
Bimo langsung lemas, sedang Rara lalu mengambil celananya di tangan Bimo, Rara lalu masuk kamar mandi sambil membawa baju dan celananya yang tadi sudah terlepas.
Setelah selesai Rara keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang tidak enak, Rara berjalan pelan mendekati Bimo lalu duduk di sebelahnya.
"Maaf ya Mas,, memang ini tanggalnya Rara datang bulan,, "
"Iya ngga papa,, "sambil tersenyum tipis.
Rara lalu memeluk Bimo dari samping, dan Bimo juga merangkul Rara.
"Kita jalan jalan aja yuk,, "
"Kemana,,? "
"Muter muter,, trus belanja dan beli makanan buat makan malam, gimana,,? "
"Boleh,, Rara siap siap dulu ya Mas,, "Bimo pun mengangguk.
Lalu Rara ganti baju dan memoles wajahnya dengan bedak juga pewarna bibir. setelah selesai Bimo dan Rara keluar dari kamar, lalu berpamitan pada Ibu.
Setelah berpamitan Bimo dan Rara langsung pergi untuk jalan jalan.
Sedang di lain tempat, Maya baru pulang dari kos kosan Adit, dan orang tua Maya langsung menanyakan keadaan Adit.
"Gimana keadaan adit sekarang May,,? "tanya Ibunya.
"Sudah lebih baik Bu,, "
"Dia tinggal sama siapa di kos kosanya,, "
"Sendirian Yah,, "
"Trus yang nanti mengurusnya siapa,,? "
"Ya ngga ada,, paling nanti Maya kalau pulang kerja mampir untuk menengoknya,, "
"Ya,, tapi kamu juga pulangnya ngga boleh malam malam,, ngga baik lama lama di kos kosan laki laki yang belum muhrim,, "
__ADS_1
"Iya Yah,, ya udah Maya mau istirahat dulu ya Bu ,Yah,, "
"Iya,,, "lalu Maya pun masuk ke kamar untuk istirahat.
Saat pagi datang, Maya merasakan mual ,Maya lalu lari ke kamar mandi untuk muntah, Ibu yang mendengarnya langsung mendekat. ke Maya.
"Kamu kenapa Nak,, kamu sakit,,"Maya ngga menjawab dan terus muntah. dan Ibu lalu memijit leher belakang Maya.
Setelah selesai muntah Maya yang lemas langsung mencari tempat duduk, sedang Ibu mengambilkan minum buat Maya.
"Ibu kerik yah,, kayanya masuk angin karena kemaren kecapean,,"
"Ngga usah Bu, nanti Maya minum obat juga sembuh,, "sambil minum.
"Ibu buatkan minuman jahe hangat yah,, biar di badan jadi hangat,, "
"Iya Bu, makasih ya Bu,tapi Maya mau mandi dulu dan bersiap kerja,, "
"Iya,,, "
Maya lalu masuk ke kamarnya untuk mengambil handuk, dan setelah itu masuk kamar mandi untuk mandi.
Maya pun meminumnya dengan pelan, dan sedikit sedikit pun ahirnya habis, lalu Maya berpamitan pada Ayah dan Ibunya untuk berangkat kerja.
Saat baru sampai depan rumah, kepala Maya tiba tiba merasa pusing, dan Maya pun terjatuh dan pingsan.
Ayah yang melihatnya langsung berlari sambil memanggil Ibu.
"Ibu,,, Maya pingsan,, "teriak Ayah sambil mengangkat badan Maya.
"Ya Tuhan Mayaa,,, ayo Yah bawa ke kamarnya,,"
Lalu Ayah membawa Maya ke kamarnya, Ibu mengoleskan minyak angin dan menggosokanya di tangan juga kakinya.
"Yah ke rumah Dokter Edi sanah,, dia kan bisa di panggil,, "
"Iya Bu,, Ayah akan pergi,, "
__ADS_1
Ayah lalu menggunakan motor bebeknya langsung menuju rumah Dokter untuk memeriksa Maya, karena rumahnya tidak jauhDokter dan Ayah pun cepat datang.
Lalu Dokter mulai memeriksa Maya, dan Maya belum juga sadar. Dokter mulai memeriksanya.
"Maaf sebelumnya saya mau bertanya,? apa anak bapa dan ibu sudah menikah,,? "tanya Dokter setelah selesai memeriksa.
"Belum Dok, anak saya belum menikah, memang sakit apa anak saya Dok,,? "jawab Ayah.
"Anak Bapa ngga sakit, tapi pemeriksaan saya hasilnya itu anak Bapa sedang hamil, "
"Hamil,, "Ayah dan Ibu barengan dan kaget.
"Iya,, dan untuk lebih tau hasilnya dengan lengkao dan jelas, anak Bapa di perksakan aja pada Bidan atau rumah sakit untuk USG, agar lebih jelas,, "
Ayah dan ibu hanya mengangguk, dan Atah pergi mengantarkan Dokter, sedang ibu menemani Maya dengan rasa sedih dan kecewa.
Maya berlahan bangun sambil membuka matanya.
"Maya kenapa Bu,, "?"
"Kamu tadi pingsan di depan rumah, ini minumlah,, "Maya lalu minum.
Dan Ayah pun pulang, lalu Ayah dan Ibu langsung bertanya.
"Anak siapa yang kanu kandung, "Maya yang mrndengarkan pertanyaan Ibunya langsung kaget.
"Jawab Maya, kamu bikin malu saja, belum menikah tapi sudah hamil, katakan anak siapa itu,, "Ayah berkata sedikit keras, Membuat Maya takut.
"Anak A,adit, "jawab Maya dengan pelan.
"Ya Tuhan,,, kalian itu belum menikah, kenapa kalian berbuat dosa.telfon Adit sekarang juga, suruh datang ke sini, Ayah mau bicara,,! "Ayah langsung keluar dari kamar Maya.
"Bu,, maafin Maya,,, "sambil menangis.
"Sudah jangan menangis, semua sudah terjadi, sekarang yelfon Adit, suruh datang ke sini,, "
Maya lalu menelfon Adit, dan mengatakan semuanya, agar Adit datang nanti sudah tau ada masalah apa.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...