
Motor sport hitam melaju memasuki parkiran sekolah. Semua murid tahu pemilik motor itu yang tak lain adalah Aditya.
Baru beberapa langkah Aditya meninggalkan area parkir, dari belakang tiba-tiba ada lengan yang merangkul pundaknya.
"Ada yang mood nya lagi bagus nih~ Biasanya tiap pagi muka lu sumpek tapi baru dateng udah senyum-senyum," sindir Daniel.
"Iya hari ini mood gue emang lagi bagus! Gue yakin lu pasti belum pernah jadi lu gak bakalan ngerti rasanya."
"Belum pernah ngapain maksud lu?" tanya Daniel kebingungan.
Lalu Aditya mendekatkan bibirnya ke telinga Daniel.
"Kissing," bisik Aditya.
"Hah?! Kissing?!"
Beberapa murid yang sedang berjalan di sekitar mereka pun menengok ke arah mereka.
"Ck, gak sekalian pake mic biar satu sekolah denger," cibir Aditya.
"Maaf Bro hehe, abisnya gue kaget ternyata temen gue ini gak sepolos yang gue pikirkan."
"Soalnya udah beberapa kali lu pacaran tapi lu gak pernah ngebahas soal kissing," lanjut Daniel.
"Lu kan tahu gue gak serius sama mereka, lagi pula gue bukan cowok gampangan yang suka cium cewek sana sini, gue cuma bakal cium cewek yang bener-bener gue cintai."
"Jadi lu beneran udah kissing?" tanya Daniel memastikan.
"Menurut lu?" Aditya bertanya balik sambil tersenyum menyeringai.
"Wah beneran? Serius lu? Sama siapa Dit?"
"Makanya banyak makan sayur biar otak lu gak lemot, nanya lagi sama siapa? Jelas lah sama Baby gue."
"Iya lah gue nanya, lu kan belum cerita soal cewek lu yang sekarang."
"Eh emang iya? Bukannya lu udah ketemu cewek gue pas di acara nikahan nyokap gue."
"Satu-satunya cewek yang lu kenalin ke gue cuma Kak Kania."
"Baby gue."
"Baby lu? Jadi Kak Kania itu... cewek lu yang sekarang?!"
"Anda benar." Aditya nyengir sambil mengacungkan jempolnya ke Daniel.
"Wah selamat ya Bro! Berarti udah gak ada lagi yang bakal jadi korban playboy SMA Bunga Bangsa."
"Iya, gue udah gak tertarik sama mereka, sekarang di dalam hati gue cuma ada satu cewek namanya Kania Pertiwi."
"Cieee~ sweet banget sih~ Jangan lupa pajak jadiannya."
"Iya iya, entar istirahat lu boleh pesen apa aja nanti gue yang bayar."
"Wuiih mantap!"
Saat Aditya sedang asik ngobrol dengan Daniel sambil berjalan menuju ke kelas mereka, dari arah berlawanan seorang siswi juga berjalan dan melewati Aditya.
Tak lama bel pun berbunyi tanda pelajaran pertama akan segera dimulai.
Guru yang bertugas mengajar sekaligus wali kelas masuk dan meletakkan bukunya ke atas meja.
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru dari Bandung."
Murid-murid pun tampak antusias, yang cowok berharap murid baru di kelas mereka adalah cewek cakep sedangkan yang cewek berharap bertambah lagi cogan di kelas mereka. Maklum saja soalnya di kelas mereka sudah ada Aditya dan kalau nambah satu lagi cogan pasti mereka akan lebih semangat.
__ADS_1
"Ayo sini masuk."
Saat murid baru itu masuk, wajah murid-murid cowok langsung tampak cerah sedangkan murid-murid cewek ada yang kecewa tapi ada juga yang menanggapinya biasa.
Murid baru itu pun berdiri di depan kelas.
"Perkenalkan dirimu."
"Hai, nama aku Mutiara Indah Lestari."
Aditya yang tadinya tak tertarik dengan kedatangan murid baru di kelasnya, langsung membuka matanya lebar-lebar saat mendengar nama murid baru itu.
Mu-Mutiara?!
Mata Aditya terus melihat Mutiara yang sedang menjawab pertanyaan dari beberapa murid.
Kalau diperhatiin mukanya emang mirip Mutiara! Jangan-jangan dia...
"Ok, kalian bisa tanya-tanya Mutiara lagi nanti, Mutiara tempat duduk kamu di sana, di depan Aditya."
Aditya?
Mutiara pun merasa familiar dengan nama itu.
"Iya, makasi Bu."
Lalu Mutiara berjalan ke kursi yang diberitahukan wali kelasnya.
"Sekarang buka buku paket kalian, Ibu akan menjelaskan caranya lebih dulu baru nanti kalian bisa kerjakan tugasnya."
Mutiara pun duduk di kursi dan menyimak pelajaran dari guru.
