Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Backstreet


__ADS_3

"Aditya, kamu sakit?" Permata menempelkan punggung tangannya ke dahi Aditya.


"Engga Mi," jawab Aditya datar sambil menepis tangan Permata dari dahinya.


"Terus kenapa kamu tiba-tiba setuju?"


"Papi pernah bilang kalau Papi suka dengan Om Hendra karena Om Hendra orang baik dan pekerja keras."


"Aku yakin Papi engga mungkin salah menilai orang, benar kan Mi?"


"Benar Nak, Penilaian Papi engga salah," ucap Permata sambil mengelus kepala Aditya.


"Sebenarnya... Papi sendiri yang meminta Om Hendra untuk menjaga kita berdua sebelum Papi meninggal."


"Papi? Papi meminta Om Hendra menjaga kita?" Aditya sedikit terkejut mendengar ucapan Permata.


"Iya Nak."


Permata pun menceritakan saat-saat terakhir almarhum suaminya dan tentang wasiat yang diberikan almarhum suaminya kepada Hendra.


Tak bisa dipungkiri kalau Aditya sedikit shock mengetahui hal itu. Padahal sebelum akhirnya dia setuju dengan pernikahan Permata dengan Hendra, dia merasa bersalah kepada papinya. Dia merasa sudah mengkhianati papinya tapi ternyata papinya sendiri yang menginginkan pernikahan Permata dengan Hendra.


"Ta-Tapi aku pikir Papi...."


"Papi melakukan itu karena Papi percaya kalau Om Hendra bisa menjadi figur ayah yang baik untukmu."


"Papi adalah ayah terbaik, engga ada satu pun yang bisa menggantikan Papi."


Permata memeluk Aditya dan membelai kepala belakang putranya.


"Iya Nak, engga ada yang bisa menggantikan Papi." Cairan bening pun keluar dari sudut mata Permata.


Perlahan Aditya melepas pelukan Permata lalu mengusap air mata di pipi maminya.


"Apa Mami pacaran dengan Om Hendra karena keinginan Papi?"


"Awalnya iya tapi setelah Mami mengenal Om Hendra, Mami...."


Permata merasa malu mengatakan perasaannya di depan putranya sendiri.


"Mami mencintai Om Hendra?" tanya Aditya to the point.


Permata hanya tersenyum tipis dan membelai kepala Aditya.


"Mami udah tua, engga pantas rasanya kalau membicarakan soal cinta, lebih tepatnya Mami kagum dengan Om Hendra."


"Seperti Papi, dulu Mami juga menyukai Om Hendra karena dia baik tapi semakin Mami mengenal Om Hendra, Mami jadi semakin kagum dengan sifat Om Hendra yang baru Mami ketahui setelah dekat dengannya."


"Cobalah untuk mengenal Om Hendra, Mami yakin kamu juga pasti akan menyukai Om Hendra."


"Mi, aku capek, aku mau mandi terus istirahat."


"Baiklah, Mami juga mau memberitahu Om Hendra tentang kabar baik ini."


"Selamat malam Mi."


"Selamat malam sayang."


Permata pun beranjak dari sofa dan berjalan meninggalkan kamar itu.


Aditya menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa dan teringat yang terjadi di kafe sebelumnya.


........


........


........


"A-Aditya aku... aku mau jadi pacar kamu," ucap Kania malu-malu.


Hati Aditya tentu saja berbunga-bunga mendengar hal itu. Wajahnya yang sempat murung langsung berubah sumringah.


"Serius? Kak Kania mau jadi pacar aku??" tanya Aditya memastikan.


Kania mengangguk malu-malu.


"Yeess! Makasi Kak! Aku seneng banget!"


"Tapi...."


Sudut bibir Aditya yang terangkat perlahan turun.


"Tapi apa?"


"Tapi kamu harus menyetujui pernikahan mama kamu dan ayahku."


"Kenapa harus ada syaratnya sih?" protes Aditya.


"Jadi ini tujuan Kak Kania nerima aku, kalau gitu mending Kak Kania tolak aku aja."


Kania dilema dengan keputusannya, dia engga bisa nolak Aditya karena sebenarnya dia sudah mulai menyukai Aditya dan meskipun dia tidak menyukai Aditya, dia tetap tidak bisa menolak Aditya karena penyakit tidak bisa menolaknya tapi dia juga ingin ayahnya bahagia.


