
Untuk bab 100 dan 101 akan ada momen spesial untuk Aditya dan Kania.
Jaga hati kalian ya, jangan sampai baper pas baca ceritanya hehe
Makasi buat kalian yang masih ikutin cerita ini love love loveee~
Aku mah apa atuh tanpa like dan komen kalian, so thank you guys!!
...*...
...*...
...*...
...****************...
Kania menahan Aditya yang tampak semangat mengajaknya keluar dari butik.
"Aditya, tunggu!"
Mendengar namanya disebut, Aditya pun langsung berbalik dan menatap tajam Kania.
"Aditya?"
"Ma-Maksudku Honey, maaf." Kania cengengesan.
"Ada apa?"
"Aku harus ganti baju, gak mungkin aku naik motor pakai gaun kaya gini."
"Kita gak naik motor jadi gak perlu ganti baju, ayo!"
Aditya kembali menarik tangan Kania.
"Kita gak naik motor? Maksudnya?"
Saat Aditya dan Kania keluar dari butik. Sebuah mobil Bugatti La Voiture hitam melaju dan berhenti di depan mereka.
Kania terperangah saat melihat mobil mewah di depannya. Dari tampilan mobil itu saja, Kania tahu kalau mobil itu bukan mobil biasa dan harganya pasti diatas ratusan juta.
Dan memang benar, mobil Bugatti La Voiture bukan mobil biasa, mobil ini limited edition dan hanya dimiliki 3 orang dari seluruh dunia dan salah satunya Aditya. Soal harga? Tentu saja diatas ratusan juta bahkan 10x lipat. Aditya harus membayar 200M untuk memiliki mobil yang satu ini.
Seumur hidupnya, Kania tidak pernah membeli barang dengan harga ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Meskipun gaji ayahnya diatas standar gaji pekerja kantoran tapi Kania memilih untuk hidup sederhana. Begitu juga dengan sang ayah bahkan barang termahal yang dimiliki mereka hanya mobil yang digunakan ayahnya.
Jadi jangankan harga mobil itu, harga gaun yang dia pakai saja sudah bisa membuatnya shock.
Saat pintu mobil terbuka, tampak seorang pria dengan setelan jas keluar dari dalam mobil.
Siapa dia?
Kania menatap heran saat pria itu memberikan sebuah paper bag dan kunci kepada Aditya.
"Makasi Kak Haris, ini kunci motornya."
Ya, pria itu adalah Haris, tangan kanan Aditya.
Kemarin malam saat Haris menghubunginya, Aditya meminta pria itu menyiapkan semua yang dia butuhkan untuk rencananya hari ini termasuk bersandiwara di depan Kania.
"Baby, kenalkan, dia Kak Haris, anak teman dekatnya papi."
"Hai, salam kenal, aku Kania." Kania mengulurkan tangannya kepada Haris.
__ADS_1
"Salam kenal."
Saat Haris akan menjabat tangan Kania, tangan gadis itu sudah lebih dulu dipegang Aditya.
"Gak perlu jabat tangan, formal banget," ketus Aditya.
Haris pun mendapat pelototan dari bos kecilnya itu.
Astaga Bos, posesif amat!
Gerutu Haris dalam hati.
"Kak Haris bukannya ada urusan?"
"Iya, kalau gitu Kakak duluan ya."
Haris yang sadar dengan pengusiran halus dari bos kecilnya segera pergi dari tempat itu.
"Honey, koq Kak Haris pergi kesana? Ini mobilnya gimana?"
"Aku yang pakai mobilnya, nih kuncinya udah sama aku." Aditya menunjukkan kunci mobil yang tadi diberikan Haris.
"Hah? Kamu bisa? Terus motor kamu?"
"Motor aku dipakai Kak Haris, kita tukeran."
"Kenapa tukeran?"
Untung otaknya jenius jadi Aditya bisa dengan cepat menemukan jawaban untuk setiap pertanyaan Kania.
Aditya mengitari kap depan mobil sambil menggandeng tangan Kania. Dia berjalan ke pintu mobil satunya.
