Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Kedatangan Jasmine (2)


__ADS_3

Saat Aditya dan Kania akan memasuki ruang tamu, tiba-tiba handphone Aditya berdering dan setelah dilihat ternyata ada panggilan masuk dari Haris.


"Baby, aku terima telepon dari Kak Haris dulu ya," ucap Aditya dan langsung melenggang pergi.


Aditya tahu pasti ada hal penting yang akan dilaporkan Haris sampai membuat asistennya itu menghubunginya.


Selepas kepergian Aditya, Kania kembali melangkahkan kakinya memasuki ruang tamu yang disana sudah ada seorang wanita cantik bernama Jasmine.


Kania mengernyitkan alisnya saat melihat Jasmine yang tengah memasang wajah angkuh dengan sorot mata seperti sedang menilainya.


Biasa aja. Masih lebih cantik aku.


Seringai pun terlihat dari bibir tebal dan penuh milik Jasmine. Mereka yang iri dengan bentuk bibirnya pasti berpikir kalau bibir itu dia dapatkan dari proses filler padahal berhadapan dengan jarum suntik saja dia takut.


Perasaan tidak nyaman dan canggung begitu terasa di ruangan itu terlebih untuk Kania. Dia tidak menyukai sorot mata Jasmine kepadanya.


"Maaf, apa kita pernah bertemu atau kenal sebelumnya?" tanya Kania ragu.


"Kamu tidak tahu siapa aku?"


Jasmine tak percaya kalau ternyata masih ada orang yang tidak mengenalnya padahal dia adalah model dan artis yang sedang populer saat ini bahkan wajahnya bisa dilihat dimana-mana, mulai dari papan reklame produk iklan yang terpasang di pinggir jalan sampai ada di berita gosip.


"Seingat Saya, Saya tidak pernah bertemu atau berkenalan dengan Anda sebelumnya."


"Aku Jasmine! Lihat baik-baik wajahku!"


Jasmine tidak terima ada orang yang tidak mengenalnya.


Kania menghela napas. Sekeras apapun dia mengingat wanita di depannya tetap saja dia tidak tahu siapa wanita itu.


"Maaf, Saya tetap tidak ingat pernah bertemu dengan Anda."


Jasmine sedikit geram tapi dia ingat untuk selalu menjaga image. Dia tidak mau image nya sebagai wanita dewasa dan anggun yang selama ini dia jaga rusak karena emosi sesaat.


"Ehem, kalau begitu perkenalkan nama ku Jasmine, kamu bisa cari tentang diriku diinternet tapi ada sesuatu yang harus kamu ketahui, aku adalah tunangannya Galih."


Kania sedikit terkejut, dia tidak tahu kalau ternyata Galih sudah bertunangan karena pria itu tidak pernah memberitahunya.


"Kamu tunangannya Galih?"


"Benar dan sebentar lagi kami akan menikah jadi aku harap kamu tidak mengganggu hubungan kami," ketus Jasmine sambil menatap sinis Kania.


Menikah? Kenapa Galih tidak mengatakan apapun kepadaku? Apa benar dia tunangannya Galih?


Kania melihat sosok wanita yang mengaku tunangan dari teman masa kecilnya.


Cantik, badannya juga bagus, berisi lagi! Ini baru definisi wanita seksi sedangkan aku....


Melihat tubuh sintal Jasmine membuat Kania insecure apalagi saat dia menunduk dan melihat dadanya sendiri.

__ADS_1


Padahal kami sama-sama wanita tapi kenapa dadaku tidak sebesar dadanya?


Kania pun menghela napas panjang. "Huuuhhh~"


"Kenapa?! Kamu gak mau melepas Galih?! Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu merebutnya! Galih itu milikku!" Jasmine sedikit meninggikan suaranya.


Kania mengerti sekarang kenapa Jasmine datang menemuinya. Wanita itu sepertinya sudah salah paham dengan hubungannya dan Galih.


Aditya yang telah menyelesaikan urusannya dengan Haris segera menyusul Kania ke ruang tamu dan mendengar suara kencang seorang wanita dari sana.


"Berani sekali kamu membentak calon istriku!" hardik Aditya.


Mata Aditya pun langsung menyorot tajam kearah wanita yang berani meninggikan suara di depan kekasihnya.


Jantung Kania hampir lepas dari tempatnya. Dia terkejut dengan kedatangan Aditya apalagi pria kecilnya itu tampak sangat marah saat ini.


Jasmine yang tidak suka dibentak pun juga menatap tajam Aditya.


