
Alvin,Kay dan Ibu lalu melihat anak Rara dari kaca luar ruangan.
"Bu merwka cantik cantik kaya Rara ya Bu,,"kata Kay.
"Iya,,mereka sangat cantik cantik,semoga Rara ngga kenapa kenapa ya Nak,,"
"Iya Bu,kita doakan ya,pasti Rara ngga papa ,dia anak yang kuat Bu,,"Ibu sambil mengusap air matanya,dan Kay mengusap punggung Ibu.
"Sudah Bu,,jangan menangis,kita berdoa pada Tuhan semoga Rara bisa melewati semuanya yah,"Alvin memeluk Ibu.
Hp Alvin berbunyi,ternyata Bimo yang menelfon.
"Hallo Vin,kamu dimana,,?"
"Aku lagi di ruang bayi bersama Ibu dan Kay,ada apa,,"
"Aku minta bantuanmu,Aku butuh darahmu Vin,Rara kekurangan Darah,darah di rumah sakit kurang dan ngga ada setok lagi,"dari suara Bimo terlihat cemas.
"Iya Aku akan langsung ke ruang oprasi,,"Alvin langsung mematikan telfonya,lalu.mengajak Ibu dan Kay untuk kembali ke ruang oprasi.
Bimo sudah menunggu diluar dan langsung mendekati Alvin.
"Vin ayo Vin kamu harus tes darah,darah kamu pasti cocok dengan Darah Rara,"
"Ibu juga mau mendonorkan Darah ibu buat Rara,,"
__ADS_1
"Bu jangan,Ibu sudah tua,bahaya Bu,,"cegah Alvin.
"Ibu ngga bisa biarkan anak Ibu menderita,Ibu sudah tua jadi Ibu ngga masalah kalau nyawa ibu yang jadi taruhanya,,"
"Bu,,,"
"Ngga kak,Ibu tetap mau,,"
"Ya udah Bu,,ayo,,,"
Lalu mereka bertiga langsung mengecek darahnya.Ibu ternyata tidak cocok,yang cocok hanya Alvin,Bimo juga tidak.
"Ambil darahku sebanyak mungkin sus,sampai cukup untuk adiku,,"
Dari badan Alvin mendapat dua kantong darah,Kay yang melihat suaminya lemas dan pucat lalu pergi kuar rumah sakit,Kay mencari minimarket,Kay membeli su*su dan roti,juga makanan lainya.
Setelah dapat Kay langsung menemui Alvin yang sedang tiduran,karena di suruh istirahat.
Ibu duduk menemani Alvin,sedang Bimo kembali ke ruang oprasi.
"Sayang ini minum dulu Su*su dan rotinya,biar ada tenaga,,"
"Iya Sayang,,"Alvin lalu memakan dan meminumnya.
Sedang Bimo di ruang oprasi hanya diam dan melihat ke arah wajah Rara yang pucat.
__ADS_1
"Sayang,,tolong bertahan,dan kamu harus kuat,anak anak kita menununggumu,mereka ingin melihatmu sayang,melihat Mamah yang telah melahirkanya ke dunia,,ayo sayang bertahan lah,,,"kata Bimo sambil berlinangan air mata,Bimo mencoba kuat tapi tetap tidak bisa.
Setelah satu jam Rara sudah dinyatakan dari masa kritisnya,karena darah sudah setabil dan juga yang lainya,Bimo langsung keluar dan ingin memberi taukan kabar baik ini.
"Ibu,,Rara bu,,Rara sudah melewati masa kritisnya,,"Bimo langsung duduk di samping ibu dan menggenggam tangan Ibu.
"Ya Tuhan,,,sukurlah,,"Ibu sampai menangis.
Alvin dan Kay juga mengucap sukur,Lalu.mereka berempat menuju ruang orasi dan Dokter bilang akan memindahkan Rara ke ruang rawat.
Alvin langsung meminta suster untuk Rara di kasih kelas satu dan yang paling nyaman,Susterpun mengiyakan.
Setelah Rara di pindahkan di ruang Rawat Alvin mengajak Ibu untuk pulang dulu,karena sudah sore,besok baru datang lagi,tadinya Ibu ngga mau tapi Alvin tetap ngga ngebolehin,Alvin Takut Ibu kecapean dan sakit.
Ahirnya Ibu pun ikut pulang bersama Kay dan Alvin.
"Nanti malam Aku akan ke sini lagi,Aku pulang dulu sekarang,,"
"Iya Vin,,makasih yah,,"
"Ngga usah berterimakasih,karena sudah seharusnya,,"
Lalu Alvin pun pulang bersama Ibu dan Kay.Bimo duduk di kursi dekat ranjang,sambil menggemggam tangan Rara dan menciuminya.
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
__ADS_1