Lalu Aditya membuka pintu mobil dan mendudukkan Kania di kursi depan.
"Karena kamu gak bisa naik motor kalau pakai gaun, ok selesai."
Saat Aditya memalingkan wajahnya, dia sedikit terkejut karena wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Kania.
Begitu juga Kania yang langsung membeku. Rona kemerahan tampak jelas di kedua pipinya. Jantungnya bahkan semakin tak karuan saat manik hazelnut Aditya menatapnya.
Aditya tersenyum lalu mengecup bibir Kania membuat mata gadis itu membulat sempurna.
Rona kemerahan di pipi Kania pun langsung menyebar ke seluruh wajah.
"I love you Baby," bisik Aditya sebelum beranjak dan menutup pintu mobil.
Kania tidak bisa berkata-kata, wajahnya saat ini sangat panas. Pria kecilnya itu memang selalu bisa membuatnya tak berkutik atau dia yang terlalu lemah?
Aditya kembali mengitari kap depan mobil lalu bergegas masuk ke dalam butik sambil membawa paper bag.
"Loh koq Aditya masuk lagi ke butik? Ada yang ketinggalan kali ya?"
Sepuluh menit kemudian, Kania melihat Aditya keluar dari butik tapi tunggu! Penampilan pria kecilnya itu berbeda!
Aditya tidak lagi memakai seragam sekolah tapi pakaian semi formal. Pemuda itu memakai jas navy sebagai outer dipadukan kaos putih dengan bawahan celana jeans.
Mata Kania sampai tak berkedip. Dia terpesona dengan penampilan pria kecilnya saat ini.
Mamiii~ ganteng banget sih anaknya~
...Braak!...
Suara pintu mobil menyadarkan Kania dari lamunannya. Dia pun langsung memalingkan wajahnya yang kembali memerah.
__ADS_1
Aditya duduk di kursi pengemudi lalu meletakkan paper bag yang berisi seragamnya ke kursi belakang.
"Maaf ya Baby tadi aku ganti baju dulu."
"Hm."
Aditya langsung menoleh ke samping saat mendengar jawaban singkat dari Kania.
"Marah ya?"
Aditya meraih tangan Kania lalu menciumnya.
"E-Engga."
Kania tidak berpaling dan melihat ke luar jendela mobil. Jantungnya saat ini tidak akan kuat jika harus melihat Aditya.
Sedangkan Aditya berpikir kalau Kania marah karena ditinggal olehnya.
"Kenapa kamu gak mau lihat aku? Apa kamu gak suka dengan penampilanku?"
"Tidak, bukan begitu, aku...." Kania menggigit bibir bawahnya.
"Apa Baby? Kenapa?"
Kania menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu dihembuskan. Berusaha menenangkan detak jantungnya. Lalu perlahan-lahan dia memalingkan wajahnya ke samping.
"Baby." Aditya tersenyum.
...DEG! ...
Kania terdiam.
Aditya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Kania yang terus melihatnya tanpa berkedip.
"Baby? Are you okay?"
Masih tidak ada teraksi dari Kania lalu Aditya pun mencubit pipi kekasihnya itu.
"Babyyyy~"
"Iih sakit!" Kania tersadar lalu menepuk tangan Aditya yang mencubit pipinya.
"Aku tuh khawatir, tiba-tiba kamu diem aja tadi."
"Abisnya kamu ganteng banget sih, eh?!"
Kania tersentak saat menyadari ucapannya, dia pun langsung menekap mulutnya yang keceplosan memuji Aditya.
Aditya tersenyum lebar. Hatinya berbunga-bunga.
Jadi dia diem aja karena terpesona lihat gue.
Kania meringsut dan kembali memalingkan wajahnya.
Aaaaaahhh nih bibir jujur banget sih!!
Aditya tertawa kecil saat melihat Kania yang salah tingkah.
"Ok, kita berangkat sekarang."
Setelah memakai sabuk pengaman Aditya pun menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil itu pergi meninggalkan butik.
...****************...
__ADS_1