"Sebenarnya aku... aku juga punya perasaan denganmu tapi... aku ingin ayah bahagia dan kebahagiaan ayah adalah Tante Permata, mama kamu."


"Kak Kania juga punya perasaan denganku?"

__ADS_1


"I-Iya, aku... aku rasa aku... aku juga... aku juga mencintaimu...." Kedua pipi Kania semakin merah saat mengatakan perasaannya.


Pipi Aditya juga memerah bahkan jantungnya berdetak semakin kencang seperti akan meledak.


"Kalau begitu kenapa aku harus setuju mama menikah dengan Om Hendra? Aku engga mau Kak Kania jadi Kakak tiri ku."


"Emangnya kenapa kalau aku jadi Kakak tiri mu? Engga ada yang melarang saudara tiri pacaran, kan?"


Aditya berpikir sejenak.


Bener juga, kalau Kak Kania jadi Kakak tiri gue berarti Kak Kania bakal tinggal di rumah gue dan gue bisa terus ketemu Kak Kania setiap hari!


Saat Aditya sedang senyum-senyum, dia teringat dengan almarhum papinya.


Tapi... gimana sama Papi kalau Mami menikah lagi? Papi pasti sedih...


Senyuman di bibir Aditya pun hilang.


"Jadi gimana?" tanya Kania.


"Aku... aku engga tahu... aku bingung apa yang harus aku lakukan...."


"Duduklah." Kania meminta Aditya duduk lalu dia mengambil kursi dan duduk di depan Aditya.


"Beritahu aku apa yang membuatmu bingung."


"Kalau aku setuju Mami menikah lagi Papi pasti sedih tapi aku juga engga mau kehilangan Kak Kania... aku harus bagaimana?" ucap Aditya lirih.


Kania tersenyum tipis lalu memegang tangan Aditya.


"Kamu ingin Papi kamu bahagia, kan?"


Aditya menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana Beliau bisa bahagia saat melihat orang-orang yang dia sayangi bersedih seperti ini?" Kania mengusap lembut pipi Aditya.


"Engga ada yang bisa menggantikan Papi kamu, ayahku juga engga, Beliau tetap ada di dalam hatimu dan akan selalu memperhatikanmu dari atas sana."


Kata-kata Kania membuat Aditya tersentuh. Tanpa dikehendaki, cairan bening pun keluar dari sudut matanya.


Kania sedikit terkejut melihat Aditya menangis tapi yang lebih membuatnya terkejut karena Aditya langsung memeluknya erat.


Aditya menenggelamkan wajahnya di pundak Kania. Samar-samar Kania mendengar isak tangisan Aditya.


Dengan lembut Kania pun mengusap-usap punggung Aditya.


Setelah beberapa menit, tangisan Aditya tidak terdengar lagi. Kania melepas pelukan mereka lalu mengusap air mata di pipi Aditya.


"Maaf Kak...," ucap Aditya lirih.


"Engga apa-apa, aku mengerti perasaanmu, minumlah."


Untung saat itu hanya ada mereka berdua di lantai atas kafe sehingga mereka tidak jadi tontonan dan tidak ada yang akan memvideokan mereka.


Mereka bisa lebih viral karena "drama" mereka lebih seru daripada sinetron emak-emak.


"Lebih baik kita pulang saja sekarang, aku tidak akan memaksamu kalau kamu masih bingung."


"Tunggu."


Kania yang tadinya akan berdiri langsung duduk lagi di kursinya.


"Aku sudah mengambil keputusan."


Papi, Aditya mencintainya, apalagi hari ini dia membuat Aditya semakin mencintainya, Aditya engga bisa kehilangan dia Pi, semoga Papi mengerti dan menerima keputusan Aditya.. maaf Pi...


Aditya merasa bersalah kepada Papinya karena keputusan yang akan dia ambil.


"Kak, aku setuju Mami menikah dengan Om Hendra."


Senyuman mengembang di bibir Kania.


"Serius? Kamu setuju?" tanya Kania memastikan.


"Iya tapi jangan harap aku akan memperlakukan Kak Kania sebagai Kakak karena Kak Kania adalah pacarku," ucap Aditya sambil menyeringai.


"A-Aku tahu." Kania tersipu malu.


