Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Minta Restu Camer


__ADS_3

Di saat yang bersamaan, Kevin dan papinya keluar dari ruang kerja dan turun ke lantai bawah.


Papinya yang merupakan CEO dari perusahaan besar harus mengajarkan Kevin bagaimana memimpin dan menjalankan perusahaan agar perusahaan itu semakin maju dan berkembang saat Kevin menggantikan dirinya.


Kevin dan papinya sedang menuruni tangga dan dari ruang tengah mereka mendengar suara seseorang yang familiar ditelinga mereka.


"Itu suara Keanu, kan?" tanya Papinya Kevin memastikan.


Kevin hanya mengangguk lalu berjalan ke ruang tengah bersama papinya.


Dan saat Kevin sudah berada di ruang tengah, matanya langsung menatap tajam Aditya yang sedang berdiri bersama Keanu.


"Dia! Ngapain dia kesini?!" hardik Kevin.


Sontak saja semua mata tertuju kepada Kevin yang terlihat jelas tidak suka dengan kehadiran Aditya.


Atmosfer di ruang tengah pun terasa berat akibat ketegangan yang terjadi antara kedua pemuda itu.


"Easy Kevin."


Kania pun beranjak dari sofa saat papa tirinya dan Kevin berjalan menghampirinya.


"Kania? Sudah lama sekali kamu tidak main ke sini, bagaimana kabarmu?" sapa Thomas, papa tiri Kania.


"Baik Pa."


Thomas tersenyum mendengar jawaban Kania yang sudah dia anggap putrinya sendiri meskipun mereka tidak memiliki hubungan darah.


Mata Thomas kemudian beralih ke Aditya. Dia merasa mengenal Aditya saat melihat pemuda itu.


"Kamu temannya Keanu?" tebak Thomas karena melihat Keanu yang tampak akrab dengan Aditya.


"Bukan Pa, dia pacarnya Kak Kania yang aku ceritakan waktu itu, yang tempramental dan juga kasar!" celetuk Kevin sambil menatap tajam Aditya.


Mata Aditya juga tak kalah tajam menatap Kevin.


Seperti deja vu saat Kania melihat kedua pemuda itu yang mulai bertanding adu tatap. Dia jadi teringat saat mereka bertiga makan di restoran waktu itu.


Kania lalu melirik Aditya, dia bisa melihat kekasihnya itu tampak sedang menahan diri agar tidak terpancing emosi karena ulah Kevin.


"Is that true? He's your boyfriend, Kania?" tanya Thomas memastikan.


"Iya Pa, dia pacar Kania tapi dia tidak seperti yang diceritakan Kevin."


"Tau nih, Kak Kevin gak boleh asal nuduh Kak Aditya kaya gitu," timpal Keanu.


Kevin tambah geram bukan cuma karena melihat senyum sinis Aditya yang seolah mengejeknya tapi Keanu, adiknya sendiri malah membela Aditya.


"Shut up Keanu! You don't know how rude and tempramental he is!" bentak Kevin sambil menunjuk Aditya tepat di depan wajah pemuda itu.


Kedua tangan Aditya langsung mengepal kencang. Dia ingin sekali memukul Kevin tapi untungnya dia masih bisa mengendalikan dirinya saat ini. Dia ingat kedatangannya ke rumah itu untuk mendapatkan restu ibunya Kania bukan membuat keributan yang berakibat kehilangan wanita yang dia cintai.


Engga! Gue gak boleh emosi! Meskipun gue gak suka sama nih cowok tapi dia tetep bakal jadi adik ipar gue nanti dan sekarang yang penting gue harus dapet restu ibunya Kak Kania.


Setelah mengingat tujuannya datang, Aditya pun terlihat lebih tenang sedangkan Kevin masih tampak geram.


"Kevin, keep your words, dia tamu kita, be polite," tegur Thomas.

__ADS_1


"But Dad he--"


"Kevin, enough," ucap Thomas tegas.


Kevin pun terpaksa menelan lagi ucapannya tapi di dalam hati dia masih ngedumel bahkan mengumpat Aditya dengan kata kasar.


Thomas mengulurkan tangannya kepada Aditya.


"Sorry for him, I hope you are not offended."


Aditya tersenyum ramah lalu dengan senang hati menjabat tangan Thomas, calon ayah mertuanya meskipun pria bule itu tidak memiliki hubungan darah dengan kekasihnya.


"No problem, I understand he just loves his big sister too much and doesn't want his sister to get hurt."


Senyuman Aditya malah membuat darah Kevin kembali mendidih karena Kevin yakin Aditya sedang mengejeknya dengan senyuman itu.


"Silahkan duduk."


Setelah mempersilahkan Aditya duduk, Thomas pun duduk di samping Kalina, istrinya.


Aditya mengangguk lalu duduk di sofa single begitu juga Kania dan kedua adiknya.


"Kita belum berkenalan, Saya Thomas, Papanya Kania."


"Saya Putra Aditya Nugraha, pacar Kania."


"Putra Aditya Nugraha?"


Thomas mengerutkan keningnya saat mendengar nama lengkap Aditya. Dia pun teringat rekan bisnisnya yang dulu dekat dengannya.