Aditya yang penasaran akhirnya menulis sesuatu di selembar kertas lalu melipatnya. Dia pun melempar kertas yang sudah dia lipat itu ke meja Mutiara.
"Buka kertasnya," bisik Aditya.
Dasar playboy, katanya udah gak mau nyari cewek lagi tapi pas ada cewek cakep langsung gerak cepet.
Mutiara pun membuka kertas itu dan membaca tulisan Aditya.
Apa kamu pernah sekolah di TK Pelita?
Tak lama, Mutiara mengembalikan kertas itu ke Aditya setelah dia menjawab pertanyaan yang tertulis disana.
Iya, ternyata kamu beneran Aditya teman satu TK aku, gak nyangka kita bisa ketemu lagi
Senyuman merekah dibibir Aditya saat membaca balasan dari Mutiara.
Dia beneran Ara! Wah bener-bener gak nyangka gue bisa ketemu dia lagi! Mukanya gak berubah tetep aja imut~
Aditya sangat senang karena setelah bertahun-tahun dia bisa bertemu lagi dengan Mutiara, anak perempuan yang dulu selalu bermain bersamanya di TK bahkan Aditya sampai pernah memukul anak lain yang berani mengganggu Mutiara.
...****************...
Saat pernikahan ayahnya, Kania juga memberitahu Ratna dan Leo tentang hubungannya dengan Aditya.
Tapi kedua temannya tidak terlalu terkejut saat mengetahui hubungannya dengan Aditya karena Ratna dan Leo memang sudah mencurigai kedekatan Kania dengan adik tirinya itu.
Saat ini mereka bertiga sedang menyantap bakso di kantin kampus.
"Gimana Ni? Lu udah dapet tema buat skripsi belum?" tanya Ratna disela-sela makannya.
"Udah tapi gue belum tanya ke dosen pembimbing gue temanya bisa dipake atau engga." Kania menyeruput minumannya.
"Koq lu belum tanya Ni? Lu gak punya nomor dosen pembimbing lu?" tanya Leo.
__ADS_1
"Gue udah minta tadi, sebenarnya gue juga udah ketemu sama orangnya tapi pas gue mau nanya-nanya soal skripsi, dia malah ada rapat jadi bahas skripsinya via chat aja."
"Siapa sih dosen pembimbing lu Ni?" tanya Leo penasaran.
"Namanya Pak Wisnu."
"Dosen pembimbing lu juga Na?"
"Yes of course, kita beruntung karena dapet dosen pembimbing yang cakep, masih muda lagi, paling cuma beda 3 tahun sama kita, iya gak Ni?" Ratna menyikut lengan Kania sambil menaik-turunkan alisnya.
Leo gak suka melihat ketertarikan Ratna ke dosen pembimbingnya.
"Paling udah punya istri," celetuk Leo.
"Sotoy lu, dijarinya gak ada cincin, jadi dia pasti masih single."
"Yeee~ belum tentu juga dia single, gue yakin dia pasti udah punya pacar atau calon istri."
"Ih lu kenapa sih?! Gak seneng banget gue sama Kania bahagia?!" Ratna mulai sewot dengan Leo.
"Lu doang Na, Kania kan udah punya pacar berondong yang ganteng jadi dia sih gak mungkin genit-genit ke dosen pembimbingnya."
"Jadi maksud lu gue genit?!"
"Lu ngerasa gak?"
"Dih nih anak bener-bener nyebelin banget sih!"
"Udah jangan marah-marah mulu entar muka lu cepet tua."
"Huh!" Ratna melipat kedua tangannya di dada lalu memalingkan wajahnya yang cemberut.
Seperti biasa Kania tidak terlalu ambil pusing saat kedua temannya itu bertengkar di depannya.
"O iya Ni, entar temenin gue ke toko buku yuk, gue mau cari referensi," ajak Ratna.
"Iya Na, gue juga mau cari referensi."
"Gue ikut," celetuk Leo.
"Engga boleh!" tolak Ratna.
"Dih, gitu aja ngambek, ya udah entar gue traktir deh," rayu Leo.
"Awas aja kalau lu sampe boongin kita," ancam Ratna.
"Emangnya kapan gue pernah boong? Gue itu cowok yang menjunjung tinggi kejujuran jadi gak mungkin lah gue boong."
"Terserah lu deh biar cepet."
"O iya Aditya gak apa-apa lu pergi sama kita?" tanya Ratna.
"Iya Ni, soalnya lu bilang kan Aditya posesif," timpal Leo.
"Kalau sama kalian dia engga apa-apa, asal jangan pergi berduaan sama cowok, dia udah pasti ngambek."
"Ya udah kalau gitu entar kita pesen taksi online aja."
Kania mengecek handphone nya.
Biasanya Aditya selalu chat nanya aku lagi ngapain dan sama siapa tapi tumben hari ini dia engga chat.
...****************...
[Visual Mutiara]
__ADS_1