"Tapi Aditya--"


"Tapi apa lagi?" tanya Aditya gemas.


"Jangan beritahu hubungan kita kepada mereka, ini jadi rahasia kita saja ya."


"Maksud Kak Kania kita backstreet?" tanya Aditya sambil mengangkat satu alisnya.


"Iya, engga apa-apa kan? Pleaseeee." Kania memasang wajah memelas di depan Aditya.


"Kenapa kita harus backstreet? Kak Kania malu punya pacar yang usianya lebih muda?" tanya Aditya ketus.


"Bukan begitu, mereka pasti tidak akan menikah kalau kita beritahu mereka tentang hubungan kita sekarang, jadi lebih baik kalau kita beritahu mereka setelah mereka menikah, kamu engga keberatan, kan?"


"Tentu saja keberatan tapi baiklah."


"Makasi Aditya," ucap Kania sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku akan melakukan apa saja untuk pacarku."


Aditya mengelus lembut pipi Kania sehingga membuat pipi Kania kembali merona merah.


Pipinya merah lagi...


Jantung Kania berdetak kencang saat wajah Aditya semakin mendekat dan tubuhnya tidak bisa bergerak seperti membeku.


A-Apa yang dia lakukan?! Apa dia akan me-menciumku?!


Saat wajah Aditya tinggal beberapa senti dari wajahnya, Kania langsung memejamkan mata.


...Cup...


Bukan di bibir tapi Kania merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya lalu dia pun membuka matanya dan melihat Aditya yang sedang tertawa kecil.


Kania sangat malu karena sudah salah paham dengan yang akan dilakukan Aditya.


"Aku emang udah besar tapi usiaku masih dibawah 18 tahun."


Aditya mendekatkan bibirnya ke telinga Kania dan membisikan sesuatu.


"Sabar ya, sebentar lagi aku 18 tahun, baru aku bisa melakukan adegan 18+."


Kania merinding mendengarnya, jantungnya seperti akan meledak dan wajahnya sangat merah.


"Mesum!" Kania memukul lengan Aditya.


"Aw! Sakit babyyyy~" rengek Aditya manja.


"Ba-Baby?"


"Mulai sekarang aku akan panggil pacarku babyyy~." Aditya mencubit kedua pipi Kania gemas.


"Iih sakit!" Kania menepis tangan Aditya di pipinya.


Aditya pun terkekeh melihat Kania yang cemberut.


"Tapi ingat jangan panggil aku seperti itu di depan orang yang kita kenal terutama orang tua kita, mengerti?"


"Termasuk di depan Kak Ratna?"


"Iya, apalagi di depan Ratna."


Aku bisa diledekin terus setiap hari kalau Ratna tahu aku pacaran dengan Aditya.


Aditya menatap tajam Kania.


"Kenapa melihatku seperti itu?"


"Kak Kania cinta gak sih sama aku atau cuma mau manfaatin aku aja supaya Om Hendra menikah sama Mami."


"Aku kan udah bilang perasaanku tadi, kamu engga percaya sama aku?"


"Kalau gitu bilang sekali lagi, aku mau dengar."


"Bilang apa?"


"Perasaan kamuuu~"


"Aku...."


Wajah Aditya tampak serius, dia menunggu kata-kata selanjutnya dari bibir Kania.


Kerjain aaaah~ hehe.


"Aku lapar."


"Hah? Koq lapar sih?!" protes Aditya.


Kania pun terkekeh.


"Engga lucu!" Aditya melipat kedua tangannya di dada dan wajahnya tampak cemberut.


"Gitu aja ngambek~" goda Kania.


"Huh!" Aditya memalingkan wajahnya.


Yang dilakukan Kania selanjutnya membuat mata Aditya terbuka lebar.


...Cup...


Kali ini Kania yang mencium pipi Aditya.


Sepersekian detik Aditya mencerna apa yang terjadi tapi saat dia menyadarinya hati Aditya berbunga-bunga. Bibirnya mulai terangkat dan membuat senyuman manis di wajahnya.


"I love you... honey."


...****************...


Author:


Hayooo~ Baper gak? Baper gak? Baper lah


Aku aja baper 😆

__ADS_1


Makasi like dan dukungan kalian ❤️❤️❤️


Kita ketemu lagi di bab selanjutnya ya 😉


__ADS_2