
"Hai Kania, masih ingat aku?"
"Ka-Kamu...." Kania terperangah melihat pria di depannya.
"Denis?!"
Pria yang bernama lengkap Denis Saputra itu adalah aktor muda yang sedang naik daun dan digandrungi banyak kaum hawa bahkan baru satu tahun sejak dia debut, pria itu berhasil mendapatkan penghargaan sebagai aktor pendatang baru terbaik.
Lalu apa hubungannya dengan Kania?
Mantan? Bukan, Denis bukan salah satu mantan Kania tapi pria yang dulu dikaguminya.
Bahkan sampai sekarang Kania masih mengagumi Denis, istilahnya fans. Ya, Kania adalah salah satu fans Denis. Semua film yang dibintangi oleh Denis sudah ditontonnya.
Awal kekaguman Kania kepada Denis adalah saat dia menonton pertunjukan drama dari kelas Denis dan kebetulan saat itu Denis adalah pemeran utamanya.
Mata Kania bahkan tidak bisa lepas dari Denis yang begitu menjiwai perannya.
"Ternyata benar kamu Kania, apa kabar?" tanya Denis basa basi.
"A-Aku baik, kamu?" jawab Kania gugup.
Apa ini?! Kekasihnya gugup di depan pria lain?! Rahang Aditya mengeras, hatinya langsung terbakar api cemburu. Tidak, dia tidak akan membiarkan kekasihnya berpaling. Bagaimanapun caranya dia harus merebut lagi perhatian kekasihnya.
"Anda siapa?"
Aditya beranjak dari tempatnya dan berdiri di antara Denis dan Kania.
Denis bahkan bisa merasakan ketidaksukaan pemuda itu kepadanya. Mata pemuda itu begitu tajam menatapnya seperti seekor singa yang tengah merasa terancam. Salah sedikit maka dia akan habis diterkam oleh singa itu.
"Aditya, minggir! Kenapa kamu diri disini?!" Kania protes karena Aditya menghalanginya melihat Denis, idolanya.
Hati Aditya semakin panas karena kobaran api kecemburuan yang membesar.
Aditya berbalik, tatapan tajamnya kini berpindah kepada kekasihnya.
Kania langsung terdiam begitu melihat wajah gelap pria kecilnya.
Dia marah.
"Apa kamu lupa Baby hadiah ketiga yang aku minta?" ucap Aditya penuh penekanan.
"A-Aku ingat, Honey." Kania menunjukkan deretan giginya.
"Siapa dia?" tanya Aditya mengintimidasi.
"Kamu gak tahu siapa dia? Dia Denis, Denis Saputra!"
"Engga tahu," jawab Aditya ketus.
"Dia aktor terkenal itu! Denis Saputra!"
Denis tertawa kecil melihat kehebohan Kania saat memberitahu Aditya tentang dirinya.
"Tidak berubah," gumamnya.
Denis teringat saat pertunjukkan dramanya selesai, dia turun dari panggung bersama teman sekelasnya tiba-tiba seorang siswi datang dan dengan heboh memuji-muji aktingnya.
Dan setelah bertahun-tahun ekspresi siswi itu masih sama.
"Kamu harus nonton filmnya! Aktingnya bagus! Menjiwai banget! Dia juga dapet penghargaan aktor pendatang baru terbaik!" ucap Kania menggebu-gebu.
Daniel bergidik ngeri saat melihat wajah gelap teman dekatnya itu.
__ADS_1
"Kak! Kakak gak tahu? Akting Aditya juga bagus loh! Setara akting aktor profesional!"
Daniel berusaha memadamkan api yang semakin berkobar.
"O ya? Kamu bisa akting?"
Wajah polos Kania membuat hati Aditya sedikit melunak.
"Apapun bisa aku lakukan buat kamu."
"Gombal." Kania tersipu malu.
Hati Kania memang lemah kalau sudah mendengar kata-kata manis dari pria kecilnya.
"Kamu kesini mau ambil rapot adik kamu juga?" tanya Denis.
Ekspresi Aditya kembali gelap saat mendengar ucapan Denis.
"Adik? Siapa yang Anda maksud?" Aditya berbalik dan kembali menatap tajam Denis.
"Denis, dia--"
"Kak Denis!"
Tampak seorang siswi berlari menghampiri mereka.
"Daritadi aku cariin Kak Denis! Ternyata Kak Denis ada disini!" ucap siswi itu sewot.
Siswi itu pun sedikit terkejut saat menyadari seseorang yang dulu dekat dengannya ada di tempat itu.
