Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Galau


__ADS_3

Semua siswi SMA Bunga Bangsa langsung menengok saat mendengar deru knalpot dari motor sport hitam yang melaju ke area parkir sekolah. Mata mereka tak lepas memandangi sosok pria tampan yang terkenal playboy di sekolah itu.


Meskipun mereka tahu pria itu playboy tetap saja tidak menghalangi mereka mengagumi mahakarya ciptaan Tuhan yang menyejukkan mata, siapa lagi kalau bukan Putra Aditya Nugraha.


Tapi hari ini ada yang berbeda dengan siswi-siswi sekolah itu. Mereka tampak bisik-bisik sambil memegang handphone saat memperhatikan Aditya.


Aditya yang sudah terbiasa dengan tatapan siswi-siswi sekolahnya berjalan tanpa menghiraukan mereka.


"Dit!" panggil Daniel.


Daniel yang juga baru datang segera lari menghampiri Aditya dan merangkul pundak sahabatnya itu.


"Kenapa muka lu ditekuk kaya gitu? Ada masalah dengan rencana lu hari ini?"


"Rencana? Rencana apaan?"


"Lu serius lupa hari ini lu mau ngapain?"


"Gak jelas lu, gue nanya malah nanya balik, gue lagi gak mood nih jadi jangan bikin mood gue tambah jelek," jawab Aditya sewot.


"Galak amat, lagi 'dapet' lu?" Daniel terkekeh meledek Aditya.


Aditya menepis tangan Daniel kasar dan menatap sahabatnya itu tajam.


Daniel berhenti terkekeh dan berganti dengan cengiran, menunjukkan deretan gigi putihnya yang tersusun rapi.


"Sorry Bro, gue cuma becanda."


Wajah Aditya pun semakin ditekuk.


"Ya elah gitu aja ngambek, o iya lu jadi nembak Keisya hari ini?"


"Gak jadi, males gue," ucap Aditya santai.


"Lah tumben, kenapa lu Dit?"


"Emangnya lu udah gak minat lagi pacaran sama Keisya?" lanjut Daniel.


Daniel heran karena setahu dia Aditya memang menyukai Keisya meskipun akhirnya malah pacaran dengan cewek lain.


"Engga."


"Serius lu? Emang kenapa?"


Tingkah Aditya yang tidak seperti biasanya membuat Daniel mulai kepo.


"Gue udah bilang, gue lagi gak mood hari ini."


"Lu gak mungkin tiba-tiba gak mood, pasti ada penyebabnya."


Aditya tidak membuka mulutnya lagi dan hanya melihat lurus ke depan.


Aditya kenapa ya? Biasanya dia selalu cerita kalau ada masalah.


Daniel tidak mau memaksa Aditya, dia akan menunggu Aditya sendiri yang cerita kepadanya.


...****************...


"Kania!"


Kania menengok ke belakang dan melihat Ratna berlari kearahnya.


Saat Ratna sudah berdiri di depan Kania, Ratna senyum-senyum melihat temannya itu.


"Kenapa lu Na?"


"Ciee~ yang lagi PDKT sama beron--mm!"


Kania langsung menutup mulut Ratna dengan tangannya.


"Lu salah paham Na! Gue gak mungkin PDKT sama dia!" ucap Kania sewot.


Ratna pun melepas tangan Kania dari mulutnya.


"Kenapa gak mungkin? Lu cewek, dia cowok, wajar lah kalau kalian saling tertarik, masalah umur? Ya elah jaman sekarang gak ngaruh, masa lu kalah sama Nenek umur 68 tahun, Nenek itu aja bisa nikah sama cowok yang umurnya 23 tahun."


"Sialan lu Na, masa gue dibandingin sama Nenek 68 tahun," protes Kania.


"Udah gue bilang lu salah paham, gue gak naksir atau suka sama dia, alasannya emang karena umur, dia lebih pantes jadi adek gue dan... dia emang bakalan jadi adek gue."


"Bakalan jadi adek lu? Maksudnya?"


"Bokap gue pacaran sama Nyokapnya, jadi otomatis dia bakal jadi adek tiri gue."


