Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Aidan Putra Aditya Nugraha


__ADS_3

Tak perlu menunggu berbulan-bulan setelah bulan madu, cukup satu minggu bibit Aditya yang dia klaim berkualitas super unggul berhasil tumbuh di rahim Kania.


Sejak mengetahui si junior berada di rahim istrinya, Aditya jadi tambah protektif kepada sang istri.


Awalnya Kania sangat risih dan merasa tidak bebas karena Aditya benar-benar membatasi kegiatannya. Bayangkan, selama lima bulan dia tidak boleh beranjak dari tempat tidur bahkan untuk ke kamar mandi saja dia harus dipapah seperti orang yang sakit parah.


Satu waktu Kania memberontak karena dia merasa benar-benar jenuh dan kesal dengan perlakuan berlebihan Aditya tapi yang ada Kania malah merasa bersalah karena ternyata semenjak Kania hamil Aditya jadi lebih sensitif membuat suaminya itu mudah sekali menitikkan air mata alias cengeng.


Emosi Kania yang tadinya meluap-luap langsung lenyap saat melihat suaminya menangis sesenggukan apalagi saat mendengar ucapan suaminya, dia jadi tambah merasa bersalah karena sudah membuat suami kecilnya menangis.


"A-Aku ha-hanya khawatir de-dengan keselamatanmu dan a-anak kita... Hiks... Ma-maaf Baby... Hiks hiks...," ucap Aditya sesenggukan.


Dan akhirnya sejak saat itu Kania tidak pernah memberontak lagi. Dia sadar kalau semua yang dilakukan Aditya adalah untuk kebaikan calon anak mereka.


Selain Aditya, kedua orang tua mereka juga tidak kalah memberikan perhatian lebih kepada Kania.


Contohnya Permata yang selalu siap siaga di samping menantunya saat Aditya tidak ada di rumah. Dia juga mengatur menu makanan menantunya agar calon cucu pertamanya mendapatkan asupan gizi yang baik.


Begitu juga dengan Hendra yang lebih direpotkan oleh Kania karena setiap Kania ngidam, dia hanya ingin Hendra, kakek calon anaknya yang membeli atau membawakan apapun yang dia minta.


Aditya bahkan sempat cemburu dan sewot sendiri, kenapa istri dan calon anaknya malah minta sesuatu ke orang lain bukan kepadanya? Padahal dia yakin bisa mendapatkan semua yang diminta istri dan juga calon anaknya.


Saking inginnya, Aditya bahkan pernah menyabotase tugas Hendra. Dia meminta ayah mertuanya itu untuk memberitahunya saat sang istri menginginkan sesuatu.


Saat Aditya sudah mengetahui apa yang diinginkan istrinya dia pun bergegas mencari dan membawakannya untuk sang istri.


Aditya mengira sang istri pasti akan senang saat dia memberikan apa yang diinginkan sang istri tapi jangankan diambil, dilihat pun tidak oleh istrinya.


Ekspresi Kania saat itu tampak biasa saja dan tidak peduli dengan apa yang dibawa Aditya tapi saat Hendra membawakan barang yang sama ekspresi Kania langsung berubah. Senyumnya mengembang dan wajahnya berseri-seri.


Melihat perbedaan itu membuat Aditya mendengus kesal dan semakin tidak menyukai kebiasaan ngidam istrinya yang pilih kasih.


Baru setelah masuk enam bulan, Kania bisa beranjak dari tempat tidur. Selain kondisi fisik Kania yang sudah lebih kuat karena tidak lagi merasa mual dan muntah, dokter yang biasanya datang untuk memeriksa kandungan Kania juga menyarankannya untuk banyak bergerak, tujuannya agar sang bayi juga lebih aktif dan bisa mempermudah persalinan.


Meskipun begitu bukan berarti Kania bisa bergerak bebas. Aditya selalu ada mendampinginya dan ikut kemanapun dia pergi.