Seketika hawa di ruangan itu terasa panas dan menegangkan.


"Siapa wanita tidak sopan ini?!" tanya Aditya ketus.


"Dia--"


Baru juga Kania akan menjawab, Jasmine sudah lebih dulu menyelaknya.


Kania seperti berada di daerah perbatasan negara konflik yang sedang berperang.


"Aku pemilik rumah ini dan calon suaminya!" sahut Aditya tegas.


"Pemilik rumah? Calon suami?"


Sepertinya Jasmine tidak ingat dengan sosok pria yang malam itu beradu mulut dengan Galih. Mungkin karena dimatanya hanya ada Galih membuatnya tidak memperhatikan sosok pria itu yang tak lain adalah Aditya.


Yang ada dipikiran Jasmine cuma Galih ingin bertemu seorang wanita yang bernama Kania yang tinggal di dalam rumah itu.


Tatapan tajam Jasmine berganti menjadi tatapan heran melihat Kania beserta pria yang mengaku pemilik rumah dan calon suami Kania.


"Baby, siapa dia?" tanya Aditya masih ketus.


"Namanya Jasmine, dia tunangannya Galih."


Aditya sedikit terkejut, dia tidak menyangka kalau saingannya yang menyebalkan itu ternyata sudah bertunangan.


Pasangan serasi, sama-sama ngeselin!


Aditya tersenyum sinis kearah Jasmine lalu duduk di samping Kania sambil bersedekap dada dan memasang wajah angkuh.


"Kenapa tadi dia membentakmu Baby?"

__ADS_1


"Hanya salah paham Honey."


"Salah paham?" Aditya mengangkat satu alisnya.


Melihat sorot mata Aditya yang meminta penjelasan, Kania pun memberitahu Aditya apa yang dikatakan Jasmine kepadanya tadi membuat Aditya tertawa mendengarnya.


"Jadi dia pikir kamu mau merusak hubungannya dengan pria brengsek itu? Hahaha."


"Jaga ucapanmu! Siapa yang kamu maksud pria brengsek, hah?!" hardik Jasmine yang tidak terima pria yang dia cintai dikatakan brengsek.


"Siapa lagi kalau bukan tunangan Anda, Nona," sahut Aditya sambil tersenyum sinis.


Terjadi lagi. Suasana yang tadinya sudah mulai kondusif sekarang kembali memanas.


"Sudah cukup!" ucap Kania tegas.


Kania sudah tidak tahan lagi dengan ketegangan di ruangan itu. Membuatnya tidak nyaman.


"Aditya, kamu gak boleh panggil Galih seperti itu lagi, dengar?!"


Aditya tidak menjawab dan langsung memalingkan wajahnya yang cemberut.


"Dan untuk Nona Jasmine, seperti yang Anda dengar tadi, pria di samping Saya ini adalah calon suami Saya dan kami juga akan segera menikah jadi Anda tidak perlu khawatir."


"Dari dulu sampai sekarang perasaan Saya kepada Galih tidak pernah lebih dari sekedar teman dan dalam hidup Saya, Saya hanya mencintai satu pria, yaitu calon suami Saya," sambung Kania sambil memeluk mesra lengan Aditya.


Telinga Aditya pun memerah mendengar ucapan Kania. Perasaan dongkolnya tadi seketika lenyap berganti dengan letupan-letupan kembang api.


"Kamu juga satu-satunya wanita yang aku cintai."


Aditya mencium pipi Kania lalu dibalas oleh Kania yang juga mencium pipi calon suaminya itu.


Melihat kemesraan pasangan kekasih di depannya membuat Jasmine iri. Dia membayangkan dirinya dan Galih bisa seperti itu.


Wanita ini sangat mencintai calon suaminya, itu berarti cinta Galih bertepuk sebelah tangan. Bagus! Ini kesempatan untukku! Saat Galih patah hati, aku datang dan mengobati hatinya dengan cintaku.


Jasmine pun mulai memikirkan rencana untuk menghibur Galih yang patah hati.


"Tapi apa Galih sudah tahu tentang kalian?" tanya Jasmine.


"Tentu saja," sahut Aditya.


Senyuman Jasmine pun merekah.


Kalau begitu aku harus menghibur Galih sekarang, mengobati hatinya yang terluka dan membuatnya sadar kalau cuma aku yang benar-benar mencintainya.


Tanpa basa-basi lagi, Jasmine pun segera pamit pulang dengan alasan dia masih banyak pekerjaan dan pergi meninggalkan rumah itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2