
Di sofa ruang tengah, Kalina sudah duduk sambil menyesap teh madu hangat dari cangkir yang dipegangnya.
Melihat kedatangan Kania, ibunya itu menurunkan cangkir teh dari bibirnya lalu meletakkannya ke meja kaca persegi di depannya.
"Duduk lah."
Kania melangkahkan kakinya ke sofa yang diduduki Kalina lalu dia pun juga duduk di sofa yang sama dengan ibunya itu.
Tak lama seorang pelayan datang sambil membawa nampan berbentuk bundar yang tak terlalu lebar, di nampan itu sudah ada secangkir teh dan cemilan. Pelayan itu berjalan ke meja kaca lalu memindahkan cangkir dan cemilan dari nampan ke meja dengan hati-hati. Setelah itu pelayan pun pamit kembali ke dapur.
"Kevin sudah cerita sama Mami," ucap Kalina to the point.
"Cerita soal apa Bu?"
Kania pikir ibunya meminta dia datang karena hanya ingin membicarakan tentang masalah Keanu tapi ternyata ada masalah lain yang ingin dibicarakan ibunya.
Sebelum Kalina menjelaskan ucapannya tadi, tiba-tiba Keanu datang dan langsung duduk menempel pada sang kakak seperti kucing yang sedang bertingkah manja kepada pemiliknya.
Ya, saat ini Keanu ingin puas bermanja-manja kepada Kania karena dia sangat merindukan kakak tersayangnya itu, maklum sudah satu tahun mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing jadi saat ada kesempatan tentu saja Keanu akan memanfaatkannya semaksimal mungkin apalagi dia tahu kalau Kania tidak akan lama berada di rumah itu.
Melihat tingkah manja Keanu, Kania pun tersenyum manis lalu mengusap-usap kepala Keanu yang bersandar dipundaknya.
Rona kebahagiaan tergambar jelas dari wajah pemuda itu.
"Keanu, jangan ganggu Kakakmu, Mami lagi bicara dengannya jadi kamu pergilah ke kamarmu sekarang."
"Apa Kakak merasa terganggu?" Keanu malah bertanya kepada Kania.
"Tidak, Kakak tidak terganggu."
Keanu tersenyum manis saat Kania kembali mengusap kepalanya. Dia benar-benar seperti kucing yang senang dibelai pemiliknya dan hanya Kania yang bisa membuat kucing liar menjadi manja seperti itu.
"Mami denger, kan? Kakak gak terganggu jadi kalau Mami mau bicara ya bicara aja."
"Tapi kamu harus mengunci mulutmu, jangan ikut berkomentar karena ini urusan Mami dan Kakakmu, mengerti?"
Kania penasaran sebenarnya ibunya itu akan membahas masalah apa dengannya, kenapa terkesan serius sekali.
"Iya iya aku mengerti." Keanu pun menutup rapat bibirnya.
Sekarang perhatian Kalina kembali beralih kepada anak perempuannya.
"Kevin cerita sama Mami kalau kamu sudah punya pacar dan pa--"
"APA?! PACAR?! Kak Kania sudah punya pacar?!"
Padahal Keanu tadi sudah mengiyakan permintaan Kalina yang memintanya untuk mengunci mulutnya tapi begitu mendengar kakak tersayangnya memiliki pacar, mulut Keanu langsung terbuka.
Sama seperti Kevin, Keanu juga menjadikan kakak perempuannya itu sebagai tipe wanita idealnya jadi sudah pasti ada perasaan iri di dalam hatinya kepada pria yang bisa berpacaran dengan kakaknya.
Beruntung banget cowok itu, seandainya kita tidak memiliki ikatan darah Kak....
Wajah cerah Keanu mendadak mendung. Tiba-tiba dia teringat dengan foto Kania bersama cowok yang di-upload kakaknya di akun sosmed.
__ADS_1
Jadi cowok itu pacarnya Kak Kania... Sepertinya aku pernah melihat cowok itu tapi dimana ya?
Keanu kembali mengingat-ingat dimana dia pernah melihat atau bertemu dengan pacar kakaknya bahkan dia mengacuhkan teguran Kalina karena memotong ucapan maminya tadi.
Kania mengerti, pasti ibunya juga sudah salah paham dengan Aditya karena meskipun Aditya memang mudah tersinggung dan marah tapi selama ini Aditya tidak pernah melakukan kekerasan kepada Kania seperti yang dikhawatirkan Kevin.
Ternyata bukan cuma Kevin tapi aku juga harus menjelaskan kesalahpahaman ini kepada ibu.
Kania menghela napas lalu mulai membuka mulutnya.
"Bu, apapun yang diceritakan Kevin tentang Aditya semua itu hanya salah paham karena Kevin belum mengenal Aditya dengan baik."
Keanu sedikit terusik saat mendengar sebuah nama yang diucapkan kakaknya.
"Aditya? Nama pacar Kakak, Aditya?" tanya Keanu.
"Iya, namanya Aditya, Putra Aditya Nugraha."
Keanu pun merasa seperti pernah mendengar nama yang disebutkan Kania.
Putra Aditya Nugraha? Aditya? Aditya? Hmm... Sepertinya aku juga pernah mendengar namanya tapi dimana?!
Keanu merasa mengenal pacar kakaknya bahkan nama pacar kakaknya itu tidak asing ditelinganya.
"Salah paham bagaimana? Dari cerita Kevin saja Mami sudah tahu kalau pacar kamu itu punya temperamen yang buruk."
"Tidak bu, Aditya--"
Kania langsung mengatupkan bibirnya saat Kalina memegang tangannya dan menatapnya intens.