Koq bisa? Karena sejak mengetahui kehamilan Kania, Aditya langsung mengirim permintaan kepada kepala sekolah untuk bisa mengikuti ujian kelulusan lebih cepat dan sang kepala sekolah pun tidak bisa menolak permintaan donatur paling penting di sekolah itu.


Kelulusan Aditya yang lebih cepat dari kedua temannya tentu saja mendapatkan ocehan dari mereka. Khususnya Daniel yang merasa dirinya sudah dicampakkan oleh Aditya, teman dekatnya sendiri.


Tadinya Daniel sempat merajuk. Setiap hari meskipun dia datang ke rumah Aditya dan berbicara dengan semua orang tapi dia tidak sama sekali menegur bahkan selalu membuang muka saat melihat Aditya.


Tapi apakah Aditya peduli? Tidak.


Untuk Aditya istri dan calon anaknya jauh lebih penting. Jangankan meladeni Daniel yang merajuk, perutnya sendiri pun terkadang dia tidak peduli. Biasanya Aditya baru makan setelah diingatkan oleh maminya atau Kania.


Alhasil Daniel menjadi keki dan menyudahi aksi merajuknya sendiri.


Bagaimana dengan Mutiara?


Mutiara memang tidak merajuk seperti yang dilakukan Daniel tapi dia langsung protes dan mengoceh panjang lebar kepada Aditya karena tidak memberitahunya tentang ujian kelulusan itu.


Meskipun Daniel dan Mutiara sempat marah kepada Aditya tapi tidak membuat mereka memutuskan pertemanan mereka meskipun teman mereka yang satu itu kurang akhlak.


Dan setelah Aditya mendapatkan ijazahnya, dia langsung mendaftar ke Universitas yang fleksibel dan menyediakan fasilitas kuliah daring atau online dari rumah. Dia juga mengambil program kuliah lulus lebih cepat yang dalam waktu kurang dari 3 tahun dia bisa lulus S1.


Masalah sekolah beres, sekarang tinggal masalah perusahaan Aditya, Galaxy.


Aditya yang sudah ditetapkan sebagai CEO dari Galaxy tentu saja harus melakukan kewajibannya sebagai pemimpin. Salah satunya menugaskan Haris, asisten sekaligus tangan kanannya untuk menghandle perusahaan tapi tetap semua laporan harus dikirimkan ke email Aditya.


Dan yang baru mengetahui tentang Galaxy hanya Hendra. Aditya memang sengaja belum beritahu Kania dan maminya karena dia sudah punya rencana kapan dia akan memberitahu kedua wanita kesayangannya itu.


Di zaman sekarang selain pre wedding ada juga sesi foto setelah menikah istilahnya post wedding dan ada juga foto saat sang istri tengah hamil atau biasa disebut maternity photo.


Satu hal yang Kania bisa lakukan saat dia tidak diperbolehkan beranjak dari tempat tidur adalah bermain ponsel.


Kania yang biasanya jarang mengecek media sosialnya jadi rajin melihat update an foto dimedia sosialnya tapi dia tidak sadar kalau jumlah pengikutnya berkurang karena sebagian akun di unfollow oleh Aditya. Akun-akun pria kecuali akun Leo.


Bicara soal Leo, Leo dan Ratna juga sering berkunjung untuk menjenguk Kania. Mereka berdua selalu membawakan Kania buah dan makanan.


Hubungan Leo dan Ratna juga belum ada kemajuan. Kasian Leo, dia benar-benar terjebak friendzone bahkan saking udah putus asanya Leo pernah berpikir untuk mengubah hubungan friendzone nya menjadi friend with benefit dengan Ratna setelah menonton film tapi kemudian dia sadar dan langsung memukul kepalanya sendiri. Dia tidak mungkin melakukannya karena yang ada dia malah babak belur dipukuli Ratna. Nasib suka sama cewek bar bar.


Jari Kania yang sedang mengscroll foto-foto dimedia sosial tiba-tiba berhenti saat melihat sebuah foto disalah satu akun.


