MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH

MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH
Bimo Pergi


__ADS_3

Semua menunggu jawaban Rara, dan Rara lalu menatap Ibunya.


"Rara ingin merasakan bekerja, dan ingin membahagiakan Ibu dulu, untuk menikah Rara belum terfikirkan sekarang ,"


"Kaka juga ngga akan mengajak menikah dalam waktu dekat ini, Kaka hanya ingin izin ke Ibu untuk membolehkan Kaka untuk menjalin hubungan dengan kamu, dan Kaka juga tidak main main, Kaka akan menunggu sampai kamu siap, "


"Tapi Rara tidak bisa menjanjikan sampai berapa bulan atau tahun untuk Rara siap nikah, apa Kaka akan sabar menunggu,,? "


"Iya,, kaka akan sabar menunggu, Kaka juga jadi bisa menabung dulu buat biyaya kita nikah nanti,, "


"Udah kak terima aja sih, ngga ada loh cowo sekeren kak Bimo gini yang nyatain cinta dan meminta kaka jadi istrinya pada Ibu, ini tandanya Kak Bimo serius suka sama kaka, "kata Tiwi. Rara hanya melirik tajam ke arah Tiwi. Tiwi langsung menutup mulutnya.


"Kalau kamu memang ngga mau,Kaka ngga maksa kok, kalau kita jodoh ngga bakalan kemana kan,, "


"Apa kaka ngga marah,,? "Bimo mengelengkan kepala.


"Kaka ngga marah, kamu juga pasti ingin mencari suami yang baik dan punya masa depan yang bagus,, "Bimo bicaranya sedikit bergetar karena merasa sedih di dalam hatinya.


"Bu,, bukan begitu kak,, "


"Udah ngga papa, jangan di fikirkan, katanya kamu mau kuliah, udah sanah bersiap,, "Rara lalu melihat jam dan memang sudah waktunya untuk berangkat kuliah. lalu Rara pun berpamitan.


Bimo sebenarnya merasa sedih dan kecewa, tapi Bimo tidak menujukanya pada Ibu dan Tiwi. Rara pun pergi kuliah dengan menggunakan motornya.


Bimo lalu masuk ke kamar Rara untuk tidur, tapi Bimo tidak bisa tidur. Bimo justru tak bisa berhenti memikirkan Rara karena saat ini Bimo tidur di kamar Rara dan sangat bau wangi kas badan Rara sangat tercium.

__ADS_1


Ahirnya Bimo memesan tiket pesawat untuk pulang ke kota, tadinya rencana Bimo akan pulang ke kota nanti sore, tapi karena selalu terbayang wajah Rara membuat Bimo makin tidak nyaman.


Bimo lalu bersiap setelah memesan tiket pesawat secara onlaine. dan mandi dulu sebelum pergi.


"Bu, Saya mau pamit untuk pulang ke kota sekarang,, "saat keluar dari kamar langsung pamitan pada Ibu.


"Loh,, katanya nanti sore pulangnya, kok sekarang sih,, "


"Iya Bu niatnya nanti sore, tapi ini tadi saat mau pesan tiket pesawat buat nanti sore, ternyata ada diskon harga buat jam 12 siang ini, jadi lumayan lah Bu bisa hemat sedikit,, "


"Oh gitu,, ya udah kalau begitu. hati hati yah di jalan, dan maaf soal Rara,, "


"Iya Bu,, ngga papa, "lalu Bimo mencium tangan Ibu.


Tiwi yang baru dari luar rumah melihat Bimo sudah bersiap mau pergi juga bertanya, dan Bimo menjawab seperti yang tadi di katakan pada Ibu. Tiwi merekam kepergian Bimo dengan hpnya, lalu mengirimnya ke Rara.


Rara yang sedang mencatat materi yang tertinggal kemarin saat tidak masuk kuliah langsung membuka hpnya.


Rara melihat video yang di kirim Tiwi, dan juga pesanya.


Sedang Bimo yang sudah sampai bandara langsung masuk ke cafe, dan memesan kopi untuk teman duduk. Keberangkatan pesawanya masih 1setengah jam lagi, jadi Bimo masih banyak waktu untuk minum kopi.


Rara membawa motornya ke arah Bandara, dengan modal nekat. karena sebelumnya Rara belum pernah ke Bandara menggunakan motor. satu jam Rara membawa motornya dan ahirnya sampai di Bandara.


Rara yang tidak punya no tlfon Bimo hanya modal nekat datang ke Bandara. kalau Bimo tadi pergi pas jam penerbanganya tidak menunggu lama, pasti Rara tidak akan bertemu.

__ADS_1


Mereka sama sama tidak tau no tlfon masing masing, dan Rara terus berjalan masuk ke dalam Bandara, di dalam Rara langsung menuju ruang informasi, untuk menanyakan keberangkatan pesawat untuk ke kota, Rara pun sedikit legakarena dari informasi yang di dapat mengatakan kalau penerbangan yang ke kota baru akan terbang setengah jam lagi, jadi Rara langsung mencari Bimo.


Bimo melihat jam, dan ternyata setengah jam lagi, jam penerbangan pesawat yang akan di naiki, lalu Bimo membayar kopinya, setelah itu keluar dari cafe, dan Bimo menuju ke dalam Bandara.


Bimo berjalan tidak melihat ke kanan dan ke kiri, dengan gagah dan kerenya berjalan lurus menuju tempat duduk yang kosong di dalam Bandara, karena sebentar lagi pesawatnya akan berangkat.


Sedang Rara sudah melihat Bimo yang berjalan sambil menggendong tas ranselnya, dan melihat ke hpnya sesekali, Bimo menggunakan kacamata hitam, membuatnya terlihat tampan. Rara berjalan pelan mendekati Bimo.


Saat Bimo akan duduk, barulah Bimo melihat Rara yang berdiri tidak jauh darinya. Bimo sampai membuka kaca matanya untuk melihat dengan jelas, apa benar Rara atau bukan.


"Rara,,, "kata Bimo, tanpa menjawab Rara berjalan mendekati Bimo.


"Kenapa kamu ada di sini, katanya kuliah sampai sore,, ?"tanya Bimo. Rara tetap diam.


"Kaka mau kemana,,? "tanya Rara dengan pelan.


"Mau balik ke kota,, "


"Katanya sore pulangnya, kenapa sekarang,,? apa marah sama Rara, ?"Bimo tersenyum.


"Kaka ngga marah, Kaka ngerti kok, hanya saja kalau nunggu nanti sore ,di rumah kamu terus jadi merasa ngga enak aja gitu, apa lagi kaka tidur di kamar kamu dan bau dari kamarmu membuat Kaka jadi inget kamu, rasanya sangat ngga enak dan nyesek gitu, tapi kaka ngga marah,, kaka berfikir lebih baik menghindar dengan pulang ke kota aja,, "tiba tiba mata Rara mengeluarkan air mata.


"Kenapa menangis, apa ada kata kata kaka yang salah,, maaf kalau Kaka menyakiti hati mu,, "Rara menggeleng dan langsung memeluk Bimo. Bimo yang bingung ada apa hanya mengusap kepala Rara .


**Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


Nanti kalau bulan puasa insaaloh upnya malam ya kak**.


__ADS_2