Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Pindah Rumah


__ADS_3

Setelah menikah, Hendra memutuskan untuk menyewakan rumahnya dan pindah ke rumah Permata, tentu saja Kania juga ikut dengan Hendra tinggal di rumah itu.


Memang harusnya istri yang tinggal di rumah suaminya tapi Hendra tidak mau Permata merasa tidak nyaman tinggal di rumahnya yang sederhana apalagi Hendra tahu latar belakang Permata yang memang dari keluarga kaya.


Sebenarnya tanpa sepengetahuan Kania dan Permata, Aditya memberikan saran kepada Hendra dan berhasil menyakinkan Ayah tirinya itu untuk pindah.


Dan akhirnya rencana Aditya untuk bisa tinggal bersama Kania jadi kenyataan.


Hari ini Aditya sangat excited, dia sampai bangun pagi padahal biasanya harus dengar omelan Permata dulu baru dia bangun.


Bahkan Permata sempat kaget saat melihat Aditya sudah duduk manis menyantap sarapan di meja makan.


"Ma-Mami engga salah lihat, kan?" Permata sampai mengedipkan matanya berkali-kali.


"Biasa aja Mi," ucap Aditya sambil memutar bola matanya keatas.


"Mami lagi gak mimpi, kan?"


Permata pun mencubit pipi Aditya untuk memastikan.


"Aww! Sakit Mi!" pekik Aditya kesakitan.


"Berarti bukan mimpi."


"Kenapa pipi aku yang dicubit? Cubit aja pipi Mami sendiri," protes Aditya sambil memanyunkan bibirnya.


"Emangnya Kania aja yang boleh cubit pipi kamu?" Permata kembali mencubit pipi Aditya gemas.


"Sa-Sakit Mi, udah lepasin pipi aku~" rengek Aditya kesal.


Aditya pun mengusap-usap pipinya yang dicubit oleh Permata. Bibir Aditya juga makin maju karena tingkah usil maminya itu.


"Beda Mi, kalau Kak Kania cubitnya pakai cinta tapi kalau Mami emang mau nyiksa aku," cibir Aditya.


"Emang apa bedanya, cubit ya cubit."


"Bedanya Kak Kania engga pernah cubit pipi aku sampai merah kaya gini," balas Aditya sewot.


"Coba Mami lihat," ucap Permata sambil melihat pipi Aditya.


"Engga merah, kamu aja yang sentimen sama Mami." Permata malah menampar pelan pipi Aditya.


"Tuh kan, lihat aja nanti aku bakal kasi tahu Kak Kania kalau Mami udah pukul aku."


"Mau ngadu nih? Silahkan aja, paling nanti Kania lebih bela Mami daripada kamu."


"Engga, Kak Kania pasti lebih belain aku!" balas Aditya engga mau kalah.


"Ok, lihat aja nanti," ucap Permata sambil tersenyum meledek Aditya.


Setelah berdebat "gak penting" dengan Aditya, Permata pun menyantap sarapannya.


"Mi, kenapa mereka belum datang?"


"Ini masih pagi Aditya, mereka pasti sedang sarapan juga sekarang, mungkin setelah sarapan mereka baru berangkat ke sini."


"Tapi semalam Kak Kania bilang mau datang pagi Mi."


Aditya pun beranjak dari kursinya.


"Loh kamu mau kemana? Habiskan dulu sarapanmu."

__ADS_1


"Aku mau telepon Kak Kania."


"Gimana sih?! Katanya semalam mau datang pagi, udah aku bela-belain bangun pagi tapi sampai sekarang belum datang juga," gumam Aditya sewot.


Permata cuma bisa terkekeh melihat Aditya yang ngedumel sendiri dan berjalan meninggalkan meja makan.


Saat sampai di ruang tengah, Aditya mengeluarkan handphone nya dari dalam saku hoodie yang dipakainya dan langsung menghubungi kontak Kania.


Panggilan pertama Kania tidak menjawab, begitu juga dengan panggilan kedua sampai membuat Aditya sewot lalu Aditya kembali menghubungi Kania dan akhirnya panggilan Aditya pun dijawab oleh Kania.


...----------------...


...[Via Telepon]...


Aditya: Kamu kemana aja sih?!


Aditya: Kenapa baru angkat teleponnya?!


^^^Kania: Maaf, tadi aku lagi sarapan^^^


^^^Kania: Dan handphone nya aku tinggal di kamar jadi aku engga tahu kalau kamu telepon^^^


Aditya: Kamu kebiasaan banget!


