Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Malam Mendebarkan


__ADS_3

Di dalam kamar Hendra yang sedang duduk bersandar di tempat tidur melihat istrinya yang sedari tadi berjalan bolak-balik dan tampak gelisah.


"Tenanglah Sayang, sebentar lagi mereka pasti pulang."


"Sebentar lagi kapan Mas? Ini udah jam 10!" sahut Permata sewot.


Hendra menghela napas, dia beranjak dari tempat tidur dan menghampiri istrinya.


"Tadi kamu sendiri sudah baca chat dari Kania, kan? Mereka sedang diperjalanan pulang."


"Iya Mas tapi sampai sekarang mereka belum sampai di rumah, aku khawatir terjadi sesuatu dengan mereka di jalan."


Hendra pun memeluk Permata agar istrinya bisa lebih tenang.


"Tidak akan terjadi apa-apa."


Beberapa saat pasangan suami istri itu saling berpelukan lalu Hendra mulai mengecupi pundak dan leher Permata.


"Iih Mas geli."


"Sayang."


Suara Hendra yang berat dan tatapan mata suaminya itu membuat jantung Permata berdetak kencang. Dia tahu saat ini sang suami tengah menahan has*rat dan pasti akan meminta jatah malam ini.


"Aku mencintaimu istriku."


Hendra mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Permata dengan lembut. Dia pun menuntun istrinya ke tempat tidur tanpa melepas tautan bibir mereka.


Semua kegelisahan Permata pun lenyap seketika berganti dengan perasaan berdebar apalagi saat tangan sang suami menyentuh kulitnya.


Tanpa Permata sadari dirinya sudah terbaring di tempat tidur dengan Hendra berada diatasnya. Pria yang hampir berumur 50 tahun itu sudah beberapa hari tidak menyentuh istrinya karena sibuk bekerja jadi malam ini dia ingin meminta haknya dari sang istri.


...****************...


Satpam yang sedang berjaga di posnya segera keluar saat melihat sebuah mobil mendekat dan berhenti di depan gerbang.


Aditya menurunkan kaca jendela mobil dan mengeluarkan kepalanya.


"Pak, ini Saya, buka gerbangnya," ucap Aditya sedikit berteriak agar satpam itu mendengar.


"Baik Den," sahut satpam.


Saat gerbang sudah terbuka, Aditya pun kembali melajukan mobilnya dan berhenti di depan pelataran rumah.


"Ya ampun udah jam setengah 11, Mami pasti khawatir." Kania melihat jam yang tertera di layar handphone nya.


"Paling Mami udah tidur atau malah lagi...."


Aditya menggantung ucapannya dan malah tertawa kecil.


"Lagi apa?" tanya Kania yang masih belum mengerti maksud ucapan Aditya.


"Masa kamu gak ngerti sih Baby? Atau pura-pura gak ngerti?" Aditya menaik-turunkan alisnya dan tersenyum jahil.


"Kamu gak jelas, udah ah mending aku masuk." Kania membuka pintu mobil lalu keluar lebih dulu.

__ADS_1


Tak lama Aditya juga keluar dari dalam mobil dan menyusul Kania yang berjalan menuju pintu depan.


"Kamu bawa kunci, kan?" tanya Aditya saat mereka sudah berdiri di depan pintu.


"Bawa."


Kania mengeluarkan kunci rumah dari dalam tas kecilnya lalu membuka pintu itu dan mereka pun masuk ke dalam rumah.


Mereka berjalan melewati ruang tamu dan ruang tengah lalu menaiki tangga ke lantai atas.


Seperti biasa sebelum masuk ke kamar masing-masing, Aditya dan Kania pasti akan berdiri di depan kamar mereka dan mengucapkan selamat malam.


Tapi saat Kania berbalik, dia tersentak karena bibir Aditya tak sengaja menempel di keningnya.


Aditya juga tersentak tapi kemudian dia merengkuh pinggang Kania dan semakin memperdalam kecupan di kening kekasihnya itu.


"Kamu kenapa bisa ada di belakangku?"


"Emangnya kamu mau aku dimana Baby?" Aditya mengelus pipi Kania yang memerah.


Manisnya. Pengen gigit.


"Ka-Kamu kan harusnya berdiri disana, di depan kamar kamu, kenapa kamu ngikutin aku?"


"Ini belum 1x24 jam Baby jadi kamu masih harus bersamaku, ayo."


Aditya langsung saja menggandeng tangan Kania, mengajak kekasihnya itu masuk ke dalam kamarnya.


"Tu-Tunggu! Apa aku juga harus tidur bersamamu disini?"


