MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Adit Sangat Perhatian


__ADS_3

Di lain tempat, tepanya di sebuah kontrakan yang cukup sederhana, Adit sedang menyuapi Maya, karena Maya semalam badanya panas.dan paginya walau panasnya sudah turun, tapi Maya masih lemas.


"Habis makan kita ke Dokter yah, biar kamu di periksa,, "kata Adit pada Maya.


"Ngga usah Mas,, Maya ngga papa, nanti juga sembuh kalau sudah istirahat,, Mas sebaiknya sekarang cepat berangkat kerja gih, nanti telat, "


"Mas ngga ke kantor hari ini, Mas ambil cuti, Mas ngga tega ninggalin kamu sendirian di rumah,, "


"Tapi Mas,, bulan ini kamu sudah sering ambil cuti,,nanti kamu malah di pecat kalau sering ngga masuk kerja,, "


"Mas ngga peduli, kamu dan calon anak kita lah yang paling penting di hidup Mas sekarang, "


"Tapi. Mas,, kalau kamu ngga kerja trus nanti biyaya lahiran dari mana,, udah jangan kuatirin Maya, Maya akan baik baik aja, "


"Iya,, besok Mas akan kerja, tapi hari ini Mas udah ambil cuti,jadi hari ini Mas ngga kerja dulu,, "


"Makanya habisin yah,,"Maya pun mengangguk.


Setelah Maya selesai makan, Adit lalu mulai membersihkan rumahnya, dari menyapu,mengepel lalu mencuci baju.


Maya keluar dari kamar dan mencari Adit, ternyata Adit sedang menjemur Baju. Maya melihatnya dan sambil tersenyum.


"Aku kira kamu itu laki laki yang cuek dan arogan, ternyata kamu benar benar laki laki baik dan penyayang, Aku tidak salah memilihmu untuk jadi pendamping hidupku, semoga kita akan terus bersama sampai. menua nanti dan membesarkan anak anak kita bersama,, "Maya dalam hati berkata.


"Sayang,,, kok keluar sih,, "kata Adit yang melihat ke Maya. Maya hanya tersenyum.


Lalu Adit mendekati Maya karena jemuran juga sudah selesai.


"Maya cape Mas di kamar terus,,"Lalu Adit mengajak Maya masuk dan duduk di sofa.

__ADS_1


"Maaf ya Mas kamu jadi cape,, "sambil menggenggam tangan Adit.


"Apa sih sayang, ngga lah,, cuman kaya gini mah Mas ngga cape,, kan sebagai seorang suami harus bisa melindungi dan menjaga istrinya,, "Adit mencium tangan Ayu.


"Kamu mau makan ngga sayang, biar mas bikinin apa mau Mas pesankan makanan,,? "


"Ngga usah Mas, Maya masih bisa kok ngambil makanan sendiri mah, Maya ngga mau ngerepotin Mas terus,, "


"Ngga papa sayang,, Mas seneng kok ngelakuinya,, "lalu Adit mencium perut Maya yang sudah membuncit.


Adit lalu ke kamar mandi untuk mandi, sedang Maya ke dapur, dia ingin memotong buah untuk di makanya.


Maya yang tidak hati hati tidak sengaja teriris pisou, dan Maya teriak kesakitan karena kaget, Adit yang masih di kamar mandi langsung buru buru keluar, karena mendengar teriakan Maya, membuatnya takut ada apa apa.


"Sayang kamu kenapa,,? "tanya Adit yang masih kepalanya penuh busa sampo dan hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya.


"Tangan Maya ke iris Mas,, "sambil menujukan jarinya yang masih ada darah mengalirnya.


"Aduh perih Masss,,, "saat Adit menyiramnya dengan air dari kran.


"Udah sekarang duduk sanah,, biar nanti Mas yang potongin, "


"Iya tapi Mas bersihin dulu badanya, masa badanya sabunan gitu,, "Adit baru sadar dan Adit lalu masuk kekamar mandi lagi untuk berbilas.


Adit mandi tidak lama, setelah selesai Adit langsung memakai bajunya, tanpa menyisir rambutnya Adit langsung keluar dari kamar.


Adit lalu ke dapur untuk melanjutkan memotong buah buat Maya.


"Ini sayang makanlah,, "Adit memberikan mangkuk isi buah yang sudah di potong.

__ADS_1


"Makasih Mas,, "


Sore pun tiba, Bimo yang tadi habis pergi dengan Rara untuk melihat lihat rumah,sekarang akan mampir ke kontrakan Adit karena jalan yang mereka lewati,dekat kontrakan Adit.


Rara dan Bimo tidak lupa membawa oleh oleh buat Adit dan Rara.


"Eh kalian,, ayo masuk,, "kata Adit yang membuka pintu kontrakanya.


"Iya terimakasih,, "jawab Bimo.


"Kak Maya mana Kak,? "tanya Rara.


"Ada di kamar,, Aku panggil dulu yah, kalian duduklah dulu,, "


Bimo dan Rara lalu duduk, dan Adit memanggil Maya.


"Hai Ra,, hai Mas Bimo,, "Bimo dan Maya pun senyum saat Maya keluar dari kamar dan menyapanya.


"Kalian dari mana,,? "tanya Maya saat sudah duduk dekat Rara.


"Habis dari daerah x untuk lihat rumah Kak, oh iya ini kita bawakan makanan,, kita makan bareng yuk,, "


"Wah pas banget nih kita belum makan malam,, "kata Adit.


"Ya udah yuk kita makan aja,, "kata Maya, lalu mereka pun mulai membuka makananya.


"Sayang kamu jangan makan yang pedes yah,, ingat Dokter melarangnya,, "Adit sambil menjauhkan sambal dan lauk yang pedas.


"Iya Mas,, Maya tau,, "

__ADS_1


Mereka makan bersama sambil mengobrol, dan tentang kehamilanya Maya juga. sekitar jam 8 malam Rara dan Bimo lalu pamit pulang.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih....


__ADS_2