MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Rara Memeluk Bimo


__ADS_3

Setelah sekitar satu jam mengudara, pesawat sekarang sudah mendarat dengan selamat di Bandara kota S.


Bimo lalu mencari taxsi untuk mereka naiki, setelah dapat Bimo dan pak supir menata kopernya di bagasi mobil. setelah selesai semuanya pun naik ke taxsi.


Karena perjalananya cukup jauh semuanya tertidur di taxsi. tapi tidak dengan Bimo, Bimo tetap terjaga karena tanggung jawab dengan keselamatan keluarga Alvin.


Saat Sampai ,Bimo membangunkan Rara,sedang pak supir menurunkan koper dari mobil.


"Ra,, kita sudah sampai,, bangun Ra,, "sambil mengusap tanganya. Rara yang merasakanya lalu mengusap matanya.


"Bangunin Ibu sama Tiwi yah, Kaka mau turunin koper,, "Rara mengangguk, dan Bimo lalu keluar dari taxsi.


Semuanya sudah turun dan taxsi pun sudah di bayar oleh Bimo, lalu Rara membuka pintu rumahnya. Tiwi lalu langsung ke kamar karena kebelet pipis.


"Kak,, kopernya taro aja di situ, ini udah malam kaka langsung istirahat aja ,"sambil menujuk ke dekat lemari untuk meletakan kopernya.


"Kak,, ambilin minum dulu untuk Nak Bimo, pasti haus,, "kata Ibu.


"Iya Bu,, "jawab Rara sambil berjalan ke dapur.


"Ngga usah repot repot, nanti kalau haus kaka ambil sendiri,,"kata Rizki pada Rara. tapi Rara tetap pergi.


"Ngga repot kok Nak Bimo, cuman minum, ya udah Ibu ke kamar dulu ya Nak, "


"Iya Bu,, "


Bimo lalu duduk di sofa sambil menyadarkan kepalanya di sandaran sofa,dan memejamkan matanya.


"Kak,, ini minumnya,, "sambil meletakan gelas di meja.


"Iya,, makasih yah,, "Rara mengangguk. Bimo lalu meminumnya.


"Kaka tidur di kamar Kak Alvin yah,, "


"Ngga ah,, ngga enak, itu kan kamar kakamu, kayanya ngga sopan deh, soalnya kakamu udah nikah,, "


"Trus kaka mau tidur dimana dong,, "


"Di sofa aja,, ngga papa,, "


"Jangan Kak, itu ngga nyaman ,,"


"Apa ada kasur lantai gitu,, "


"Ngga ada,, apa kaka tidur di kamar Rara aja, "


"Kita tidur bareng gitu,, jangan itu ngga baik kita kan belum nikah, "

__ADS_1


"Bu,, bukan gitu, kaka tidur di kamar Rara, dan Rara tidur di kamar Tiwi,, "


"Oh gitu,, kirain,, "sambil tersenyum, sedang Rara yang merasa malu hanya menunduk.


"Ya udah deh,, Kaka mau,, tapi Kamu bilang dulu sanah sama Ibu, takutnya Ibu besok salah sangka,, "Rara mengangguk ,lalu berjalan menuju kamar Ibu.


Sedang Bimo menghabiskan teh manis hangatnya. tidak lama Rara pun datang dan bilang sudah bilang pada ibu.


"Ini kamar kamu Ra,, "saat sudah ada di dalam kamar.


"I,,iya,, maaf berantakan,, "sambil Rara membereskan buku yang berantakan di meja belajarnya.


"Ngga berantakan kok,, sekarang kaka tidur di sini sendiri, dan semoga tidak lama lagi kita bisa tidur di sini bersama,"sambil merebahkan badanya di kasur, dan Rara pura pura tidak mendengar perkataan Bimo karena malu sendiri.


"Kak,, Rara keluar dulu yah, selamat malam,, "sambil berjalan ke arah pintu.