"Tidak! Aku tidak bisa tidur disini."


"Kenapa tidak bisa? Kasurku cukup untuk kita berdua Baby atau kamu mau aku yang tidur di kamarmu? Aku tidak masalah."


"Bu-Bukan begitu tapi... Bagaimana kalau--Aww!!"


Kania meringis kesakitan, dia mengusap-usap keningnya yang disentil Aditya.


"Sakit tau!" Kania mengerucutkan bibirnya.


"Aku tahu kamu pasti mikir yang engga-engga, kan? Udah aku bilang, aku belum 18 tahun jadi aku tidak akan melakukan hal lebih sama kamu, meskipun aku ingin." Aditya tertawa kecil.


Kania melotot mendengar dua kata terakhir yang diucapkan Aditya.


"Apa kamu bilang?!"


"Maksud aku nanti setelah kita menikah Baby, kamu juga pasti ingin melakukannya, kan?" Aditya mengedipkan matanya menggoda sang kekasih.


Alhasil Kania pun dibuat gelagapan, dia tidak kuat jika membahas yang berhubungan dengan adegan 18+. Wajahnya terasa panas.


"Tapi tetap saja kita tidak bisa tidur satu kamar."


Saat Kania berbalik dan akan pergi, Aditya dengan cepat memeluk kekasihnya itu dari belakang.


"Apa kamu lupa? Selama 1x24 jam kamu juga harus menuruti perkataanku dan aku ingin tidur sambil memelukmu lagi Baby~" rengek Aditya.

__ADS_1


Kania tampak berpikir sejenak.


"Kamu gak bisa menolak, kamu harus menuruti perkataanku!" ucap Aditya tidak mau dibantah.


"Huuh... Iya iya tapi aku harus cuci muka, gosok gigi dan ganti baju dulu, kamu juga, kan?"


"Kalau gitu kamu tunggu aku disini, setelah aku bersih-bersih dan ganti baju kita baru ke kamar kamu."


Aditya lalu mengunci pintu kamarnya agar Kania tidak kabur.


"Kenapa dikunci?"


"Buat jaga-jaga aja, tunggu ya."


Aditya pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi serta membawa kunci kamarnya.


"Padahal tadi alasan yang tepat supaya aku bisa kembali ke kamarku terus aku bakal kunci kamarku supaya dia gak bisa masuk."


"Tapi... Aku malah dikunciin dikamarnya dan kuncinya dibawa, gagal sudah rencanaku buat kabur, huuh...," ucap Kania pasrah sambil menjatuhkan bokongnya ke sofa.


Mungkin karena tubuhnya yang sudah lelah atau karena sofa yang didudukinya terlalu nyaman sehingga membuat mata Kania terasa berat dan tanpa sadar tertidur.


Aditya yang sudah selesai bersih-bersih dan mengganti bajunya tampak heran saat tidak melihat keberadaan Kania di dalam kamarnya.


"Kemana dia? Gak mungkin dia keluar, kan kuncinya sama aku."


"Baby?" panggil Aditya.


Sesaat Aditya berdiri dan memindai setiap sudut kamarnya lalu dia mendengar suara dengkuran halus dari sofa.


"Ternyata kamu disini." Aditya tersenyum saat menemukan sang kekasih hati tengah tertidur di sofanya.


Dengan hati-hati Aditya membopong Kania dan meletakkan kekasihnya itu keatas tempat tidur lalu dia pun naik dan merebahkan dirinya di samping Kania.


Aditya memiringkan badannya dan memeluk kekasihnya itu dari belakang.


"Setiap malam aku ingin tidur memelukmu seperti ini."


Aditya mengecup pundak Kania yang terekspos dan tanpa sengaja tangannya malah menyenggol dada Kania.


Tiba-tiba Aditya teringat pelajaran biologi tentang reproduksi. Jantungnya langsung berdetak kencang bahkan "sesuatu" yang berada di bawah mulai terusik.


"Sh*it!" umpat Aditya.


"Tenang Aditya, tenang."


Aditya berusaha menenangkan dirinya dan "sesuatu" dibagian bawahnya. Tapi sia-sia karena saat dia memejamkan mata, bayangan Kania saat bersikap agresif kepadanya di perpustakaan malah muncul sehingga membuat "sesuatu" dibagian bawahnya itu semakin gelisah.


"Sial! Kenapa malah bayangin itu sih?!"


Aditya pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi. Dia memutar kran lalu membiarkan dirinya basah terkena air dingin dari shower.


Setelah dirinya sudah kembali tenang, Aditya keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang dia lilitkan dipinggangnya.


"Jadi mandi tengah malam deh, hatchi!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2