Foto itu menampakan seorang wanita memakai dress sambil berpose memegang perutnya yang membesar.


Mata Kania berbinar-binar. Wanita difoto itu terlihat sangat cantik dan Kania suka melihatnya.


Lalu Kania mulai mencari foto-foto lain dengan menekan hashtag yang tercantum difoto itu #maternityphoto.


Saat melihat foto-foto wanita hamil dengan berbagai konsep dimedia sosialnya, Kania jadi berkeinginan melakukan hal yang sama.


Dan saat Kania memberitahu Aditya tentang keinginannya, Aditya mengiyakan tapi dengan syarat semua harus dilakukan didalam rumah dan Aditya sendiri sebagai fotographer nya.


Foto maternity pertama yang diambil Aditya adalah saat Kania masih menjadi tawanan di tempat tidur.


__ADS_1


Foto kedua, Kania bersikeras ingin foto di tempat lain bahkan sampai mengatakan kalau ini keinginan calon anak mereka sehingga membuat Aditya mau tak mau menuruti keinginan ratunya.


Tapi Aditya tetap tidak membiarkan Kania bergerak sendiri. Dia mengangkat Kania lalu perlahan mendudukkan istrinya itu diatas buffet yang ada di kamar mereka lalu menempatkan kamera digital miliknya dan juga menyetel timer.


Kali ini Aditya ingin ikut difoto dengan istrinya yang semakin hari semakin sexy.



Lalu, foto ketiga dan seterusnya dilakukan saat usia kehamilan Kania sudah masuk enam bulan.


Aditya sengaja mencari studio foto yang mempekerjakan fotographer wanita. Dia tidak ingin kecantikan dan tubuh sexy istrinya saat hamil dilihat siapapun khususnya kaum adam.


Setelah memakai setelan dan juga berdandan sesuai dengan tema, Aditya dan Kania diminta berpose di set background yang sudah disiapkan.


Konsep pertama mereka memakai setelan putih.


Ckrek!



Di mata Aditya istrinya terlihat bercahaya dan sangat cantik seperti malaikat membuat jantungnya harus bekerja dua kali lipat. Apalagi saat istrinya menoleh dan tersenyum kepadanya, hati Aditya seperti lilin yang meleleh.


Lanjut ke konsep kedua, kali ini mereka memakai setelan formal. Kania memakai dress brokat silver dan Aditya memakai jas putih.


Ckrek!



Sang fotographer tidak banyak memberikan arahan pose kepada keduanya karena baik Aditya ataupun Kania sama-sama menikmati kontak fisik mereka dan tidak canggung sehingga membuat foto terlihat lebih natural bahkan sang fotographer selalu tersenyum karena bisa merasakan kebahagian mereka.


Untuk tema foto yang terakhir Aditya meminta mereka berdua memakai setelan berwarna hitam yang sudah dia siapkan.


Setelah mengganti pakaian, mereka berjalan ke set foto yang sudah diubah lalu berpose di depan kamera.


Ckrek!



...****************...


Hari berganti menjadi minggu. Minggu berganti menjadi bulan sampai saat memasuki bulan ke-9 Kania masih belum merasakan kontraksi membuat Aditya dan kedua orang tua mereka sempat khawatir terjadi sesuatu dengan calon keluarga baru mereka.


Takut terjadi sesuatu dengan bayi mereka, Aditya dan Kania langsung pergi ke rumah sakit dan setelah melakukan pemeriksaan, dokter mengatakan kalau bayi mereka baik-baik saja bahkan sepertinya sang bayi terlalu nyaman didalam rahim sampai malas keluar.


Dokter menyarankan Kania agar menunggu seminggu lagi, kalau dalam seminggu tidak ada kontraksi maka Kania akan menjalani operasi sesar.


Sepulangnya dari rumah sakit Kania terus bicara dengan bayinya yang masih betah didalam rahim sambil mengelus-elus perutnya.


