Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Surat Dari Galih


__ADS_3

Kak Virgoun, aku ijin pakai lirik lagunya untuk Galih dulu ya Kak 😅


Hayoo~ siapa yang juga tahu lagu ini?


...-...


...-...


...-...


...****************...


Hari ini Permata mengajak Kania untuk melakukan perawatan di salah satu salon langganannya karena dua hari lagi anak tirinya itu akan berganti status menjadi menantunya, tentu saja dia ingin anak tiri sekaligus calon mantunya itu tampil mempesona saat acara nanti.


Dan saat ini tubuh mereka tengah dipijat dengan posisi telungkup. Kedua tangan terlipat sebagai sandaran kepala dengan dada menempel pada matras empuk.


Di dalam ruangan itu hanya ada Permata, Kania dan dua terapis yang bertugas memijat mereka. Wewangian yang berasal dari asap lilin aromaterapi membuat Permata dan Kania semakin merasa rileks.


Permata tampak lebih menikmati pijatan dari sang terapis karena sudah lama dia tidak merasakannya karena setelah suaminya meninggal, Permata sebagai wali Aditya menggantikan sementara posisi suaminya sehingga dia tidak punya waktu untuk melakukan perawatan. Setiap harinya dia selalu disibukkan dengan meeting dan mengurus tumpukkan dokumen.


Disaat ibu tiri yang sebentar lagi akan jadi mertuanya itu begitu menikmati sentuhan-sentuhan profesional sang terapis, Kania malah kembali teringat dengan surat yang dia temukan di kamar tamu, kamar yang digunakan Galih.


Pagi tadi saat sarapan, Hendra memberitahu Kania kalau Galih menginap dan ada di kamar tamu.


Mengetahui hal itu, Kania pun berniat untuk menemui Galih dan juga sekalian membawakannya sarapan.


Melihat Kania khawatir dengan Galih dan memberi perhatian untuk pria itu, tentu saja mode cemburu Aditya langsung ON.


Wajah Aditya sangat masam, kalau saja calon ayah mertuanya tidak menahannya tadi pasti dia tidak akan membiarkan calon istrinya menemui pria itu. Apalagi dia tidak yakin kalau emosi pria itu sudah kembali stabil. Dia hanya takut terjadi sesuatu yang buruk dengan calon istrinya.


Setelah menyiapkan sarapan berupa roti bakar dan susu, Kania pun membawanya ke kamar tamu.


Sesaat Kania berdiri di depan pintu kamar sebelum akhirnya dia memanggil seseorang yang berada di dalam kamar itu.


"Galih, ini aku, bisa tolong buka pintunya? Aku bawakan sarapan buat kamu."


Kania tidak bisa mengetuk pintu karena tangannya memegang kedua sisi nampan yang berbentuk persegi panjang.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar.


Lalu Kania pun kembali memanggil Galih tapi tetap sama, sunyi. Kamar itu seperti tidak berpenghuni.


Karena penasaran dan juga khawatir, akhirnya Kania meletakkan nampan yang dia bawa ke lantai lalu mencoba menekan knop pintu.


...Cklek...


Ternyata pintu kamar itu tidak terkunci.


Pelan-pelan Kania membuka pintu dan mengintip ke dalam. Sepi.


Kania tidak melihat Galih bahkan seprai tempat tidur pun masih tampak sangat rapi.


Kemudian, Kania pun berpikir mungkin Galih sedang berada di dalam kamar mandi tapi dia tidak mendengar suara gemericik air atau sesuatu yang menandakan ada seseorang di dalam kamar mandi.


Kakinya pun melangkah ke depan pintu kamar mandi.


"Galih! Apa kamu di dalam?!"


Kania sengaja sedikit meninggikan suaranya agar Galih yang dia pikir berada di dalam bisa mendengar suaranya.

__ADS_1


Tapi setelah beberapa saat, tidak ada jawaban juga dari dalam kamar mandi. Sama seperti tadi, sunyi.


Karena takut sesuatu terjadi dengan Galih, akhirnya Kania menekan knop pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci.


Pelan-pelan Kania membuka pintu kamar mandi lalu memejamkan matanya karena takut melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat. Ya, you know lah.


"Ma-Maaf, aku tidak bermaksud mengintip aku hanya khawatir denganmu," ucap Kania gugup dengan pipinya yang memerah.


Karena tidak mendapat respon atau mendengar suara Galih, Kania pun mulai membuka matanya dan ternyata kosong. Tidak ada Galih disana.


"Tidak ada di kamar mandi juga...," lirih Kania.


Kania pun beranjak dari depan kamar mandi lalu berjalan ke tempat tidur dan melihat sebuah surat diatas bantal.


Tadi Kania tidak melihat surat itu karena dia hanya melihat tempat tidur dari sekilas lalu memeriksa kamar mandi.


Sekarang saat Kania tepat di samping tempat tidur, dia baru melihat surat itu.


Kania pun meraih dan membuka surat yang dia yakini sengaja ditinggalkan oleh Galih untuknya.


Untukmu cinta pertamaku...


Ku tuliskan kenangan tentang


Caraku menemukan dirimu


Tentang apa yang membuatku mudah


Berikan hatiku padamu


Takkan habis sejuta lagu


'kan teramat panjang puisi


'tuk menyuratkan cinta ini


Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Aku pernah berpikir tentang


Hidupku tanpa ada dirimu


Dapatkah lebih indah dari


Yang ku jalani sampai kini


Aku selalu bermimpi tentang


Indah hari tua bersamamu


Tetap cantik rambut panjangmu


Meskipun nanti tak hitam lagi

__ADS_1


Bila habis sudah waktu ini


Tak lagi berpijak pada dunia


Telah aku habiskan sisa hidupku


Hanya untukmu


Dan telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan sisa cintaku


Hanya untukmu


Untukmu, hidup dan matiku


Bila musim berganti


Sampai waktu terhenti


Walau dunia membenci


Ku kan tetap di sini


Aku akui aku memang pengecut


Dulu aku pergi karena tidak tahan terluka


Dan kali ini pun aku juga melakukannya


Meskipun aku masih belum mengerti apakah perasaanku ini cinta atau hanya obsesi


Tapi yang jelas aku hanya ingin kamu bahagia


Dan kamu tetap menjadi seseorang yang spesial didalam hatiku


Sampai bertemu lagi Yaya...


...-...


...-...


Air mata Kania pun menetes, tangannya sedikit gemetar memegang surat dari Galih.


"Maafkan aku... Maaf...," lirih Kania sambil memeluk surat itu.


Kania pun tersentak saat ada yang menepuk bahunya.


"Kamu ketiduran ya? Ayo kita lanjut perawatan," ucap Permata sambil beranjak dari ranjang yang tadi digunakan untuk memijat.


"Setelah ini kita mandi susu dan mawar untuk membersihkan diri terus manicure dan pedicure juga perawatan kulit wajah biar wajah kamu fresh dan makin glowing saat menikah nanti."


Kania pun tersenyum melihat Permata yang tampak lebih antusias melakukan perawatan.


Dimanapun kamu sekarang, aku berharap kamu juga bahagia... Sampai bertemu lagi... Galih...


...****************...

__ADS_1


Apakah ada yang tahu lagunya dan nyanyi saat baca surat dari Galih? 😁


__ADS_2