
Di dalam mobil, Permata tampak kesal. Dia tidak menyangka Aditya membohonginya.
"Aditya keterlaluan! Lihat saja aku akan menghukumnya nanti!" ucap Permata sewot.
...****************...
Satpam rumah keluarga Nugraha bergegas membuka pintu gerbang saat mendengar klakson motor Aditya.
Setelah pintu gerbang terbuka, Aditya melajukan motornya ke garasi.
Aditya melepas helm lalu mematikan mesin motornya. Dia beranjak dari motornya dan memasang standar untuk menopang motornya agar tidak jatuh.
...****************...
Permata berada di dalam kamarnya bersama dengan seorang pelayan.
"Segera beritahu Saya kalau Aditya sudah pulang."
"Baik Nyonya."
"Dan satu lagi, bawakan jus jeruk untuk Saya."
"Baik Nyonya, akan Saya bawakan, permisi."
Setelah membalas dengan sopan ucapan majikannya, pelayan itu pun beranjak pergi.
...****************...
Aditya membuka pintu dan berjalan menuju tangga. Dia pun menginjak setiap anak tangga dan naik ke lantai atas.
Pelayan yang baru keluar dari dalam kamar Permata melihat kedatangan Aditya lalu pelayan itu pun segera masuk kembali ke dalam kamar dan memberitahu Permata kalau Aditya sudah pulang.
Permata tahu Aditya pasti ada di dalam kamar lalu dia pun keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar Aditya.
Aditya melepas tas ranselnya lalu meletakkan tas itu ke atas meja.
...Cklek!...
Pintu kamar Aditya terbuka. Permata masuk dan berjalan mendekati Aditya.
"Aditya, kamu keterlaluan! Kamu sudah membohongi Mami! Kamu cuma pura-pura sakit perut aja kan tadi! Mami tadi khawatir sekali denganmu tapi kamu malah bohongin Mami! Kenapa Aditya?! Kenapa kamu sampai melakukan hal itu?!" cecar Permata menuntut penjelasan dari Aditya.
"Aku engga suka Mi!"
Baik Permata maupun Aditya, dua orang itu sama-sama temperamen jadi jangan harap mereka bisa bicara tanpa narik urat.
"Engga suka bagaimana?! Bilang yang jelas!"
Kedua tangan Aditya mengepal kencang dan rahangnya pun mengeras.
"Kamu engga suka makan di restaurant tadi atau engga suka makanannya?! Jangan diam saja Aditya! Apa alasannya kamu sampai ngebohongi Mami?! Bukan cuma Mami tapi kamu juga sudah ngebohongin Om Hendra dan Kania!"
"Bukan aku yang keterlaluan tapi Mami! Mami pikir aku engga tahu kalau selama ini Mami pacaran dengan Om Hendra! Aku tahu Mi!"
Permata terkejut mendengar ucapan Aditya, dia tidak mengira kalau Aditya mengetahui hubungannya dengan Hendra padahal selama ini dia tidak pernah menunjukkan kemesraannya dengan Hendra di depan Aditya.
"Mami sama aja udah mengkhianati Papi! Kenapa Mami tega banget sama Papi?! Kenapa Mi?! Kenapa?!"
Mata Aditya memerah dan mulai berkaca-kaca.
"Aditya dengar, Mami--"
Sebelum Permata menyelesaikan ucapannya, Aditya langsung beranjak pergi.
"Aditya tunggu!"
Permata segera mengejar Aditya yang berjalan sangat cepat menuju kamar tamu.
"Aditya, dengar Mami!"
Aditya sudah berdiri di depan pintu kamar tamu.
"Mami yang dengar, engga ada yang bisa menggantikan Papi, ENGGA ADA MI!"
...BRAK!...
Aditya langsung masuk ke dalam kamar tamu dan menutup pintu dengan kencang.
Hati Permata sakit dan sangat sedih dengan sikap Aditya.
"Buat Mami juga engga ada yang bisa menggantikan Papi...."
Air mata Permata pun menetes mengingat almarhum suaminya.
...****************...
"SIAL! "
...BRUK!...
__ADS_1
Aditya menendang bagian bawah tempat tidur dengan kencang untuk melampiaskan emosinya.
"Semua ini gara-gara Om Hendra! Dia pasti sengaja ngedeketin Mami supaya dia bisa menguasai perusahaan Papi!"
"Engga! Gue engga bakalan ngebiarin Om Hendra merebut perusahaan dan posisi Papi di keluarga ini!"
Aditya duduk di pinggir tempat tidur.
"Papi tenang aja, Aditya pasti akan menjaga semua peninggalan Papi dan juga Mami."
Aditya menjatuhkan setengah badannya ke tempat tidur dan melihat langit-langit kamar.
"Dulu Mami sangat mencintai Papi tapi... kenapa sekarang Mami bisa mencintai pria lain?"
"Pasti Om Hendra duluan yang merayu Mami, dia sengaja bikin Mami baper."
Bicara tentang Hendra, Aditya juga teringat dengan Kania.
Aditya langsung mengangkat badannya dan merogoh saku celana untuk mengambil handphonenya.
Dia membuka kunci layar handphonenya lalu mengecek aplikasi chat yang biasa dia gunakan untuk berkomunikasi.
Diantara banyak nama kontak di aplikasi chatnya, Aditya segera menuju kontak dengan awalan huruf K.
"Ketemu!" ucap Aditya antusias.
Aditya menemukan kontak Kania dan melihat foto profil yang terpajang pada akun chat Kania.
Semua pikiran negatif Aditya langsung hilang saat melihat senyuman manis dari bibir tipis Kania.
