
Perkiraan Aditya memang selalu tepat karena saat ini Galih sedang memikirkan cara untuk bisa dekat lagi dengan Kania, cinta pertamanya.
Aditya menyipitkan matanya saat melihat Galih tersenyum sambil terus menatap wanita yang dia klaim sebagai calon istrinya.
Gue yakin dia bakal manfaatin situasi ini buat ngedeketin Kania tapi percuma aja, gue gak bakal biarin dia berhasil.
Seringai tersungging dibibir Aditya membuat siapapun yang melihatnya dijamin merinding.
"Yaya, ayo kita ambil mi--"
"Aaah!"
Tiba-tiba Aditya memekik kesakitan sambil memegang perutnya.
Melihat hal itu Kania merasa deja vu, rasanya dia pernah mengalami hal yang sama tapi dia tidak ingat.
"Aditya, kamu kenapa?" tanya Permata khawatir.
"Mami... Pe-Perut Aditya sakit...," ucap Aditya lirih sambil meremas perutnya.
"Kenapa tiba-tiba sakit? Kamu tadi makan apa?" Permata pun panik melihat putranya meringis kesakitan.
"Ju-Justru Aditya... Belum makan Mi... Kayanya maag Aditya kambuh... Aduuh...." Aditya makin meremas perutnya. Wajahnya berkeringat dan terlihat pucat.
Kania yang tadinya kabur menghindari Aditya malah juga ikut panik dan khawatir melihat kekasih kecilnya itu kesakitan.
"Mami, Ayah, kita harus bawa Aditya ke dokter!" pekik Kania.
"Iya kamu benar! Mas, ayo kita bawa Aditya ke dokter!"
Hendra yang juga khawatir segera berpamitan dan minta maaf kepada Nyonya Hermawan dan Galih karena mereka harus pergi meninggalkan acara itu padahal acaranya belum selesai.
Tapi sebelum pergi, Aditya sempat menunjukkan seringainya kepada Galih.
Lihat baik-baik pecundang, lu gak bakal bisa ngerebut Kania dari gue.
Galih cuma bisa mengumpat dalam hati saat melihat Kania yang begitu khawatir dengan Aditya bahkan sampai membuat Kania lupa dengan Galih dan pergi begitu saja.
Ck, sial! Kenapa Kania khawatir banget sama tuh cowok bar-bar?! Padahal tuh cowok cuma pura-pura doang!
...****************...
Hendra segera membuka pintu mobil untuk Aditya lalu dengan hati-hati Kania mendudukkan Aditya ke jok mobil. Setelah itu Kania bergegas menuju sisi lain.
Hendra pun juga masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi sedangkan Permata sudah lebih dulu berada di dalam mobil dan duduk di samping Hendra lalu segera memasang sabuk pengaman.
Dan tanpa menunggu lama lagi, Hendra langsung menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan lobby utama hotel.
Di saat semua orang merasa khawatir, sang aktor amatiran malah tersenyum. Siapa lagi kalau bukan Putra Aditya Nugraha.
__ADS_1
Meskipun aktor amatiran tapi Aditya berhasil memerankan seseorang yang terkena maag karena telat makan. Sebenarnya Aditya tidak sepenuhnya pura-pura karena sejak pergi meninggalkan rumah ibu Kania, Aditya memang belum makan apapun. Lagipula apa sih yang gak bisa dilakukan Aditya kalau udah menyangkut wanita yang dia cintai. Dasar berondong bucin.
Sebelum sampai di rumah sakit, perlahan Aditya menyudahi aktingnya tanpa membuat Kania curiga karena kalau sampai ketahuan tentu saja rencana masa depannya bersama Kania yang sudah tersusun rapi sudah pasti berantakan.
Aditya menyandarkan punggungnya ke sandaran jok mobil dan tak lupa dia memasang ekspresi tak berdaya seolah kehabisan tenaga karena harus menahan sakit diperutnya.
"Apa perut kamu udah gak sakit lagi?" tanya Kania yang melihat Aditya sudah tidak meringis kesakitan lagi.
"Baby... Maukah kamu memelukku?" Aditya sengaja melemahkan suaranya dan tak lupa juga matanya yang dibuat sendu saat melihat Kania.
Bukankah seorang playboy memang harus punya skill akting? Karena dengan begitu mereka dapat lebih mudah meluluhkan hati wanita tak terkecuali Kania.
Kania yang tadinya kesal dengan Aditya langsung luluh saat melihat kekasih kecilnya itu kesakitan, rasa kesal Kania seakan menguap berganti jadi perasaan khawatir.
Ditatap sendu seperti itu oleh Aditya tentu saja membuat Kania tidak tega. Dia pun melingkarkan tangannya dipinggang Aditya lalu menyandarkan kepalanya didada bidang pria yang mengaku sebagai calon suaminya itu.
Aditya lalu membalas pelukan sang kekasih begitu erat. Dia menghirup wangi rambut Kania yang membuatnya rileks. Sudut bibirnya pun terangkat. Semua kecemasan dan perasaan insecure seakan hilang begitu saja saat Kania berada dipelukannya.
