MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Malam Pertama Di Rumah Sakit


__ADS_3

Vian langsung tersenyum senang saat mendengar permintaan Kay, Alvin sih siap kapan aja kalau masalah gituan.


"Siap sayang,, Mas akan penuhi keinginanmu,, "sambil mencium bibir Kay sekilas.


"Tapi Mas bersih bersih dulu yah, Mas soalnya bau keringat,, "


"Ngga usah,, ngga usah bersih bersih, Aku suka bau keringat Mas,, "


"Baiklah kalau begitu,, Mas akan siap melayani nyonyah Alvin,, "sambil membuka baju dan celananya,dan yang tersisa hanya kain penutup senjata Alvin.


Kay tersenyum senang, Alvin lalu menidurkan Kay di kasur,pertama Alvin mencium bibir Kay dengan lembut, tangan Kay di kalungkan di leher Alvin.


Lalu setelah berciuman di bibir cukup lama, ciuman Alvin turun keleher, dan di leher Alvin memberikan tanda kepemilikanya. Binir Kay sudah mengeluarkan suara merdu yang membuat Alvin makin berg*airah.


Tangan Alvin menurunkan baju yang Kay pakai, karena bajunya tipis Alvin sampai menyobeknya.


Alvin lalu yang sedikit kesusahan karena baju langsung menyobeknya. Kay hanya tersenyum melihat kelakuan Alvin.


"Besok besok kalau beli baju kaya gini yang gampang di lepas atau gampang di sobek yah sayang,, biar Mas ngga ribed,, "


"Iya Mass,, besok Aku akan setok banyak, dan yang lebih gampang di sobeknya,, "jawab Kay sambil tersenyum.


Setelah baju terlepas, Kay sekarang sudah polos, dengan dada yang besar, montok dan putih, Alvin sangat suka melihatnya, juga perut yang sudah terlihat buncit.


Alvin mengusap perut Kay lalu menciumnya, "Sayang Papah mau jenguk,, yang anteng yah di dalam,, "Alvin mengusapi perutnya sambil mengajaknya bicara.


"Iya Papah, dede akan anteng di dalam, "kata Kay yang menjawab, sambil bicara seperti anak kecil.


Alvin lalu bermain dengan dada Kay, di remas serta di jilat*inya dengan lidahnya.

__ADS_1


"Massss,,, eeemmmm,,, aaahhh,,, "saat lidah Alvin memainkan daging kecil di ujung dada Kay.


Tangan Alvin juga tidak tinggal diam, tangan Alvin bergerak ke bawah, dan sampai di inti tubuh Kay, Alvin memainkanya dengan jarinya.


Kay sangat menikmati permainan Alvin, dan membuat Kay merasa melayang dalam kenikmatan.


"Masss,,, aahh,,, aahh,,, "Kay meracu kenikmatan saat jari Alvin bermain di inti miliknya.


Lalu Alvin dan Kay melakukan gaya enam sembilan ,Kay sangat rakus memainkan milik Alvin, sedang Alvin memainkan inti Kay dengan lidahnya juga jarinya.


Setelah puas, mereka berdua lalu mulai dengan penyatuanya, Alvin memposisikan miliknya pada inti tubuh Kay, dan dengan pelan pelan Alvin mendorongnya untuk masuk.


Setelah masuk Alvin menggerakan pinggulnya dengan kecepatan sedang,karena takut menyakiti anaknya.


Kay meminta di atas, Alvin menurutinya, sekarang Kay sudah di atas badan Alvin, Kay sekarang yang memegang kendali.


"Masss,, Aku mau sampai,, ini enak Mass,, "


"Bareng ya sayang,, Mas juga mau sampai, ayo terus,, "tangan Alvin membantu menggerakan pinggul Kay biar lebih cepat.


"Maaassss,,,,,, aaahhhhggggg,,, "


"Sayanggggg,,,, oooohhh,,, "


Ahirnya mereka merasakan kenikmatan bersama, Kay langsung jatuh di atas badan Kay karena merasa lemas.


Alvin lalu menggulingkan badan Kay ke samping dengan pelan, setelah itu menyelimutinya. Alvin lalu mencium kening Kay, setelah itu Alvin turun dari kasur dan menuju kamar mandi.


Sedang di kota S, tepatnya di rumah sakit, Bimo dan Rara masih canggung, karena ini malam pertama bagi mereka ,tapi mereka berdua malah ada di rumah sakit.

__ADS_1


"Tidurlah Ra,, ini udah malam, kamu pasti cape karena dari pagi belum tidur,, "saat ini Rara duduk di bangku sebelah ranjang pasien.


"Rara belum ngantuk, Kaka aja tidur gih, ngga baik kalau sedang sakit tidurnya malam terus"


"Apa Rara matikan lampunya, biar kaka bisa tidur,, "kata Rara lagi.


"Apa kamu bisa tidur dengan lampu yang mati,? "


"Rara bisa aja, mau nyala atau lampunya di matikan, kalau Rara sudah ngantuk tetap bisa tidur kok,, "


"Ya udah tolong matikan lampunya yah,, "Rara pun menurut, lalu mematikan lampunya.


Setelah lampu mati, Rara lalu akan tidur di sofa seperti kemarin malam, tapi belum sampai duduk Rara sudah di larang Bimo.


"Tidur lah di sini,, "sambil menepuk kasur di sebelahnya.


"Nanti sempit kak, biar Rara di sini aja yah,"


"Jangan di sini aja, muat kok ini masih lebar, badanmu kan kecil, pasti muat,, "sambil Bimo menggeser badanya lalu menepuk kasur lagi.


"Udah sinih,, mendekatlah,,, kita kan sekarang suami istri, jadi tidak masalah dan tidak ada yang melarang untuk kita tidur satu ranjang,, "


Rara lalu mendekati Bimo, lalu Bimo menarik tangan Zara menyuruhnya naik ke atas.


Rara pun naik ke atas ranjang pasien dengan pelan, setelah itu mereka berdua sama sama memiringkan badanya dan saling berhadapan, karena tangan Bimo masih sakit jadi Bimo ngga bisa macam macam.


**Jangan lupa like komen dan votenya yah, trimakasihh...


Maaf kalau ada typo karena Aku ngga cek lagi**.

__ADS_1


__ADS_2