
Bimo dan Rara sekarang duduk di bangku,dan Rara dari tadi tetap diam. Sampai ahirnya pengumuman untuk penerbangan ke kota pun sudah di umumkan.
"Kaka harus pergi, kamu di jalan hati hati yah, jangan ngebut, karena cukup jauh Dari sini ke rumah,, "sambil Bimo bangun dari duduknya dan bersiap sambil menggendong tas ranselnya. Rara tetap diam sambil ******* ***** tanganya.
"Kaka pergi yah,, "Bimo akan berbalik untuk jalan masuk. tapi saat baru satu langkah Rara menarik tangan Bimo.
"Kak,,, "Bimo lalu berbalik dan melihat tanganya yang di pegang Oleh Rara juga.
"Ada apa,, ayo katakan, karena kaka harus cepat masuk, takutnya kaka tertinggal pesawat,, "
"Apa kaka tidak bisa perginya nanti sore aja,, "
"Ngga bisa, Kaka udah beli tiketnya, dan kenapa harus pergi sore juga, apa kamu butuh bantuan,,? "Rara menggeleng.
"Ra,,Rara masih ingin bersama Kaka,, "Bimo yang masih belum paham hanya diam.
"Kaka jangan pergi dulu, Rara sepertinya tidak bisa menyembunyikan lagi rasa ini untuk Kaka,kalau Rara juga menyukai Kaka, dan Rara mau kak untuk jadi istri kaka,tapi Rara ingin kaka bersabar, Rara ingin lulus kuliah dan mendapatkan nilai terbaik, karena Rara ingin Ibu dan Kak Alvin bangga pada Rara,, "Rara berbicara sambil menunduk tidak berani menatap ke Bimo, sedang Bimo yang mendengarnya langsung tersenyum senang.
Bimo lalu duduk lagi dan tidak jadi pergi.ahirnya pesawat pun terbang dan Bimo tidak jadi pulang ke kota.
"Kaka akan menunggu kamu sampai siap nikah, dan kaka juga tidak akan mengganggu kuliahmu, dan kita harus saling percaya nantinya, karena kita LDR an,, "sambil menggenggam tangan Rara, dan Rara mengangguk dan tersenyum tipis.
"Kita pulang sekarang atau kemana nih,, Kamu udah makan siang belum,, "Rara menggeleng.
"Kenapa belum makan,, "
"Tadi kan ke sini,, "Bimo pun tersenyum.
"Ya udah kita cari makan yuk,, mau makan di sini atau di luar,, "sambil mengacungkan tanganya ke depan Rara. lalu Rara menyambutnya dengan menerima uluran tangan Bimo.
"Terserah kaka aja mau makan di mana, Rara ikut,, "sambil mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
Lalu Bimo mengajak Rara makan di luar bandara, Bimo lalu mengambil motor di parkiran Bandara,dan Bimo membawa motornya,tangan Rara langsung di tariknya agar memeluk perut Bimo.
__ADS_1
Bimo melihat Rara di sepion dan tersenyum, hati Bimo sekarang sangat bahagia, karena Rara menerima cintanya.
Bimo berhenti di depan toko penjual helem, karena Rara tidak memakainya, takut di tilang polisi karena Rara tidak pakai helem.
Setelah itu Bimo dan Rara lanjut lagi,dan mencari lestoran yang menurut Bimo enak.
"Kita makan di sini aja yah,, "kata Bimo saat motor berhenti di depan warung makan.
"Iya Kak,,, "sambil turun dari motor.
Lalu mereka masuk ke dalam, dan mencari tempat duduk yang nyaman.
"Mau makan apa,, "tanya Bimo saat mereka sedang melihat ke buku menu.
"Mau ikan bakar sama air meneral aja ya Kak,"
"Iya,, Kaka sama juga pesan ikan bakar,, "
Setelah pesanan di pesan Bimo dan Rara pun mengobrol.
"Iya,, tar sore Kaka harus pulang ke kota, karena besok kaka harus kerja,"Rara sedikit cemberut.
"Tapi kalau kamu meminta Kaka untuk tinggal sehari lagi di sini ,Kaka akan lakukan,jadi sekarang coba bilang,"Bimo sembil tersenyum. Rara yang mendengarnya jadi merasa malu.
"Kalau ngga mau bilang, kaka nanti sore akan pulang ke kota loh,, "
"Tapi Rara juga ngga mau Kaka kena masalah di tempat kerja Kaka, kalau kaka tidak kerja lagi besok,, "
"Tenang aja,, kalau sampai di pecat, Kaka bisa kok kerja di perusahaan kaka iparmu,, "
"Rara malu sama Ibu dan Tiwi kalau tau Kaka tidak jadi pulang ke kota gara gara permintaan Rara,, "
"Ya Ibu sama Tiwi jangan sampai tau kalau kaka masih di kota ini, "
__ADS_1
"Pasti tau lah, orang kaka tidur rumah dan pasti Ibu sama Tiwi tanya kenapa ngga jadi pulang,, "
"Kaka bisa kok nginep di Hotel, biar Ibu sama Tiwi ngga tau,, "
"Tapi,,, "
"Tapi kenapa,, ngga papa hanya semalam ini kok nginep di Hotelnya,, "
"Dan besok kita bisa jalan jalan, kita menikmati waktu hanya berdua,, iya kan,, karena kita akan bertemu entah kapan lagi,, "Rara mengangguk.
"Iya udah kaka pulang ke kotanya besok sore aja kalau gitu,
"Baik sayang, kaka akan turuti keinginamu,, "Rara langsung menundukan kepalanya karena malu di panggil sayang.
Makanan pun datang, mereka berdua makan bersama, sesekali Bimo menyuapi daging ikan pada Rara, Rara sebenarnya tidak mau tapi karena Bimo selalu memaksanya ahirnya mau, Rara yang tidak pernah merasakan punya pacar dan selalu sendiri jadi sekarang merasa senang karena Bimo sangat memperhatikanya.
"Sekarang temani kaka cari Hotel yah, dan ini sudah jam 3, jadi biar kamu pulang ngga kesorean, "Bimo bicara setelah selesai makan, Rara pun menjawab Iya.
Bimo lalu membayar makananya, setelah itu mereka berdua keluar menuju parkiran motor. Rara memberitau jalan menuju Hotel yang berbintang. sekitar 20 menit ahirnya sampai.
Bimo tidak sekali pun melepas genggaman tanganya di tangan Rara dari mulai turun dari motor dan sampai sekarang sudah ada di depan kamar Hotel.
"Ayo masuk,, "kata Bimo, tapi Rara diam tidak mau jalan dan menggeleng.
"Kenapa,, "
"Takut,, "jawab Rara dengan pelan. sedang Bimo malah tersenyum.
"Ngga usah takut, kaka ngga bakalan gigit kamu,, udah ayo masuk,,, "sambil menarik tangan Rara.
Rara pun masuk dan tetap berdiri, sedang Bimo melepaskan tas ranselnya lalu merebahkan badanya ke kasur.
Bimo tersenyum melihat Rara yang hanya diam berdiri sambil ******* ***** kedua tanganya.Bimo lalu mendekatinya, dan tiba tiba Bimo menggendong Rara dan menjatuhkanya di kasur.
__ADS_1
**Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..
Mulai besok insaaloh Aku up habis teraweh yah**,,