
Selagi menunggu Permata memanggil Aditya dan Kania, Hendra berbincang-bincang dengan Galih. Mulai dari pertemanan Galih dengan Kania sampai urusan bisnis.
Lalu terdengar suara langkah kaki menghampiri kedua pria berbeda usia itu.
"Galih?" gumam Kania saat melihat Galih duduk di meja makan bersama Hendra.
Galih pun langsung menoleh saat mendengar suara gadis yang dia rindukan. Tatapannya berbinar-binar dan sudut bibirnya membentuk lengkungan.
Ekspresi yang ditunjukkan Galih berbanding terbalik dengan ekspresi Aditya. Calon imam Kania itu tampak geram.
Sialan! Pasti dia memanfaatkan ayah mertua supaya bisa masuk! Ternyata selain brengsek dia juga licik!
Rahang Aditya mengeras. Matanya menatap tajam Galih yang tengah tersenyum. Senyuman yang ditujukan kepada gadis yang akan menjadi istrinya.
Kania sedikit terperanjat saat tangannya digenggam erat Aditya. Dia pun langsung menoleh dan melihat wajah Aditya yang tampak tak bersahabat.
"Kakak, Aditya ayo sini duduk, kita makan malam bersama. Nak Galih ayo sendok nasinya, jangan sungkan."
Hendra bukannya tidak peka, justru karena dia peka makanya dia mengalihkan pembicaraan.
Dan selama makan malam, rasanya Aditya ingin sekali mencolok mata Galih yang terus menatap Kania.
"Ehem! Tuan Galih, apa masakan Mami Saya tidak sesuai dengan selera Anda?" tanya Aditya sinis.
__ADS_1
"Tidak, Saya menyukai masakan Tante, masakan Tante enak dan sesuai dengan selera Saya. Om Hendra beruntung memiliki istri yang selain cantik tapi juga pandai memasak." Kali ini Galih melempar senyumannya kepada Permata tapi senyuman itu berbeda dengan senyuman yang ditujukan kepada Kania.
Cih, penjilat!
Aditya memutar bola matanya dan berpura-pura seakan ingin muntah.
"Yaya, aku yakin kamu pasti bisa memasak, apa aku bisa makan masakanmu?"
Perhatian Galih hanya teralih sepersekian detik lalu kembali lagi kepada Kania, gadis pujaan hatinya.
"Saya tidak mengijinkan dia memasak untuk orang lain, cuma Saya yang boleh makan masakan istri Saya nanti," sahut Aditya cepat sebelum Kania menanggapi pertanyaan Galih.
Sebenarnya Galih sudah jengah dan kesal dengan Aditya tapi berkat pengendalian emosinya yang bagus, dia masih tampak biasa saja.
"Saya bertanya kepada Yaya? Apa nama Anda Yaya?"
Alhasil, meja makan berubah menjadi medan perang antara Aditya dan Galih yang saling menyerang dengan kata-kata sindiran mereka.
Kania yang pusing dengan tingkah kekanak-kanakan kedua pria itu pun meletakkan sendoknya dengan kencang sehingga membuat semua orang terkejut.
...BRAAK!...
Aditya dan Galih langsung bungkam. Melihat ekspresi Kania yang seperti hampir meledak, kedua pria itu pun sama-sama meringis apalagi saat tatapan tajam Kania mengarah kepada mereka.
__ADS_1
"Makan!"
Mendengar titah dari permasuri hati mereka, Aditya dan Galih pun mengangguk dan hanya membuka mulut mereka untuk memasukkan makanan tapi bukan berarti perang mereka berakhir.
Meskipun mulut tak bersuara tapi dari sorot mata keduanya yang saling melirik tajam jelas terlihat kalau saat ini mereka tengah perang batin.
Kania menghela napas panjang, dia merasa makan malam hari ini begitu melelahkan.
Melihat mereka, aku jadi kangen Kevin dan Keanu, kedua adik tampanku itu lagi apa ya?
Hendra yang tahu betul sifat Permata langsung mengisyaratkan agar istrinya itu tetap diam, tidak ikut campur urusan anak mereka. Alhasil mereka pun hanya jadi penonton yang baik.
Tapi meskipun hanya menyaksikannya, Hendra paham kalau penyebab ketegangan ini karena putrinya sendiri.
Aku tidak menyangka kalau putri kecilku sudah dewasa dan jadi rebutan pria-pria hebat seperti mereka.
...****************...
Pasti pada komen ceritanya terlalu pendek, emang iya sih karena cuma 500 kata 😁
Tenang, tenang, aku percaya kesabaran kalian tidak sependek Aditya.
Jujur aja, selain kesibukan di dunia nyata, aku termasuk orang yang moody, mengerjakan sesuatu tergantung mood.
__ADS_1
Aku juga tahu koq lama-lama pasti males baca cerita yang lama update karena feel nya pasti hilang karena aku juga begitu makanya aku SALUT dan MAKASI banget sama kalian yang masih setia ikutin cerita ini ❤️❤️❤️
Jaga kesehatan, berpikiran positif dan selalu bahagia! Love you guys!! 😘