Belum selesai Kania bicara, Aditya yang keluar dari kamar mandi langsung ikut bicara.


"Sama papa juga!"


Aditya yang baru selesai mandi hanya memakai bathrobe duduk di samping Kania. Dia mengusap lalu menciumi perut istrinya itu.


"Nanti kamu juga bisa ketemu sama Kakek Hendra dan Nenek Permata, ada Om Daniel dan Tante Mutiara juga. Mereka semua tidak sabar ingin bertemu denganmu."


"Mama juga....." lirih Kania.


Hati Aditya seperti tersayat pisau mendengarnya apalagi saat melihat wajah sedih istrinya. Sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa melihat istrinya sedih.


"Jangan khawatir, anak kita itu bibit unggul! Dia pasti mengerti apa yang kita katakan." Aditya mencium gemas pipi Kania.


Kania lalu mencubit pinggang Aditya, membuat suami kecilnya itu meringis kesakitan.


"Aaahh~ sakit Baby~ aku salah apa?" ucap Aditya sambil mengusap-usap daerah yang dicubit Kania.


"Sekarang aku tahu, pasti anak kita mengikuti kebiasaan jelekmu yang susah dibangunkan setiap pagi! Makanya dia jadi malas!"


"Hah?? Koq jadi aku yang-- Ah! Baby! Stop! Kenapa sekarang aku dipukul?!" Aditya melipat kedua tangannya diatas kepala sebagai tameng dari pukulan bertubi-tubi Kania.


...****************...


Seminggu sudah berlalu tapi tetap tidak ada kontraksi. Dengan terpaksa akhirnya Kania setuju menjalani operasi sesar meskipun awalnya dia ingin melahirkan secara normal tapi mau bagaimana lagi? Sang bayi terlalu betah di dalam rahim ibunya sehingga harus dipaksa keluar.


Hendra, Permata, Leo, Ratna, Daniel dan Mutiara menunggu dengan cemas di luar ruang operasi. Dalam hati mereka semua berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan Kania dan bayinya.


Sedangkan Aditya berada di dalam ruang operasi menemani sang istri yang perutnya tengah dibelah menggunakan pisau bedah oleh dokter.


Aditya menggenggam erat tangan istrinya sambil membisikkan kata-kata yang bisa menenangkan hati istrinya meskipun sebenarnya dia juga merasakan gelisah dan cemas saat melihat proses operasi.


Kania masih sadar saat itu karena dokter tidak membius total Kania dan hanya membius sebagian tubuhnya.


Kania diminta untuk tidak terlalu tegang karena bisa memicu terjadinya pendarahan berlebihan saat pembedahan sehingga dapat membahayakan nyawanya.


Setelah hampir satu jam akhirnya dari dalam ruang operasi terdengar suara tangis bayi.


Semua orang yang menunggu di luar ruang operasi serentak tersenyum. Mereka merasa lega dan bahagia mendengarnya.

__ADS_1


Tak lama, pintu ruang operasi terbuka. Senyuman mereka langsung hilang saat melihat Aditya berjalan keluar dengan mata berair dan wajah pucat.


"Ada apa Aditya? Apa yang terjadi? Bagaimana kondisi Kania dan bayinya?" tanya Permata yang tampak sangat khawatir.


Wajah semua orang juga tidak jauh berbeda dengan Permata. Mereka semua tegang menunggu jawaban Aditya.


"Ma-Mami... Ka-Kania dan... dan.... " ucap Aditya terbata-bata saking gugupnya bahkan tangannya terlihat sedikit gemetar.


"Ada apa Nak? Cepat katakan! Kania dan bayinya baik-baik saja, kan?!" Permata sudah tidak sabar lagi mendengar kabar menantu dan cucu pertamanya.


Beberapa saat Aditya terdiam. Dia berusaha untuk mengontrol emosinya lalu dia menghela napas panjang sebelum kembali membuka mulutnya.


