Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Senam Jantung


__ADS_3

Hari ini Permata ada janji dengan pihak butik untuk fitting kebaya yang akan dia pakai di acara pernikahannya nanti.


Tidak terasa tinggal seminggu lagi Permata akan kembali menyandang status sebagai istri.


Permata tidak pergi sendiri ke butik karena Aditya juga ikut dengannya.


Selain mempersiapkan baju pernikahan untuk kedua mempelai, pihak butik juga sudah mempersiapkan setelan jas untuk Aditya dan kebaya untuk Kania. Jadi Aditya dan Kania juga harus datang untuk fitting baju mereka.


Aditya dan Permata sampai lebih dulu di butik dan disambut hangat oleh pegawai butik.


"Selamat datang," sapa pegawai butik ramah.


"Saya Permata yang buat janji fitting baju hari ini."


"Silahkan Bu duduk dulu, Saya akan beritahu Manager kalau Ibu sudah datang."


"Iya Mba, terima kasih."


Pegawai butik itu pun tersenyum tipis lalu pergi meninggalkan Permata dan Aditya.


Permata pun duduk di sofa sedangkan Aditya sibuk sendiri dengan handphone nya.


"Aditya, sini duduk."


Aditya pun duduk di samping Permata tapi perhatiannya tidak lepas dari handphone.


"Daritadi Mami perhatiin kamu sibuk sendiri main handphone, lagi chatting an sama siapa sih? Pacar ya?" goda Permata.


"Iya Mi, koq belum dateng ya?" jawab Aditya dengan polosnya.


"Pacar kamu mau dateng ke sini?"


"Iya Mi." Aditya yang terlalu fokus dengan handphone nya tanpa sadar menjawab pertanyaan Permata.


"Pasti cantik, siapa namanya?"


"Cantik banget Mi, namanya Ka--" Aditya langsung mengatup bibirnya, dia sedikit tersentak karena hampir saja menyebut nama Kania di depan Permata.


"Ka? Ka siapa?" tanya Permata penasaran.


Pinter banget lu Dit! Main jawab aja gak pake mikir! Hampir aja lu nyebut nama Kak Kania tadi! Buat lu sih engga masalah kalau Mami tahu hubungan kalian tapi emangnya lu pikir Kak Kania engga bakal marah karena lu udah ingkar janji? Pasti marah sih terus... Kalau Mami gak jadi nikah sama Om Hendra apa berarti Kak Kania bakal mutusin gue?


"Dit, koq malah bengong sih?!"


Permata menepuk pundak Aditya yang membuat Aditya sedikit tersentak dan sadar dari pikirannya.


"E-Engga koq Mi, a-aku engga bengong," ucap Aditya terbata-bata.


"Masa? Terus kenapa diam aja? Mami kan mau tahu nama pacar kamu, tadi kamu cuma baru sebut Ka, Ka siapa?"


"Engga Mi, aku cuma asal ngomong aja tadi, aku gak punya pacar," jawab Aditya sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Mami engga percaya, itu pasti cuma alasan kamu aja, kamu malu ya kasi tahu Mami," goda Permata.


"E-Engga Mi, bukan begitu, aku--"


"Ya udah nanti Mami tanya sendiri aja ke orangnya, tadi kamu bilang dia mau datang ke sini, kan?"


Astaga! Kenapa gue bisa keceplosan sih?!


Aditya memalingkan wajah lalu menepuk-nepuk bibirnya.


Tak lama pintu butik pun terbuka, sontak saja Permata langsung melihat kearah pintu.


"Itu pasti pacar kamu!" ucap Permata antusias lalu beranjak dari tempatnya.


"Mami mau kemana?"


"Mami mau sapa pacar kamu." Permata tersenyum tipis dan berjalan menuju pintu.


Saat pintu butik semakin terbuka, terlihat lah seorang wanita dari balik pintu. Wanita itu memakai dress selutut berwarna baby blue, rambut panjangnya yang ikal dibiarkan tergerai untuk menutupi pundaknya. Wajahnya pun hanya dipoles sederhana namun penampilannya berhasil membuat Permata dan terutama Aditya terpesona melihat wanita itu.