"APA?! MEMUKUL?! Cowok itu memukul Kak Kania?! Brengsek! Aku bakal patahin tangannya!"
Sontak saja kedua wanita itu pun tersentak karena Keanu yang tiba-tiba berteriak dan sewot sendiri.
Kalina yang sudah geregetan dengan Keanu menghadiahkan cubitan di lengan putih anak bungsunya itu sampai meninggalkan bekas merah yang pastinya terasa perih.
"Awww! Sakit Mami!" Keanu langsung meringis kesakitan sambil mengusap-usap lengannya.
"Lagian kamu bikin Mami kaget! Mami kan tadi bilang kunci mulut kamu!"
"Kakaaaaakk~ sakiiitt~" Keanu merengek manja kepada Kania sambil menunjukkan bekas cubitan Kalina di lengannya.
"Kenapa Ibu cubit Keanu? Kasihan Keanu kesakitan."
Kania tidak tega melihat Keanu kesakitan akibat cubitan ibunya. Dia pun mengusap-usap dengan lembut lengan Keanu dan meniup bekas cubitan itu berharap rasa perih yang dirasakan adiknya bisa berkurang.
Mendapat pembelaan dan perhatian Kania tentu saja membuat Keanu besar kepala.
Kalina cuma memutar bola matanya malas karena anak bungsungnya itu memang jadi mendadak kolokan kalau ada Kania.
"Kania, jawab pertanyaan Mami, apa pacar kamu pernah memukul kamu?" Kalina kembali bertanya karena Kania tadi belum sempat menjawab.
"Jujur aja Kak, jangan takut, ada aku! Aku gak bakal biarin cowok itu macem-macem sama Kakak!" ucap Keanu menggebu-gebu.
__ADS_1
"Engga Bu, Aditya tidak pernah memukul bahkan berkata kasar kepada Kania sekesal apapun dia sama Kania."
Meskipun lega kakaknya tidak pernah dipukul tapi ada perasaan iri di hati Keanu karena kakaknya membela cowok itu. Entah iri atau cemburu? Sama saja. Yang pasti Keanu tidak suka ada orang lain yang dibela kakaknya selain dia.
"Tetap aja Mami khawatir, mungkin sekarang emang belum tapi bisa aja kalau dia khilaf terus pukul kamu, gimana?"
"Kania jamin, Aditya gak akan melakukan hal itu sama Kania, dia sangat mencintai Kania, Bu."
Kalina melihat kesungguhan di mata anak perempuannya itu.
"Mami mau ketemu sama pacar kamu, biar nanti Mami sendiri yang menilai apa pacar kamu pantas atau tidak buat kamu dan kalau ternyata Kevin benar tentang pacar kamu, kamu harus putusin dia atau Mami bakal jodohin kamu sama anak temen Mami," ancam Kalina.
Baru juga Kania akan membalas ucapan ibunya, terdengar bunyi bel yang menandakan ada tamu yang berkunjung ke rumah mereka.
Tanpa titah dari majikannya, pelayan rumah itu pun bergegas menuju pintu depan untuk menyambut tamu yang datang.
Tak berapa lama terdengar derap langkah menuju ruang tengah.
Mata Kania membulat saat melihat seseorang yang sedang berjalan menghampirinya.
"Aditya?" gumam Kania.
Koq Aditya bisa datang kesini? Dia tahu alamat rumah Ibu darimana? Hmm... Ayah! Iya pasti Ayah yang kasi tahu! Gawat... Dia pasti marah aku tinggal, semoga dia gak ngamuk di depan Ibu.
Kania mendadak panik, dia takut Aditya tidak bisa mengendalikan emosinya di depan Kalina. Kalau sampai hal itu terjadi maka ibunya itu pasti akan memaksanya mengakhiri hubungannya dengan Aditya.
"Permisi Nyonya, Aden ini bilang dia pacarnya Non Kania." Pelayan itu dengan sopan memberitahu majikannya.
"Selamat sore Tante, nama Saya Aditya, pacarnya Kania."
Tanpa merasa canggung Aditya mendekati Kalina lalu mencium punggung tangan ibu kekasihnya itu.
Keanu terus mengamati Aditya, tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Kak Aditya dari SMA Bunga Bangsa!"
"Kamu kenal Aditya, Dek?" tanya Kania.
"Kenal lah Kak! Kak Aditya itu juara nasional taekwondo! Dia keren banget pas bertanding! Mau lawannya gede sekalipun Kak Aditya bisa ngalahin lawannya dengan mudah!"
Mata Keanu berbinar-binar mengingat aksi Aditya saat bertanding di arena.
Waktu itu pertama kalinya Keanu menonton pertandingan taekwondo. Matanya langsung tertuju ke salah satu atlet yang sedang bertanding di arena. Suara penonton sangat ramai meneriaki nama atlet itu.
Awalnya Keanu berpikir mungkin alasan penontong mendukung atlet itu karena tampang atlet itu karena jujur saja lawan atlet itu memiliki postur badan lebih besar jadi tidak mungkin atlet itu bisa menang.
Di menit-menit awal atlet itu memang tampak kesulitan tapi atlet itu tidak menyerah dan terus menyerang lawannya. Mata Keanu entah sejak kapan berbinar-binar melihat aksi atlet itu di arena sampai-sampai dia juga meneriaki nama atlet itu untuk mendukungnya.
Keanu pun segera beranjak dari sofa lalu langsung menjabat tangan Aditya.
"Aku gak bakalan lupa pertandingan Kak Aditya waktu itu! Kak Aditya keren banget! Aku ngefans sama Kakak!"
Ngefans???
__ADS_1
Kania tidak menduga atlet taekwondo yang dulu selalu diceritakan Keanu ternyata adalah Aditya.
...****************...