"Kania dan Aidan baik-baik saja, sebentar lagi mereka akan keluar dari ruang operasi."


Semua orang kembali bernapas lega dan senyuman terukir dari bibir mereka saat mendengar hal itu.


Sampai salah satu dari mereka menyadari sesuatu dari ucapan Aditya.


"Aidan? Siapa Aidan?" tanya Daniel.


"Nama anak gue, Aidan Putra Aditya Nugraha."


"Jadi cucu pertama Mami cowok?" Permata begitu antusias bertanya kepada Aditya.


Maklum saja karena selama ini Aditya dan Kania sengaja merahasiakan jenis kelamin anak mereka. Katanya sih biar jadi kejutan nanti.


Aditya mengangguk dan tersenyum lebar sampai memperlihatkan deretan giginya.


"Iya Mi! Cucu pertama Mami cowok."


Senyum semua orang semakin mengembang. Mereka tidak sabar untuk bertemu dan melihat bayi Aidan.


Sementara itu di dalam ruang operasi, suster sedang membersihkan bayi Aidan dari darah yang menempel lalu membalutnya dengan sehelai kain halus.


Perut Kania yang tadi dibelah juga sudah dijahit oleh dokter.


"Dok, bagaimana anak Saya?" tanya Kania lirih.


"Putra Ibu baik-baik saja, sehat dan tampan."


"Syukurlah... Terima kasih." Air mata Kania pun luruh dari sudut matanya dengan bibir tersenyum.


Tak berapa lama, suster datang lalu perlahan meletakan bayi Aidan keatas dada Kania dengan posisi tengkurap.


Kania merasa sangat bahagia. Jantungnya seperti akan meledak begitu melihat wajah menggemaskan putra kecilnya.


"Akhirnya kita bertemu putraku... Aidan...," bisik Kania.


Saat itu tidak ada yang melihat bibir kecil bayi Aidan membentuk lengkungan manis, dia tersenyum.


...****************...


Selama beberapa bulan mungkin bisa dihitung berapa kali bayi Aidan menangis. Bayi itu TERLALU tenang sampai membuat orang tuanya beberapa kali berkonsultasi dengan dokter anak.


"Aidaaaaannn~ Putraku yang gemoooyyy~ Papa kangeeeeennn~"


Aditya langsung menyerang pipi chubby bayi Aidan yang sedang menyusu di dada Kania dengan kecupan bertubi-tubi.


Kania memperhatikan ekspresi bayi Aidan yang kontras dengan suaminya. Disaat suaminya tampak bersemangat tapi putranya malah biasa saja bahkan seperti tak acuh dengan apapun yang dilakukan suaminya.


Kata dokter tidak ada yang salah dengan Aidan tapi... Melihatnya tetap tenang seperti ini membuatku khawatir... Huuh... Tapi setidaknya dia tidak pecicilan seperti Papanya. Meladeni Papanya aja udah capek apalagi nambah satu orang lagi...


Ucap Kania dalam hati sambil menatap nanar Aditya yang sedang mengusili bayi Aidan.


"Aidan itu artinya api kecil, pemuda yang bersemangat dan cerdas tapi kenapa kamu selalu diam seperti ini? Kemana semangatmu Nak?" gerutu Aditya sambil mencubit pelan pipi chubby bayi Aidan.


...*...


...*...


...*...


...END...


...****************...


Haloooo~


Akhirnya aku bisa menyelesaikan cerita ini! Yeaay!


Meskipun harus membuat kalian harus menunggu hampir sebulan. Aku minta maaf dan juga berterima kasih kepada kalian yang masih setia membaca dan mendukung ceritaku ini. Love love love buat kaliaaaan~


Ini ada beberapa foto bayi Aidan. Sssttt! Ini rahasia kita aja ya, jangan sampai Aditya tahu soalnya aku dapat foto ini diem-diem ngambil dari ponselnya Aditya hehe.



__ADS_1




__ADS_2