"Iya,, makasih ya Ra,, "Rara menengok lalu mengangguk.


Lalu Bimo mengganti kaos dan celana santainya, lalu masuk kamar mandi untuk cuci muka dan bersih bersih. Setelah itu Bimo pun langsung tidur.


Pagi pun datang, Ibu membangunkan Rara untuk pergi ke pasar karena tidak ada bahan yang buat di masak.


"Ra bangun,, Rara ke pasar gih, belanja buat di masak, ngga enak ada tamu masa ngga di buatkan makanan,, "


"Eemmm,, emang jam berapa Bu,, "


"Udah jam tujuh,, "


"Ibu mau buatin Nak Bimo rendang daging, dan sekalian nanti Ibu juga mau bawain buat kaka kamu di kota,, udah bagun,, "kata Ibu, sedang Tiwi sama sekali ngga bangun ada orang bicara juga.


"Iya Bu,, tunggu dulu, Rara mau cuci muka,"


"Ya udah,, Ibu keluar dulu, mau masak nasi,, "Rara hanya menjawab Iya.


Saat Rara sudah cuci muka di kamar Tiwi, lalu Rara keluar dari kamar dan meminta uang pada Ibu untuk ke pasar, setelah di kasih Rara akan berangkat, tapi karena masih pagi pasti dingin, jadi Rara masuk ke kamarnya untuk ambil jaketnya.


Rara berjalan dengan pelan agar tidak mengganggu tidur Bimo, saat membuka lemari ternyata suara pintu lemarinya bunyi, dan Bimo pun terbangun.


"Udah pagi Ra,, ?"sambil mengusap matanya Bimo bertanya.


"U, udah Kak,, "sambil mengambil jaket.


"Kamu mau ke mana, kok pake jaket,? "


"Rara mau kepasar, mau beli sayuran, "


"Sama siapa,,? "

__ADS_1


"Sendiri,, "


"Naik apa,? "


"Bawa motor,, "


"Kaka ikut, tunggu bentar kaka cuci muka dulu,, "tanpa menunggu jawaban Rara Bimo langsung bangun dan menuju kamar mandi.


Rara lalu keluar dari kamar dan mengeluarkan motor bututnya dari dalam rumah, lalu menyalakanya biar panas.


"Kok belum pergi Ra,, "


"Itu Bu Kak Bimo katanya pengin ikut, "


"Emangnya udah bangun,"


"Udah,,, "


Lalu Bimo pun keluar, dan mendekati mereka.


"Pagi Bu,, "


"Pagi Nak Bimo,, Nak Bimo mau ikut ke pasar?"


""Iya Bu,, "


"Oh ya udah hati hati yah,, "keduanya menjawab iya.


Bimo yang membawa motornya, dan Rara yang bonceng.Rara memberi arahan jalan untuk ke pasar, dan Bimo langsung paham.


"Ra Dingin nih,, "


"Apa Kak,, ngga denger,, "


"Dingin,,, peluk dong, "


"Apaan sih kak,,"


"Dingin banget ini,, kan udah jauh dari rumah ini,, peluk dong,, "sambil mencari tangan Rara, setelah ketemu lalu di tariknya untuk memeluk, tapi Rara tanganya kaku.


"Kak,,, "


"Ngga papa, lagian kan Kaka calon suamimu, jadi ngga papa lah buat belajar, "sambil mencari tangan satunya lagi.


""Kak bahaya, tanganya jangan lepas setang gas gitu ihh,, "


"Ya makanya peluk, biar Kaka ngga nyariin tangan kamu,, ayo,, dingin banget loh ini,, "lalu dua tangan Rara dengan pelan memeluk perut Bimo, dan Bimo lalu sedikit menarik tangan Rara agar badanya lebih dekat dan menempel.

__ADS_1


Ahirnya Rara memeluk badan Bimo, dan Bimo merasa senang dan tersenyum, sedang Rara dalam hatinya juga senang cuman Rara ngga menujukanya.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2