Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
The Most Spesial Day


__ADS_3

Kurang dari dua menit lagi menuju tengah malam.


Kania berdiri di depan kamar seseorang yang akan menjadi suaminya sambil membawa kue coklat dengan beberapa buah cherry diatasnya.


Di samping kanan Kania tampak Permata yang tengah mengecek jam diponselnya sedangkan Hendra yang berada di samping kiri tersenyum memperhatikan istri dan putrinya yang begitu antusias.


Tepat jam 00:00, Aditya yang sedang berkutat dengan laptopnya terperanjat saat mendengar pintu kamarnya yang dibuka dan saat dia memutar kursinya, dia melihat Kania membawa kue dengan lilin-lilin kecil diatasnya.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday


Happy birthday


Happy birthday to you


Lagu selamat ulang tahun versi Inggris terlantun dari bibir Kania dan Permata sedangkan Hendra mengiringi lagu itu dengan tepuk tangan.


Aditya yang sadar dari keterkejutannya langsung berdiri dan melihat kue yang dibawa Kania.


"Selamat ulang tahun Honey."


Aditya mengalihkan pandangannya dan melihat senyuman manis dari gadis yang akan menjadi istrinya, ya, beberapa jam lagi gadis itu akan jadi miliknya, jiwa dan raga.


Lalu terdengar lagi lantunan lagu yang biasanya dinyanyikan saat seseorang ulang tahun.


Tiup lilinnya


Tiup lilinnya


Tiup lilinnya sekarang juga


Sekarang juga


Sekarang juga


Aditya tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya, dia menahan gemas saat mendengar suara gadis di depannya yang bernyanyi layaknya anak kecil, imut sekali.


"Tapi sebelum tiup lilin kamu harus make a wish dulu," ucap Kania.


Aditya menutup kedua matanya tapi bukan harapan yang diucapkan hatinya melainkan sebuah janji.


Tuhan, terima kasih sudah mendatangkan dia ke dalam hidupku. Aku berjanji akan menjaganya dan membuatnya bahagia.


Melihat Aditya yang tersenyum saat make a wish membuat Kania sedikit penasaran apa yang menjadi harapan Aditya.


Perlahan Aditya membuka matanya dan dengan satu kali tiupan api lilin-lilin itu pun padam.


Senyuman semakin merekah dari bibir dua sejoli yang beberapa jam lagi akan melepas masa lajang mereka.


Setelah tiup lilin, ritual selanjutnya sudah pasti potong kue lalu memberikannya kepada seseorang yang spesial.


Aditya mengambil pisau plastik yang biasa digunakan untuk memotong kue dari Permata. Dia pun memotong kue coklat itu dan yang pertama mendapatkan potongan kue itu adalah wanita yang melahirkannya ke dunia.


"Selamat ulang tahun Putraku." Permata mencium pipi Aditya.


"Makasi Mi."


Lalu potongan kue selanjutnya Aditya berikan kepada gadis yang akan menjadi istrinya. Gadis yang sangat dia cintai.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun Honey," ucap Kania dengan senyuman manisnya.


"Thank you My future wife, I love you." Aditya mencium kening Kania.


Dan Kania pun hanya bisa membalasnya dalam hati karena dia begitu malu jika mengatakannya langsung kepada Aditya. "I love you too My future husband."


...****************...


Saat-saat mendebarkan pun akhirnya tiba. Aditya yang sudah terlihat tampan dengan pakaian pengantinnya tampak gelisah. Entah sudah berapa kali dia mondar mandir di dalam kamarnya.


"Tenang Aditya, tenang, jangan terlalu gugup."


Aditya berusaha menenangkan jantungnya yang semakin berdetak kencang.


Tiba-tiba pintu kamarnya dibuka, Daniel masuk ke dalam dan langsung merangkul pundak Aditya.


"Ciee yang mau nikah~ Tegang gak? Tegang gak? Ya pasti tegang lah~ Gimana? Udah siap Bro?" Daniel tersenyum jahil sambil menaik-turunkan alisnya.


"Siap lah! Liat aja entar, gue bakal ngucapin ijab qabul cuma satu kali tarikan napas!"


"Hahaha bukan soal itu Bro."


"Hah? Terus siap apaan?"


"Ck, masa orang yang mau nikah gak ngerti?!"


"Udah bilang aja gak usah ribet!"


Aditya menjauhkan tangan Daniel dari pundaknya lalu merapikan kembali penampilannya.


