
"Ibu akan selalu mendukung dan selalu mendoakan Kaka kalau memang Kaka mau kerja di manapun tempatnya, asalkan kaka kerja yang halal,, "
"Ya Bu,, di perusahaan teman Kaka sedang membutuhkan IT, jadi itu memang pekerjaan kesukaan kaka, "
"Terima saja kalau Kaka cocok sama kerjaanya, dan semoga Kaka di kota nantinya bisa sukses, "
"Amin Bu,, kalau Ibu mengizinkan besok Alvin mau berangkat ke kota sekalian bareng Kay Bu,, "
"Iya itu lebih bagus,, kalian bisa berangkat ke kota bersama,, "
Ahirnya acara makan malam pun selesai, karena di rumah Alvin ngga punya tv, jadi masing masing langsung masuk kamar dan memainkan hpnya, kalau Ibu memang sudah tua jadi lebih suka istirahat saja.
"Mas,, kamu serius besok mau ke kota bareng Aku, dan akan menerima tawaran Adit,, "saat Alvin dan Kay ada di kamar.
"Iya,, Mas akan terima tawaran Adit, dan Mas juga sependapat dengan pikiran kamu ,kalau siapa tau ini akan jadi batu loncatan buat Mas nantinya buat usaha sendiri,, "
"Sukur lah kalau Mas suka dengan ideku,, "
"Trus besok mau tinggal di mana,? "
"Mungkin sementara numpang dulu di kontrakan Adit atau Bimo,, "
"Kenapa harus numpang, kenapa ngga ngontrak sendiri aja ,?"
"Iya nanti kalau Mas udah kerja dan sudah dapat gajih Mas akan ngontrak sendiri, "
"Ya udah yuk kita tidur,, sudah malam,"kata Alvin menyuruh Kay untuk tidur.
Mereka ahirnya tidur dengan saling pelukan, saat pagi datang Kay membantu Ibu memasak untuk sarapan, dan membuatkan teh manis hangat juga buat Alvin.
Setelah sarapan matang ,Kay masuk ke kamar untuk membangunkan Alvin.
"Mas,, bangun,,"sambil menggoyangkan tanganya Alvin.
"Hemmm,,, iya sayang,, 5 menit lagi yah,, "
"Ya udah,, Aku mau mandi dulu ya Mas,, "
Kay mengambil handuk lalu menuju kamar mandi, setelah Tiwi dan Rara selesai mandi.
Saat Kay mandi Kay terpeleset karena lantai kamar mandi yang memang licin.
"Aawww,,,Ibuuu,,, "teriak Kay yang kesakitan karena jatuh terduduk.
"Ada apa Nak Kay,,, "teriak ibu dari luar kamar mandi.
"Kay jatuh Bu,, terpeleset,, "
"Ibu panggil Alvin aja ya Nak,, tunggu sebentar,, "
Lalu Ibu memanggil Alvin di kamarnya." Kak,, bangun, Nak Kay jatuh di kamar mandi,, "
"Apa Bu,, Kay jatuh,, di mana Bu,, "sambil Alvin langsung bangun.
"Di kamar mandi,, ayo buruan di bantu ,,"Alvin dan Ibu langsung keluar dari kamar dan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang,,, kamu ngga papa kan,, "sambil mencoba membuka pintunya.
"Aduh Mas,, sakit,, "
"Tunggu, Mas dobrak dulu yah pintunya, kamu bergeser jangan dekat ke pintu,, "
"Iya Mas,, "Kay sambil menahan sakit menggeser dusuknya di lantai.
Lalu Alvin mendobrak pintu kamar mandi, dan Kay masih duduk di lantai dan telanj**ang.
"Mass,, sakit,, "lalu Alvin langsung mengambilkan handuk untuk menutupi badan Kay.
"Sinih Mas gendong aja,, "Alvin menggendong Kay menuju kamar.
Sampai kamar Kay langsung di tidurkan.
"Mananya yang sakit,,? "
"Ini bok**ongnya,, "
"Ya udah nanti di urut, sekarang pakai baju dulu yah,, "sambil Alvin mengambil baju Kay di dalam Tas.
Setelah di pakaikan baju, Alvin menyuruh Kay tengkurap, lalu Alvin mulai mengurutnya.
"Yang,, ini kamu bagus banget sih,,kenyal dan montok,, "sambil mengurut dengan minyak urut.
"Mass,,, iihh,, jangan iseng ah, udah di urut aja"Kata Kay sambil malu.