"Serius lu Ni?? Bokap lu mau nikah lagi?"


Ratna sedikit terkejut mendengar penjelasan Kania.

__ADS_1


Kania menganggukkan kepalanya.


"Jadi karena masalah itu makanya lu ragu buat menjalin hubungan sama dia."


"Ratnaaaa, udah gue bilang kalau gue engga tertarik sama diaaaaa!" ucap Kania geregetan.


"Tapi gimana kalau Aditya tertarik sama lu?"


Sejenak Kania terdiam, dia kembali teringat dengan interaksi antara dia dan Aditya di depan rumahnya kemarin malam.


"E-Engga mungkin...."


"Gue yakin Ni, Aditya pasti punya perasaan sama lu, masa lu gak sadar sih?"


Kenapa gue malah berharap omongan Ratna benar?! Engga! Gue harusnya gak boleh mikir kaya gitu!


Ratna tampak kebingungan melihat Kania menggeleng-gelengkan kepala.


"Udahlah Na gak usah bahas itu lagi, kita ke kelas yuk."


Kania langsung menarik Ratna pergi menuju kelas mereka.


...****************...


Di kantin sekolah, Daniel yang sedang menyantap baksonya melihat Aditya yang cuma memutar-mutar bihun di dalam mangkuk bakso dengan garpu.


"Tadinya gue mau nunggu lu yang cerita tapi gue penasaran sebenarnya lu kenapa sih?"


"Huuuh...." Aditya menghela napas.


"Kayanya berat banget masalah lu, cerita aja bro, biasanya juga lu selalu cerita ama gue."


"Masalah kali ini gue gak bisa cerita."


"Jangan bikin gue kepo Dit, udah cerita aja gue gak bakal lemes."


"Males ah, entar lu malah ngeledekin gue."


"Engga, gue janji gak bakal ngeledekin lu."


Wajah Aditya tampak serius saat melihat Daniel.


"Awas ya kalau lu sampai ngeledekin gue, gue bakalan kasi tahu satu sekolah kalau lu suka sama Winda," ancam Aditya.


"Jangan! Tega banget lu Dit!"


Aditya tahu kalau selama ini Daniel diam-diam menyukai seorang siswi bernama Winda yang juga teman sekelas mereka.


Cara PDKT Daniel berbeda dengan Aditya yang tidak sabaran, dia adalah tipe yang mendekati cewek yang disukainya dengan pelan-pelan sampai dia yakin untuk menyatakan perasaannya.


"Bodo amat, gue bakal ngelakuin hal itu kalau lu berani ledekin gue."


"Mana berani kalau ancamannya kaya gitu, lagipula darimana lu tahu kalau gue...."


"Suka ama Winda?" sambung Aditya.


Daniel cuma menganggukkan kepalanya malu-malu.


"Insting gue kuat, gak mungkin gue gak sadar," ucap Aditya sambil tersenyum menyeringai.


"Playboy sekolah emang beda, udah gak usah dibahas lagi, sekarang cerita lu punya masalah apa sampai ancam gue segala."


"Menurut lu gimana kalau ada cowok yang suka ama cewek yang lebih tua dari cowok itu?"


"Lebih tuanya berapa tahun?"


"Kalau cuma beda satu atau dua tahun mah biasa," lanjut Daniel.


"Hm... kalau beda lima tahun?" tanya Aditya ragu-ragu.


Daniel diam sejenak lalu membuka mulutnya.


"Lima tahun ya? Hm... engga masalah sih, namanya siapa?"


"Kania."


Aditya spontan menjawab pertanyaan tidak terduga dari Daniel. Kedua matanya terbuka lebar dan badannya langsung membeku.


"Bukan cuma lu aja yang punya insting kuat."


"Gue yakin orangnya pasti cantik kaya namanya," lanjut Daniel.


"Ma-Maksud lu apa?" ucap Aditya gelagapan.


"Udah gak usah ngeles, jadi Kania beda lima tahun sama lu, terus kenapa? Tumben lu galau cuma gara-gara masalah itu."