Jantung Aditya semakin berdetak kencang saat bibir manis wanita itu melengkung membentuk senyuman.


Baby ku cantik sekali... Tapi kenapa pakai dress yang terbuka seperti itu? Untung pegawai butik disini semuanya wanita jadi engga ada yang akan lihat pundaknya kecuali aku dan Om Hendra.


Komplain Aditya dalam hati.

__ADS_1


"Ternyata Kania yang datang, Tante pikir tadi pacarnya Aditya."


"Pacarnya Aditya?"


"Iya, tadi Aditya bilang kalau pacarnya mau datang ke sini."


Kania langsung menatap tajam kearah Aditya. Aditya pun memalingkan wajahnya dan bersikap seolah tidak tahu apa-apa.


"Nanti kalau pacarnya Aditya datang, Tante mau tanya namanya, Tante penasaran soalnya tadi Aditya cuma baru bilang 'Ka' terus gak mau kasi tahu lagi nama pacarnya."


Aditya pun panik dan segera mendekati Permata.


"E-Engga, tadi aku cuma asal ngomong, Mami aja yang nanggepinnya serius."


"Jadi sebenarnya kamu punya pacar atau engga?" tanya Permata.


Punya Mi, tuh orangnya di depan Mami.


Saat Aditya melirik Kania, ternyata Kania sedang melotot kearahnya.


Salah ngomong aja bakal ribet nih urusannya.


"Om Hendra kenapa baru datang?"


Kania sadar kalau Aditya sedang mengalihkan pembicaraan.


"Tadi tumben Kania dandan lama banget, biasanya Om yang lama."


"Makanya hari ini Kania terlihat sangat cantik," ucap Permata sambil memeluk pundak Kania.


"Makasi Tante, Tante juga makin cantik."


Iya Mi, pacar ku emang cantik, mau diapain juga tetep aja cantik...


Aditya pun senyum-senyum sendiri melihat penampilan Kania.


"Kenapa kamu dandan secantik ini Kania? Apa setelah selesai nanti kamu ada janji dengan seseorang?" tanya Permata menggoda Kania.


"Tidak Tante, aku cuma sedang ingin dandan saja."


Kak Kania dandan cantik pasti untukku tapi... Kalau Kak Kania dandan cantik seperti ini terus pasti banyak pria yang akan memperhatikan dan mendekatinya.


Pikiran Aditya malah mengaktifkan sifat posesifnya.


"Aditya beruntung punya Kakak yang cantik sepertimu, orang-orang pasti iri melihat kalian berdua, Kakaknya cantik adiknya ganteng."


Dada Aditya sesak saat mendengar hal itu. Kania pun menyadari ekspresi Aditya yang tampak murung.


Manager butik pun datang lalu memberitahu mereka untuk mengikutinya.


Permata dan Hendra lebih dulu berjalan mengikuti manager butik sedangkan Aditya dan Kania berjalan di belakang mereka.


Kania sengaja menggeser dirinya agar lebih dekat dengan Aditya.


"Kamu sedih ya karena ucapan Tante Permata tadi," ucap Kania setengah berbisik.


Sesaat Aditya diam, lalu dia mulai membuka mulutnya.


"Sedih tapi mau gimana lagi, Mami kan gak tahu kalau sebenarnya kedekatan kita ini lebih dari kakak adik."


"Aku yakin Mami pasti kaget saat nanti Mami tahu kalau sebenarnya kita pacaran," lanjut Aditya sambil mencubit gemas pipi Kania.


"Iiih ngapain sih cubit cubit, sakit tahu~" rengek Kania.


Aditya pun terkekeh dan malah makin gemas dengan pacarnya itu.


Manager butik meminta Permata dan Kania masuk ke ruang ganti begitu juga dengan Hendra dan Aditya tapi di ruang ganti yang berbeda.


Hendra dan Aditya lebih dulu keluar dari ruang ganti dengan setelan jas mereka.


"Bagaimana Pak, Apa ukurannya sudah pas?" tanya manager butik.


"Iya Mba, ukuran jasnya sudah pas," jawab Hendra sambil merapikan jasnya.