Daniel mendekatkan bibirnya ke telinga Aditya lalu membisikan sesuatu yang membuat telinga Aditya memerah.


Seketika jantung Aditya kembali berdetak tak karuan bahkan wajahnya terasa panas.


"Sh*it! Ngapain lo bahas soal itu sekarang?!"


Daniel malah cekikikan, dia senang sekali karena bisa menggoda Aditya apalagi saat melihat wajah temannya itu yang merah seperti kepiting rebus.


...****************...


Sedangkan di kamar yang lain. Kania baru selesai memakai kebaya pengantinnya dan langsung dirias oleh team MUA.


Tak lama, pintu kamar terbuka. Permata yang sudah cantik dengan kebayanya masuk melihat calon menantunya yang sedang dirias.


"Kamu cantik sekali Sayang!" puji Permata.


"Makasi Mi, Mami juga cantik," balas Kania dengan senyuman manis dibibirnya.


...****************...


Hari ini matahari bersinar terang ditambah langit biru tanpa awan mendung seolah mendukung pernikahan yang akan terjadi beberapa menit lagi.


Permata masuk ke kamar Aditya untuk mendampingi putranya menuju tempat yang akan menjadi saksi acara ijab qabul.


Di tempat itu sudah ada meja yang berada di tengah-tengah empat kursi yang saling berhadapan.


Halaman belakang rumah mewah yang menjadi tempat resepsi pun juga sudah dihias cantik dengan tema garden party. Warna putih dan biru sengaja dipilih Aditya mengingat Kania yang menyukai warna biru.



__ADS_1



Tamu-tamu yang mulai berdatangan pun duduk di kursi-kursi yang sudah disiapkan.


Jam menunjukkan pukul 08:00.


Penghulu yang sudah hadir duduk di salah satu kursi begitu juga dengan Hendra sebagai wali mempelai wanita.


Tak berapa lama seorang wanita dengan kebaya biru pastel keluar mendampingi putranya menuju tempat akad.


Wanita itu melirik putranya yang nampak tegang lalu dia menepuk-nepuk lengan putranya agar sang putra merasa lebih tenang.


Aditya pun menoleh dan melihat senyuman dibibir wanita yang sudah melahirkannya ke dunia dengan bertaruh nyawa.


"Mami...," lirih Aditya.


"Awas ya kalau kamu sampai ulang ijab qabul," bisik Permata dengan nada mengancam.


Momen mengharukan yang tadi dirasakan Aditya bahkan sampai hampir membuatnya meneteskan air mata seketika dihancurkan maminya sendiri.


"Iya Mi tenang aja," sahut Aditya ketus.


...****************...


Setelah mempelai pria duduk, mempelai wanita pun datang.


Kali ini dua gadis cantik keluar dan berjalan berdampingan menuju tempat akad.


Mata Aditya berbinar, dia tahu calon istrinya memang cantik tapi hari ini kecantikan calon istrinya itu meningkat berkali-kali lipat bahkan membuatnya lupa berkedip.


Kania yang sadar dipandangi Aditya merasa malu. Pipinya yang dipoles blush on pun semakin memerah.


...****************...


Aditya berusaha menguasai kegugupannya, dia meremat-remat tangannya yang membeku.


Detik berikutnya, Kania sudah duduk di samping Aditya yang berarti prosesi ijab qabul akan segera dilaksanakan.


Hendra bisa merasakan betapa dinginnya tangan Aditya saat mereka saling berjabat tangan.


"Apakah Saudara sudah siap?" tanya penghulu.


Aditya menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Siap!" jawabnya tegas.


Meskipun umur Aditya terbilang masih muda tapi tidak ada keraguan dimatanya.


"Silahkan kepada wali mempelai wanita untuk mengucapkan ijab."


Hendra semakin mengeratkan jabat tangannya dan menatap langsung kedua manik Aditya.


"Bismillahirahmanirahim. Saya nikahkan dan Saya kawinkan engkau Ananda Putra Aditya Nugraha bin Damar Nugraha dengan putri Saya yang bernama Kania Pertiwi dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, sebuah mansion dan uang sebesar sepuluh ribu dolar, Tunai.”


Jujur, Aditya memang sedikit terperanjat saat Hendra menghentak tangannya tapi hal itu tidak membuatnya lupa dengan kalimat yang harus dia ucapkan.


"Saya....


...****************...


Hayooo pasti ada yang ngitung kira-kira 10 ribu dolar kalau di rupiah jadi berapa ya??? Hehe

__ADS_1


__ADS_2