Alvin tersenyum melihat Kay yang malu, lalu Alvin lanjut mengurut Kay lagi.
"Bisa duduk ngga,, "
"Bisa Mas,, udah ngga sakit kok, kok Mas bisa mijit sih,, "
"Bisa dikit,, kita sarapan yuk,, "ajak Alvin, lalu Kay turun dari kasur dan menerima ajakan Alvin untuk sarapan.
"Masih sakit Nak,,? "tanya Ibu saat Kay ke meja makan.
"Sudah mendingan kok Bu, sudah ngga sakit banget,, "
"Sukur kalau gitu, ya udah sarapan dulu kalian,, Tiwi sama Rara tadi sudah berangkat,, "kata Ibu,lalu Ibu pergi dari meja makan.
"Ibu ngga makan,,? "
"Ibu sudah makan tadi,,Ibu mau ke belakang dulu yah,, kalian makan aja,, "
Kay dan Alvin makan bersama, setelah sarapan Kay dan Alvin langsung membereskan baju yang akan di bawa ke kota.
"Ahirnya sudah beres juga,, "kata Kay.
"Sudah pesan tiket belum Yang,,? "
"Oh iya lupa,,Aku pesan dulu ya Mas,, "
Lalu Kay memesan dua tiket pesawat ,setelah pesan Kay memesan taxsi juga.
__ADS_1
"Mas penerbanganya jam 2 siang loh,, "
"Ngga ambil yang sore,, "
"Yang sore sudah ke habisan, adanya malam ngga papa kan,, "
"Ya udah ngga papa,, "jawab Alvin.
Sekitar jam 12 Alvin dan Kay sudah bersiap, dan Taxsi pun sudah datang, lalu Alvin dan Kay berpamitan pada Ibu dan Tiwi.
"Hati hati di jalan yah kalian,, "
"Iya Bu,, "
"Semoga hubungan kalian selalu bahagia dan segera resmikan pernikahan kalian,, "
"Iya Bu,, doakan ya Bu biar bisa secepatnya,, "
Setelah berpamitan, Kay dan Alvin masuk ke dalam Taxsi untuk menuju bandara.
sampai di bandara tangan Alvin tidak melepaskan genggamanya di tangan Kay.
Ahirnya keberangkatan pesawat pun sudah di umumkan, Kay dan Alvin masuk ke dalam pesawat, setelah menempuh penerbangan sekitar 40 menit, mereka berdua sampai di Bandara kota.
"Mas,, mobilku ada di parkiran, kita langsung ke sana aja yah,, "
"Iya,, Ayo,"jawab Alvin sambil menggandeng tangan Kay.
Dan tanpa mereka sadari, ternyata ada yang memfoto mereka yang sedang berjalan sambil bergandengan.
Kay dan Alvin menuju parkiran, setelah sampai di mobil, mereka berdua langsung masuk.
Sekarang baru jam 5 sore, saat Alvin mau menuju kontrakan Bimo, Kay melarangnya.
"Kita mau kemana,,? "
"Mau ke kontrakan Bimo, kamu anterin Mas dulu ,ngga papa kan,,? "
"Ngga usah ke sana, Aku punya apartemen di daerah K, kita kesana aja,, "
"Sayang,, bukanya Mas ngga mau di sana, tapi rasanya Mas ngga enak selalu merepotkanmu, "
"Merepotkan apa sih Mas,, justru Mas kalau tinggal di kontrakan Bimo itu merepotkanya, ini kan apartemen Aku Mas, istrimu loh, kamu tuh selalu bilang ngga mau merepotkan Aku, apa Mas ngga anggap kalau Aku istri Mas,, "
"Yang,, bukan begitu maksudnya,tapi Mas merasa sudah jadi beban kamu selama ini,, "
"Beban kalau Aku terpaksa melakukanya, tapi ini Aku melakukanya dengan iklas dan tidak di paksa,, "
"Mamah ku juga ngga tau tentang apartemen ini kok Mas, apartemen ini hadiah ultahku dari Papah saat ultah yang ke 17 tahunku,, "
"Dari pada ngga ada yang tempatin dan di anggurun, kan sayang,, "Alvin pun sedikit berfikir.
"Nanti Aku jadi bisa ketemu Mas dengan bebas,, iya kann,, "sambil Kay menyandarkan kepalanya di pundak Alvin.
Lalu Alvin ahirnya setuju, dan mencium kening Kay.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..