Aditya: Udah aku bilang jangan suka ninggalin handphone!


(Kania sampai harus menjauhkan handphone nya dari telinga saat Aditya mengomel dengan suara kencang)


^^^Kania: Iya maaf^^^


^^^Kania: Aku lupa bawa handphone karena buru-buru mau sarapan^^^


^^^Kania: Soalnya aku kan udah janji mau datang pagi-pagi ke rumah kamu^^^


Aditya: Terus kenapa kamu belum datang?


Aditya: Aku udah nungguin kamu dari tadi Baby~


^^^Kania: Iya ini mau berangkat^^^


^^^Kania: Udah dulu ya teleponnya^^^


Aditya: Ok


Aditya: Hati-Hati ya Baby~


Aditya: I love youu~


^^^Kania: Love you too~^^^


...----------------...


Wajah cemberut Aditya pun berubah ceria setelah mendengar pujaan hatinya akan segera datang.


"Sebentar lagi Baby ku dataaaang~" ucap Aditya sumringah.


"O iya kamar Baby ku udah dirapiin Bibi belum ya? Kemarin sih aku udah minta Bibi buat rapiin kamarnya, hmm... mending aku cek dulu deh kamarnya."


"Aku engga mau Baby ku nanti gak betah tinggal disini."


Aditya pun beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju kamar Kania yang berada di lantai atas tepat berhadapan dengan kamarnya.

__ADS_1


...****************...


"Engga ada yang ketinggalan, kan?" tanya Hendra memastikan.


"Engga ada Yah, koper Ayah dan Kakak udah masuk bagasi terus kardus-kardus juga sudah di dalam mobil."


"Ya udah kamu masuk mobil aja duluan, Ayah mau kunci pintu."


"Ok!"


Kania pun bergegas menuju mobil lalu masuk ke dalam mobil itu. Dia duduk di kursi penumpang yang ada di depan karena kursi belakang sudah penuh dengan kardus-kardus yang berisi buku dan pernak pernik miliknya.


Setelah yakin pintu rumah sudah terkunci, Hendra segera beranjak dari tempatnya dan berjalan memutari kap depan mobil lalu dia pun membuka pintu mobilnya dan duduk di kursi pengemudi.


"Pasang seat belt nya Kak," ucap Hendra mengingatkan.


"O iya Kakak lupa hehe." Kania pun memasang seat belt nya sambil cengegesan.


"Coba cek sekali lagi sebelum pergi, tadi selang gas udah Ayah lepas dari kompor, kan?"


"Udah Yah."


"Terus listrik juga udah dimatiin, kan?"


"Udah Yah, semua jendela juga udah aku tutup."


"Ok berarti kita bisa pergi sekarang."


Hendra memang bilang akan pergi tapi kakinya belum juga menginjak pedal gas.


"Ada apa Yah? Mobilnya mogok lagi?"


"Ternyata berat juga ninggalin rumah ini, dulu Ayah beli rumah ini dengan uang yang Ayah kumpulkan dari gaji Ayah sebelum menikah dengan Mama kamu."


Pandangan Hendra menerawang, dia teringat kembali semua yang pernah terjadi di rumah itu.


Kania pun teringat juga kenangannya bersama kedua orang tuanya sebelum kedua orang tuanya itu akhirnya bercerai.


"Ayah, kita engga harus pindah hari ini, kan? Aku keluarin lagi ya kopernya."


Kania sudah akan membuka pintu mobil.


"Tunggu Kak," cegah Hendra.


"Kalau kita tidak jadi pindah hari ini Tante Permata dan Aditya pasti kecewa, bukannya kamu juga sudah janji sama Aditya mau datang hari ini, kan?" goda Hendra


"Ayah tahu darimana?"


"Makanya kalau lagi teleponan sama pacar, pintu kamar di tutup," ucap Hendra lalu terkekeh.


Kania pun dibuat jadi salah tingkah mendengar pernyataan Hendra.


Be-Berarti Ayah dengar semua yang aku bicarakan dengan Aditya! Ya ampuuun aku malu sekaliiiii~


...****************...


Cerita Aditya dan Kania pun baru dimulai 😁


Apa hubungan mereka akan lebih dekat setelah tinggal di rumah yang sama atau malah membuat hubungan mereka renggang? 🤔


Yuk ikutin terus kelanjutannya~ 😉

__ADS_1


Makasi like dan dukungan kalian ❤️❤️❤️❤️❤️


Ketemu lagi di bab selanjutnyaaa~ 😘


__ADS_2