"Gimana sama jas kamu Aditya?" tanya Hendra.


"Udah pas sih tapi lengannya bisa tolong dipendekin lagi? Soalnya masih agak kepanjangan." Aditya sedikit menggulung lengan jasnya untuk memberitahu ukuran yang dia inginkan ke manager butik.

__ADS_1


"Baik, nanti Saya akan beritahu pegawai Saya untuk memperpendek lengannya."


Tak lama pintu ruang ganti yang satunya terbuka. Permata dan Kania keluar dari ruang ganti itu dan berjalan dengan anggun menghampiri Hendra dan Aditya.


Jantung Aditya kembali dibuat hampir meledak saat melihat Kania yang sudah memakai kebaya berwarna silver dipadukan dengan bawahan kain batik membuat Kania seperti seorang putri.


Mulut Aditya sampai ternganga karena saking terpesonanya melihat penampilan Kania.


Kenapa kamu buat aku deg-degan terus Baby?


"Bagaimana Bu? Apa kebayanya sudah pas?" tanya manager butik.


"Sudah lebih pas Mba."


"Mas, gimana menurut kamu?"


"Iya sudah pas, kamu terlihat sangat cantik."


Pujian Hendra membuat Permata tersipu malu.


Tidak mau kalah dengan calon ayah tirinya, Aditya pun mendekati Kania.


"Baby nanti pas acara jangan dandan cantik cantik ya, cuma aku aja yang boleh lihat kamu cantik seperti ini," bisik Aditya.


"Dasar posesif," gumam Kania sambil mencubit perut Aditya.


"Baby aku serius, aku engga mau nanti banyak cowok yang perhatiin kamu pas acara."


"Kamu berlebihan, nanti pas acara pasti banyak cewek-cewek yang lebih cantik dari ku."


"Paling nanti kamu lupa sama aku dan lebih perhatiin cewek-cewek itu sama kaya yang lain," lanjut Kania.


"Buat aku Baby ku yang paling cantik."


Kania sedikit terkejut saat Aditya memeluk pinggangnya.


Jantung Kania deg-degan karena takut Permata dan Hendra melihat mereka saat ini.


"Nanti aku akan terus di samping kamu jadi engga bakal ada cowok yang berani deketin kamu."


"I-Iya tapi jangan seperti ini, bagaimana kalau Tante Permata dan Ayah lihat," ucap Kania gelagapan sambil mendorong pelan Aditya agar sedikit menjauh darinya.


"Tenang aja Baby, lagipula mereka sedang sibuk ngobrol dengan manager butik."


"Iiih lepasin!"


Kania berusaha melepaskan tangan Aditya di pinggangnya. Dia engga mau orang tua mereka curiga kalau sampai melihat mereka saat ini.


Jantung Kania hampir copot saat Permata dan Hendra melihat kearahnya dan Aditya. Untung saja saat itu tangan Aditya sudah terlepas dari pinggangnya.


"Kania, gimana kebayanya?" tanya Permata.


"I-Iya Tante udah pas koq," jawab Kania sambil tersenyum canggung.


Permata pun tersenyum tipis lalu kembali bicara dengan manager butik.


"Huuh... Hampir saja...," gumam Kania.


"Kamu engga perlu panik, aku kan cuma pegang pinggang kamu aja."


"Sekarang harusnya kamu baru panik karena aku.."


...Cup...


Tiba-tiba Aditya mendaratkan bibirnya di pipi Kania.


Kania pun kaget, matanya terbuka lebar dan badannya seketika membeku. Dia bahkan bisa mendengar jantungnya yang berdetak kencang.


Perlahan Aditya melepaskan bibirnya dari pipi Kania dan tersenyum manis sedangkan Kania masih tampak shock dengan "serangan mendadak" dari Aditya.


...****************...


Author: Untung jantung mereka berdua kuat kalau engga mereka berdua bisa kena serangan jantung terus 😂


Makasi like dan dukungan kalian ❤️❤️❤️


Sampai ketemu lagi di bab selanjutnya 😉

__ADS_1


__ADS_2