
Dokter dan Suster pencopot semua alat yang menempel di badan Linda, Linda ahirnya meninggal karena terlalu banyak kehilangan darah, dan kondisinya yang lemah makin mempernuruk keadaanya.
Dokter lalu keluar untuk memberi tau tentang meninggalnya Linda.
"Apa Bapa ini keluarga ibu Linda,,? "
"Saya teman anaknya Dok, gimana keadaan ibu Linda Dok, "
"Di mana keluarganya,, ?"
"Anaknya ada di ruang sebelah, karena anaknya pun terluka Dok,, "
"Apa tidak ada keluarga yang lainya,,? "
"Ada, tapi menantunya,, "
"Ya tidak apa apa, coba untuk datang kemari secepatnya, karena saya ingin menjelaskan tentang Almarhum Bu Linda,, "
"Apa Dok, Almarhum,, apa itu artinya Ibu linda,, "Dokter pun mengangguk.
"Ya Tuhan Mamahhh,, "Bimo merasakan sedih.
Lalu Dokter pun menyuruh Bimo menelfon Alvin, dan Bimo langsung menelfonya.
"Ha,, hallo Vin,, kamu bisa kesini sebentar ngga, "dengan suara di tahan hampir menangis.
"Ada apa Bim,, apa ada sesuatu,, "Alvin langsung bangun dari duduknya saat mendenfar suara Bimo yang berat, agar Kay tidak mendengarnya.
"Mamah Vin,, Mamah meninggal,, "Dalam hati Alvin langsung berucap inalilahi.
"Aku akan kesana, tunggu bentar,, "Telfonpun di matikan.
"Sayang,, Mas keluar sebentar yah, mau menemui Bimo,,"
__ADS_1
"Emangnya Ada apa Mas,,? "
"Mas aja ngga tau,, tunggu sebentar yah,, biar Mas ke Bimo dulu,, "Kay mengangguk lemah.
Saat Alvin keluar, perasaan Kay merasa tidak tenang, rasanya terasa sesak.
"Ya Tuhan,,semoga tidak ada apa apa, semua pasti akan baik baik saja,,"Kay mencoba menguatkan hatinya sendiri.
"Gimana Dok Mamah saya,, ?"
"Apa Bapa anaknya,,? "tanya Dokter.
"Saya menantunya, "
"Baiklah, jadi Ibu Linda terlalu banyak kehilangan darah, dan kondisinya yang lemah juga menambah semakin tidak kuatnya Bu Linda untuk bertahan, Saya sebagai Dokter sudah berusaha dengan sekuat tenaga,tapi Tuhan berkehendak lain, Ibu Linda dinyatakan meninggal ,,"Alvin langsung mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kalau begitu saya permisi, untuk Zenazah nanti akan di bersihkan dan di antar ke rumah duka oleh amblance, "Bimo dan Alvin pun mengangguk, mereka langsung duduk dengan lemas.
"Gimana caranya Aku bicara pada istriku, Dia aja keadaanya sangat lemah,, ya Tuhan kenapa ini sampai terjadi,, "
Bimo lalu menelfon Rara, sedang Alvin kembali lagi ke ruang rawat Kay.
"Hallo Ra,, "
"Iyaa Hallo Mas,, kenapa suaramu begitu, kamu flu,,? "tanya Rarapada Bimo karena suara Bimo masih menahan tangis.
"Ngga,, Mas ngga flu, Mas mau kasih kabar duka,, "
"Kabar Duka,, siapa yang meninggal Mas,?"
"Mamah,, Mamah Linda,, "
"Apa,, ngga mungkin Mas,, Mas jangan main main soal kaya gini,, "
__ADS_1
"Mas ngga main main, ini memang benar, baru setengah jam lalu Mamah meninggal,, "
"Ya Tuhan,, Mamah,, kenapa Mamah meninggal Mas, bukanya dia tidak sakit, "
"Tidak,, Mamah tidak sakit, akan Mas ceritakan nanti saat kamu sudah sampai di sini,, dan kasih tau Ibu pelan pelan saja ,kalian kesini besok pagi saja, ini sudah malam yah,, "
"I, iya Mas,, "
"Ya sudah,, Mas matikan dulu,, "Bimo pun mematikan telfonya.
Sedang Alvin masuk ke ruang rawat Kay dengan senyum tipis yang di paksakan. Alvin lalu duduk di dekat Kay.
"Ada apa Mas,,?"
"Sayang,,, kamu harus kuat dan tabah yah, "
"Ada apa Mas,, "
"Mamah,, Mamah meninggal,, "Kay diam masih mencerna perkataan Alvin.
"Kamu harus kuat dan mengiklaskanya, semua sudah kehendak Tuhan,, "
"Tidak,, tidak mungkin,, Mas pasti bohong ini tidak benar kan,, Mas katakan Mas Bohongg,, "Alvin lalu memeluk Kay, air mata Kay sudah keluar dari matanya.
"Mas ngga bohong,, Mamah sudah meninggal setengah jam yang lalu,, "
"Tidakkkk,, tidakkk,, Mamah ngga mungkin ninggalin Kay, Mamah udah janji akan selalu ada bersama Kay,,, Mamahhhh,,, Mamahhhh,, "Kay terus saja berteriak teriak, sampai Alvin tidak bisa menenangkanya.
Susterpun datang dan langsung menyuntikan obat penenang pada Kay.
"Sus apa tidak papa istri saya di suntik sepirti itu,, "
"Tenang pak, obatnya ini sudah di takar kusus untuk istri bapa, kalau istri bapa selalu berteriak dan ngga bisa tenang, itu sangat berpengaruh juga pada anak yang di kandungnya juga mental Ibunya,, ini hanya untuk membuat Istri bapa lebih tenang,, "Alvin pun mengangguk mengerti.
__ADS_1
Setelah Kay tenang dan tertidur, Alvin menelfon orang rumah untuk mengabari kalau Mamah Linda meninggal dan menyuruh menyiapkan tempat untuk zenazah .
Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih,,,