"Gue udah pernah rasain pacaran ama cewek yang beda satu atau dua tahun tapi ini lima tahun, udah gitu dia...."

__ADS_1


"Dia kenapa?"


"Dia... dia bakal jadi kakak tiri gue."


"Apa?? Ka-Kakak tiri??"


Sekarang giliran Daniel yang terperanjat mendengar ucapan Aditya.


"Nyokap lu mau nikah lagi?" selidik Daniel.


"Rencananya gitu tapi selama gue masih ada, hal itu gak bakal terjadi."


"Jadi Kania itu anak dari pacar Nyokap lu."


"Iya."


"Lu suka sama dia?"


"Bukan suka lagi tapi gue malah jatuh cinta sama dia."


Aditya pun menceritakan semua yang terjadi kepada Daniel, mulai dari awal pertemuannya dengan Kania sampai dia mengantar Kania pulang.


"Lu galau karena umur dia atau status dia yang bakal jadi kakak tiri lu?"


"Engga! Gue engga mau dia jadi kakak tiri gue!" jawab Aditya sewot.


"Berarti lu galau gara-gara perbedaan umur lu ama dia?"


"Gue sih gak masalah, tapi... gimana sama dia? Emangnya dia mau pacaran ama cowok yang lebih muda."


Daniel terkekeh mendengarnya.


"Gue salut ama tuh cewek yang bisa bikin playboy SMA Bunga Bangsa gak percaya diri."


Aditya langsung menatap tajam Daniel.


"Ok, gue bakal teriak sampai satu sekolah tahu kalau lu suka sama--mm!"


Mulut Aditya langsung ditutup Daniel dengan tangannya. Wajah Daniel juga tampak panik karena ternyata cewek yang namanya akan disebut melintas di belakang Aditya.


Aditya melepas kasar tangan Daniel dari mulutnya.


"Gila lu! Tadi hampir aja, lu tahu gak kalau tadi orangnya ada di belakang lu!" ucap Daniel sewot.


"Bodo amat, tadi kan udah gue kasi peringatan," balas Aditya ketus.


"Gue gak ledekin lu tadi, gue cuma ngomong kenyataan, lu kan biasanya selalu percaya diri ngedeketin cewek tapi sekarang kenapa malah galau?"


"Lu kan selalu bilang kalau engga ada yang bisa nolak seorang Aditya, meskipun umurnya lebih tua tapi dia kan juga cewek, gue yakin lu pasti bisa bikin dia juga jatuh cinta."


Mendengar ucapan Daniel membuat bibir Aditya mengembang.


"Bener banget, lu emang sahabat gue!"


Aditya merangkul pundak Daniel dan memukul dada Daniel pelan.


"Makasi bro," ucap Aditya sambil tersenyum lebar.


"Makanya kalau ada masalah cerita jangan dipendam sendiri."


"Gue kan selalu cerita ama lu."


"Tapi kali ini lu sampai ancam gue dan hampir bikin gue malu di depan cewek yang gue suka," ucap Daniel sewot.


"Gue kan gak tahu kalau doi ada di belakang."


"Kalau suka bilang aja, gue yakin dia pasti bakal nerima lu jadi pacarnya," lanjut Aditya.


"Makasi sarannya tapi gue punya cara sendiri buat deketin cewek, urusin aja cewek lu."


"Kalau butuh saran tanya ama ahlinya, gue jamin 100% lu gak bakal jomblo lagi."


"Mending gue jomblo daripada punya banyak mantan kaya lu, ribet."


Aditya dan Daniel pun tertawa.


...****************...


Author: Hai haiii~


Maaf ya kalau kelamaan update soalnya ada aja halangannya buat bikin cerita 😥


Tapi aku senang karena ternyata banyak yang suka dengan cerita iniii 😆


Makasi like dan dukungan kalian ❤️❤️❤️❤️❤️


Semoga kalian masih ngikutin cerita ini meskipun updatenya gak jelas 😬

__ADS_1


Sampai bertemu di bab selanjutnyaaa~


__ADS_2