"Cantik banget, lesung pipinya itu loh, engga tahan lihatnyaaa~" puji Aditya.
Aditya tampak sumringah, matanya masih betah memandangi foto Kania.
"O iya dia kan belum punya nomor gue, gue chat ah, sekalian nanya apa dia udah sampai rumah atau belum."
Saat PDKT terkadang cowok gengsi atau malu buat pertama chat cewek yang jadi incarannya tapi Aditya bukan cowok kaya gitu, dia gak peduli asal bisa mendapatkan cewek incarannya. Apalagi cewek kali ini bisa membuat jantungnya deg-degan.
Aditya mengetik sesuatu lalu mengirimnya, terlihat contreng dua di bubble chatnya dan sekarang Aditya tinggal menunggu contreng dua itu berubah biru yang berarti Kania telah membaca chat darinya.
Sambil menunggu balasan dari Kania, Aditya kembali memandangi foto profil Kania.
"Gue yakin dia pasti punya aplikasi sosmed, gue cari ah akunnya."
Aditya membuka aplikasi sosmednya lalu mengetik nama Kania di pencarian.
Ada lebih dari ribuan akun dengan nama Kania yang muncul di pencarian.
"Tadi pas kenalan dia nyebutin nama panjangnya gak ya? Gue lupa lagi!"
"Tanya orangnya langsung aja deh, males gue nyari satu-satu, kalau cuma ada sepuluh sih gpp tapi ini ribuan."
...Kling!...
Aditya tersenyum lebar saat melihat notif chat di layar handphonenya.
"Dibalas!" ucap Aditya antusias dan langsung membuka chat itu.
...----------------...
...[Layar Chat Aditya]...
Aditya: Hai
Aditya: Ini nomorku
^^^Kania: Ok, aku save^^^
Aditya: Kamu masih di Mall?
^^^Kania: Aku lagi di mobil sama Ayah^^^
^^^Kania: Baru keluar dari parkiran Mall^^^
Aditya: Hati-hati ya 🙂
^^^Kania: Iya, makasi^^^
Aditya: O iya kamu sekolah dimana?
^^^Kania: Sekolah?^^^
Aditya: Iya, kamu sekolah di SMA mana?
^^^Kania: SMA? 😂^^^
^^^Kania: Emangnya aku masih kaya anak SMA?^^^
__ADS_1
^^^Kania: Aku udah lulus^^^
^^^Kania: Sekarang aku kuliah^^^
Aditya: Kamu baru masuk kuliah
^^^Kania: Engga, aku udah semester akhir^^^
Aditya: Semester akhir?!
Aditya: Emangnya umur kamu berapa?
^^^Kania: Umurku 22 tahun^^^
...----------------...
Jempol Aditya seketika berhenti menyentuh layar handphone, dia terpaku membaca balasan chat terakhir Kania.
"22 tahun??? Berarti... dia lebih tua 5 tahun dari gue!" Aditya membuka lebar matanya setelah menyadari perbedaan usia diantara mereka.
"Tapi kenapa mukanya kelihatan masih kaya anak SMA? Jangan-jangan dia bohongin gue, dia engga mau gue tahu sekolahnya."
"Hmm... emangnya lu pikir gue bakal percaya gitu aja, gue bakal cari tahu lagi semua tentang lu, lu harus jadi milik gue," ucap Aditya sambil tersenyum menyeringai.
...****************...
Hendra yang sedang mengemudi mendengar suara cekikikan Kania.
"Ada apa Kak?"
"Anaknya Tante Permata lucu."
"Aditya?"
"Iya, dia pikir Kakak masih SMA." Kania kembali cekikikan.
"Mungkin karena badan Kakak kecil jadi dia pikir Kakak masih SMA."
Tinggi badan Kania memang dibawah standar karena cuma 155cm.
"Tapi emangnya wajah Kakak kelihatan kaya anak SMA?"
"Harusnya Kakak bersyukur, berarti wajah Kakak awet muda."
"Wajah Ayah juga awet muda, padahal umur Ayah udah hampir 50 tahun tapi kelihatan masih 40 tahun," ucap Kania sambil melihat wajah Hendra dari samping.
Hendra tertawa kecil mendengar pujian Kania.
"Ayah tahu, pasti karena tadi Ayah beliin Kakak novel, benar kan?"
"Engga Yah, wajah Ayah emang awet muda, eh bukan! Tapi awet ganteng makanya Tante Permata jatuh cinta sama Ayah," ucap Kania menggoda Hendra.
"Ehem."
Hendra tersipu malu mendengar ucapan Kania. Sebenarnya Hendra adalah tipe pria pemalu makanya selama bertahun-tahun dia lebih memilih single dan fokus bekerja untuk masa depan Kania.
Kalau pun sekarang Hendra bisa merubah status singlenya, semua itu karena almarhum suami Permata.
Almarhum suami Permata yang menyatukan mereka berdua sebelum akhirnya meninggal.
Permata ingin memberitahu Aditya tentang hal itu tapi karena emosi Aditya tidak mau mendengar apapun dari Permata.
...****************...
Author: Hai semuaaa~
Makasi ya udah ngikutin cerita Aditya dan Kania
Karena judul bab ini "Saling Mengenal (2)" jadi aku akan mengenalkan visual tokoh utama di cerita ini
Kania Pertiwi, 22 tahun
Putra Aditya Nugraha, 17 tahun
Permata, 43 tahun
Hendra, 48 tahun
Semoga kalian makin betah baca ceritanya 🤗
Jangan lupa difavoritkan kalau kalian suka dan vote ya 😉
__ADS_1
Makasi juga like dan komennya ❤️❤️❤️