"Aditya...."
"Kamu kenal dia Dek?" tanya Denis.
"Dia... Dia...."
Waduh gawat nih! Gue harus bawa Kak Kania pergi sekarang!
"Baby!"
Kania tersentak saat Aditya tiba-tiba memanggilnya.
"Perut aku udah mulai sakit, aku harus makan sekarang kalau engga nanti maag aku kambuh lagi." Aditya meremas perutnya dan berpura-pura meringis kesakitan.
Bahkan Denis yang seorang aktor terbaik pun ikut tertipu dengan akting Aditya.
"Iya iya kita makan sekarang!" Kania panik melihat pria kecilnya menahan sakit.
"Maaf Denis, aku duluan ya, mau ke kantin."
Kania langsung memeluk lengan Aditya dan mengajak pria kecilnya pergi dari tempat itu diikuti Daniel dari belakang.
...****************...
Sesampainya di kantin, Kania mendudukkan Aditya di kursi.
"Kamu mau makan apa? Biar aku yang pesan, kamu duduk aja disini." Kania masih khawatir dengan pria kecilnya.
"Aku mau somay."
"Daniel? Kamu mau pesan apa? Biar sekalian."
"Daniel gak usah! Dia bisa pesan sendiri!" sahut Aditya ketus sambil melirik tajam Daniel.
"I-Iya Kak, aku pesan sendiri aja," jawab Daniel canggung.
__ADS_1
"Yaudah, yuk kita pesan makanan," ajak Kania.
Daniel seketika merinding saat melihat sorot mata Aditya yang tengah menatapnya.
"Kakak duluan aja," tolak Daniel.
"Bener nih gak mau bareng pesennya?"
"Iya." Daniel mengangguk.
Daripada diamuk raja iblis.
Kania pun pergi ke stan penjual somay dan memesan dua porsi somay lalu beralih memesan minuman untuknya dan Aditya.
Setelah Kania kembali ke meja, Daniel baru beranjak dari kursi dan pergi memesan makanan.
Tak lama, makanan dan minuman mereka pun datang.
"Baby, koq somay aku cuma pakai kecap?"
Aditya heran kenapa somaynya hanya diberi kecap sedangkan somay Kania lengkap dengan saus kacang dan saos sambal.
"Kamu gak boleh makan pedes-pedes dulu nanti perut kamu tambah sakit."
"Iya tapi mana enak kalau gak ada saus kacangnya," protes Aditya.
"Daripada perut kamu tambah sakit, kamu makan somaynya pakai kecap aja ya," bujuk Kania.
Aditya merengut, dia merutuki perbuatannya yang malah merugikan dirinya sendiri.
"Udah jangan cemberut, sini aku suapin."
Kania mengambil piring somay Aditya lalu menyodorkan potongan somay ke bibir pria kecilnya itu.
"Ayo buka mulutnya, Aaaaa."
Demi menghargai perhatian dari kekasihnya, Aditya pun memakan somay yang hanya beroleskan kecap.
"Kamu juga harus makan Baby, Aaaaa."
Sekarang giliran Aditya yang menyuapi Kania.
"Saus kacangnya enak, kan?" tanya Aditya saat Kania memakan somay darinya.
"Iya, saus kacang somay disini tuh emang enak!" jawab Kania sambil mengunyah.
"Baby~ kasi saus kacangnya, sedikiiiiit aja."
"Tapi saus kacangnya pedes, aku gak mau perut kamu malah tambah sakit nanti."
"Engga apa-apa, sedikiiiiiiiit aja, aku tambah mual kalau cuma pakai kecap."
"Yaudah, sedikit aja ya."
Seketika Aditya ingat saat mereka makan di restoran, waktu itu dia minta sedikit bihun kepada Kania lalu gadis itu memberikannya selembar bihun.
Dan kali ini, saus kacang yang diminta Aditya benar-benar diberikan sedikit oleh Kania.
Aditya sampai melongo saat melihat kekasihnya itu memberikan saus kacang ke potongan somay dengan ujung garpu.
"Nah, sudah aku kasi saus kacang, Aaaa."
"Pfffftt!" Daniel yang sedari tadi menjadi penonton cuma bisa tertawa dalam hati karena kalau dia beneran tertawa maka makanan yang ada di dalam mulutnya bisa keluar kemana-mana.
Wkwkwkwkwkk! Kak Kania emang hebat! Kapan lagi bisa liat Raja Iblis dikerjain.
__ADS_1
...****************...