"Nugraha? Apa kamu punya hubungan keluarga dengan Damar Satya Nugraha?" tanya Thomas.


"Really?! What a coincidence!"


Thomas jadi teringat percakapannya dengan Damar saat keduanya menghadiri pesta salah satu rekan bisnis mereka.


Saat itu Thomas mengatakan kepada Damar kalau dia punya anak perempuan pasti dia akan menjodohkan anak perempuannya dengan anak laki-laki Damar.


Meskipun Kania tidak memiliki hubungan darah dengan Thomas tapi Thomas sudah menganggap Kania sebagai putrinya, berarti ucapannya waktu itu menjadi kenyataan.


"Terakhir Om ketemu sama Papi kamu dua tahun yang lalu, bagaimana kabarnya sekarang?" tanya Thomas antusias.


Aditya tidak langsung menjawab, lidahnya terasa kelu. Padahal sudah dua tahun papinya meninggal tapi Aditya masih belum bisa menerima kepergian papinya.


Kania bisa melihat kesedihan di mata Aditya. Dia pun memegang tangan Aditya lalu menjawab pertanyaan Thomas.


"Pa, Papinya Aditya sudah meninggal."


"Meninggal?! How?! What's happen?!" pekik Thomas.


Aditya menghela napas, meskipun dia tidak mau mengingat lagi bagaimana papinya meninggal saat itu tapi papanya Kania berhak tahu apa yang terjadi dengan papinya.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Kania khawatir.


Pertanyaan Kania hanya dijawab dengan anggukan kecil lalu Aditya kembali menghela napas dan memberitahu Thomas apa yang terjadi dengan papinya.


Aditya pikir dia bisa menahan cairan bening dari kelenjar matanya agar tidak keluar tapi dia salah. Cairan bening itu keluar begitu saja saat dia bercerita momen terakhir bersama papinya.

__ADS_1


"It's ok, I'm here with you...."


Hati Aditya terasa hangat saat mendengar kalimat itu terucap dari bibir wanita yang dia cintai. Dia sadar sekarang dia tidak kesepian lagi karena ada wanita itu yang akan selalu berada disisinya.


"I know, thank you Baby...." Aditya mengangkat tangan Kania lalu menciumnya.


Keromantisan pasangan ini memang selalu buat iri orang di sekitar mereka tak terkecuali dua pemuda yang tengah menatap sinis mereka berdua. Entah iri atau cemburu.


"Ehem!"


Kevin sengaja berdehem karena tidak tahan lagi melihat adegan romantis yang membuat jiwa jomblonya meringis.


"Kak Kania, masih ada kita loh disiniii~" goda Keanu.


"Ma-Maaf!" Pipi Kania pun memerah saking malunya.


"Jangan terus bersedih, Papi kamu tidak benar-benar pergi, Beliau selalu memperhatikanmu dari atas sana," ucap Kalina.


"Right, Your Daddy must be proud to have a son like you."


"You also be proud to have a son-in-law like me Sir."


"Uhuk! Uhuk!" Keanu yang sedang makan cemilan sampai tersedak.


"What?!" pekik Kevin.


"Hahaha, of course! I will gladly accept you to be my son-in-law."


Kalina menyikut perut Thomas sambil melirik tajam suaminya itu.


"Ehem, jelaskan apa maksud kamu?" Wajah Kalina terlihat lebih serius dari sebelumnya.


"Begini Tante, setelah Saya lulus sekolah Saya ingin menikahi Kania jadi--"


"Menikah?! Tu-Tunggu dulu Aditya, kenapa tiba-tiba menikah?!"


Bukan cuma Kania tapi ibu dan adik-adiknya juga terkejut mendengar penuturan Aditya yang tiba-tiba membahas soal pernikahan sementara papanya terlihat bahagia dan tentu saja menyambut baik niat Aditya.


"Tadi kamu bilang lulus sekolah? Maksud kamu lulus kuliah?" tanya Kalina memastikan.


"Kalau nunggu Saya lulus kuliah kelamaan Tante, maksud Saya setelah lulus SMA Saya ingin--"


"Lulus SMA?!" pekik Kalina.


Lagi-lagi Aditya membuat calon ibu mertuanya terkejut. Kalau terus seperti itu, calon ibu mertuanya bisa benar-benar terkena serangan jantung.


"U-Umur kamu berapa?" tanya Kalina terbata-bata.


"Umur Saya 17 tahun."


Cukup. Jantung Kalina tidak tahan lagi. Dia tidak menyangka anak gadisnya dilamar pemuda 17 tahun bahkan pemuda itu seumuran dengan anak tertuanya.


"Menikah itu butuh tanggung jawab besar, apa kamu sanggup? Apa kamu yakin bisa membahagiakan Kania?" tantang Thomas.


"Saya sanggup dan Saya yakin bisa membahagiakan Kania. Saya tidak akan mengecewakan Om dan Tante."


Thomas tak menyangka meskipun usia Aditya masih muda tapi dia tidak melihat keraguan dari mata pemuda itu.

__ADS_1


Damar, look your son. You must be proud with him, right? Dia sama sepertimu, selalu to the point dan tegas.


...****************...


__ADS_2