Tuhan, jangan pisahkan kami, hamba sangat mencintainya, hamba janji akan selalu membahagiakan dia dan jadi imam yang baik buat dia.
"I love you Kania Pertiwi...," gumam Aditya yang masih bisa didengar jelas oleh Kania.
Alhasil pipi Kania pun memerah ditambah senyuman manis dibibirnya.
"I love you too Put--"
Tiba-tiba Aditya memegang dagu Kania lalu mengarahkan wajah wanita itu sedikit keatas sehingga membuat keduanya saling bertatapan.
Kania mengerutkan keningnya karena belum mengerti maksud Aditya.
"Maksud kamu?"
"Cukup katakan kamu mencintai aku sama seperti aku mencintai kamu."
Sesaat Kania tampak berpikir lalu tak lama sebuah senyuman terukir dibibirnya.
"Sepertinya kamu sudah mengerti maksudku," ucap Aditya sambil kembali memeluk dan mengecup pucuk kepala Kania.
"I love you Putra Aditya Nugraha."
Emang dasar pasangan bucin gak ada akhlak. Mereka sampai lupa kalau di dalam mobil itu bukan cuma ada mereka berdua saja.
"Ehem!" Permata sengaja berdehem agar pasangan bucin itu sadar.
"Kenapa sih Mi? Ganggu aja orang lagi pacaran," ucap Aditya sewot.
Tatapan tajam Permata pun langsung tertuju kepada Aditya.
"Kania, lihat itu! Kamu yakin mau menikah sama laki-laki gak berakhlak! Kalau Mami sih pasti bakalan mikir 1000 kali," cibir Permata.
__ADS_1
"Iya Baby, kamu harus mikir lagi, kalau kamu menikah sama aku nanti kamu bakal dapet ibu mertua yang gak sayang sama anaknya terus kalau anaknya aja gak disayang gimana sama menantunya?"
"Aku gak bakalan tega lihat kamu nanti disiksa ibu mertua kamu sendiri Baby." Aditya mendramatisir keadaan. Dia memeluk erat Kania seakan tidak ingin calon istrinya terluka.
Benar-benar aktor amatiran yang berbakat bahkan aktingnya patut mendapatkan penghargaan piala oscar kategori aktor pendatang baru terbaik.
Permata terlihat geram. Sekarang siapa yang bisa menyangkal kalimat "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya" karena nyatanya orang tua adalah contoh pertama yang ditiru anak.
Hendra pun menepikan mobilnya ke pinggir jalan lalu menengok ke belakang untuk melihat keadaan Aditya.
"Aditya, bagaimana perut kamu? Apa masih sakit?" tanya Hendra.
"Udah gak sakit jadi gak usah ke dokter tapi ke restoran aja, perutnya cuma butuh makan."
"Syukurlah kalau udah gak sakit tapi kita tetap harus periksa perut kamu ke dokter baru nanti kita ke restoran."
"Iya Mas, kalau gak diperiksa dari sekarang nanti maag Aditya bisa tambah parah," timpal Permata.
Aditya menghela napas, otaknya mulai bekerja mencari cara agar dia tidak diperiksa dokter karena kalau sampai dokter memberitahu keluarganya dia tidak sakit maag maka sia-sia saja aktingnya dan dipastikan juga masa depannya bersama Kania akan kembali terancam.
"Ke dokternya nanti aja kalau udah makan soalnya perut Aditya mulai sakit lagi, kalau gak cepet-cepet diisi nanti asam lambungnya keburu naik, ini aja udah berasa mual, ueekk!"
Kania yang melihat Aditya seperti ingin muntah langsung kembali panik dan khawatir dengan kekasih kecilnya itu.
"Astaga Honey! Ayah, kita ke restoran aja sekarang!"
"Iya Mas, ayo kita ke restoran, setelah makan baru kita ke dokter," timpal Permata tak kalah panik.
"Iya iya, kita ke restoran depan aja, untung di depan ada restoran."
Hendra pun segera melajukan mobilnya menuju restoran yang cuma berjarak ratusan meter dari tempat mereka saat ini.
"Sabar ya Honey, sebentar lagi kamu bisa makan." Kania mengusap lembut pipi Aditya.
Bukan Putra Aditya Nugraha kalau tidak bisa memanfaatkan situasi.
"Baby~ usap-usap perutnya biar sakitnya hilang~" rengek Aditya manja.
"Bener bisa hilang sakitnya kalau diusap-usap?" tanya Kania.
"Iya Baby, nanti sakitnya hilang apalagi diusap-usapnya sama kamu."
Aditya pun meraih tangan Kania lalu meletakkan tangan wanitanya itu di atas perutnya.
Jantung Kania berdetak kencang saat telapak tangannya berada di perut Aditya karena ternyata perut Aditya tidak rata tapi ada lekukan-lekukan yang membuat otak Kania membayangkan roti sobek hangat.
Astagaaaa Kania! Kenapa kamu jadi mesum kaya gini?!
Melihat pipi Kania yang memerah membuat Aditya ingin sekali menggigitnya.
__ADS_1
...****************...