lanjutkan hokya hokyanya,, rasanya kurang nyaman nulis kaya gituan, sekali lagi maaf ya kaka kaka semuanya**...
__ADS_1