Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Sama-Sama Posesif


__ADS_3

Karena masih demam dan kondisi fisiknya yang lemah membuat Aditya sempoyongan bahkan nyaris terjatuh kalau saja Kania tidak sigap menangkapnya.


Kania lalu membawa Aditya kembali ke tempat tidur.


"Makanya jangan pecicilan dulu kalau masih sakit."


"Babyyy hapus fotonyaaaa~" rengek Aditya.


"Iya iya nanti aku hapus."


"Jangan nanti, sekarang!" Aditya melipat kedua tangannya di dada dengan wajah cemberut.


"Gak sabaran banget sih," cibir Kania.


Kania pun membuka galeri handphone nya lalu menghapus foto Aditya yang sedang memonyongkan bibirnya.


Padahal lucu, sayang sekali harus dihapus.


"Sudah aku hapus."


"Sini handphone kamu, aku mau cek."


"Ya udah cek aja." Kania memberikan handphone nya ke Aditya.


Hal pertama yang Aditya lihat adalah wajah aktor Korea favorit Kania yang sengaja dijadikan wallpaper.


"Kenapa wallpaper handphone kamu cowok lain?! Harusnya foto ku yang di jadikan wallpaper! Aku pacar kamu bukan cowok ini!" protes Aditya.


Aditya pun segera mengganti wallpaper handphone Kania dengan foto mereka berdua.


"Yaaah~ diganti...," gumam Kania.


Kania langsung membuka matanya lebar saat melihat Aditya menghapus semua gambar aktor Korea favoritnya yang dia kumpulkan.


"E-Eh tunggu dulu! Kenapa kamu hapus semua gambarnya?!"


Aditya segera menghindar saat Kania akan merebut handphone nya.


"Gak boleh ada gambar cowok lain di handphone kamu kecuali aku."


"Itu kan cuma gambar! Dasar posesif!" Kania melipat kedua tangannya di dada lalu memalingkan wajahnya yang bete.


"Kalau gitu aku juga mau cek handphone kamu." Kania langsung mengambil handphone Aditya yang tergeletak di atas nakas.


Saat Kania menghidupkan layar handphone, dia melihat fotonya yang sedang tersenyum.


Cantik sekali... Kapan dia mengambil fotonya?


"Lihat, wallpaper handphone ku pakai foto kamu tapi kamu malah pakai foto cowok lain."


"Aku belum cek galeri, aku yakin pasti ada foto cewek selain aku."


"Cek aja, emang cuma ada foto kamu dan Mami koq," ucap Aditya percaya diri.


Lalu Kania pun membuka galeri handphone Aditya dan melihat semua foto yang tersimpan di galeri itu.


Iya, cuma ada foto ku dan Mami... Eh tunggu, foto ini...


Kania menemukan satu foto anak kecil laki-laki dan perempuan sedang berpegangan tangan.


"Ini foto siapa?" Kania menunjukkan foto itu ke Aditya.


"Foto ku, masa kamu engga kenalin mukanya? Kan mirip aku."


"Bukan yang cowok tapi yang cewek, sepertinya kalian dekat ya."


"Iya, dulu kami emang dekat, dia teman ku di TK namanya Mutiara, aku biasanya panggil dia Ara."


"Cuma teman? Masa?" sindir Kania.


"Jangan-jangan anak perempuan ini... Cinta pertama kamu, bener kan?" Kania menatap tajam Aditya.


Iya, dia cinta pertama gue tapi kalau gue bilang kaya gitu Kak Kania pasti ngambek.


"Bukan, bukan dia," sangkal Aditya sambil tersenyum canggung.


"Kalau gitu gak apa-apa dong fotonya aku hapus."


"Hapus aja."


Kania pun langsung menghapus foto itu dari galeri.


"Padahal dia cuma anak kecil tapi kamu juga cemburu sama dia, dasar posesif."


"Kamu lebih posesif, masa kamu cemburu sama gambar aktor Korea, padahal itu kan cuma gambar, dia aja gak kenal sama aku tapi kalau anak kecil teman kamu itu, kamu kenal terus deket lagi sama dia," sindir Kania.


"Jangan-jangan kamu malah masih komunikasi sama dia, ayo ngaku!" Kania kembali menatap tajam Aditya.


"Engga pernah, jangan kan komunikasi nomornya aja aku gak punya."


"Aku engga pernah ketemu lagi sama dia setelah lulus dari TK," lanjut Aditya.


"Tapi kamu pasti punya sosmednya, kan?"

__ADS_1


"Engga ada, cek aja kalau gak percaya."


Kania membuka sosmed Aditya lalu mengecek satu-satu akun yang diikuti Aditya.


"Gak ada, kan?"


"Iya gak ada, ya udah nih handphone kamu aku balikin, sekarang kembalikan handphone ku," ucap Kania ketus.


"Nih, tapi jangan simpan gambar aktor Korea itu lagi," balas Aditya gak kalah ketus.


Mereka pun saling mengambil handphone masing-masing.


...Tok Tok Tok...


"Pasti Bibi." Kania beranjak pergi menuju pintu lalu membukanya.


"Non, Bibi bawa makanan untuk Non Kania dan Den Aditya."


Bibi membawa nampan berbentuk persegi panjang yang diatasnya sudah ada sepiring nasi beserta lauk juga semangkuk bubur dan dua gelas jus jeruk.


"Iya Bi, makasi ya." Kania mempersilahkan Bibi masuk ke dalam kamar.


"Bibi taruh disini ya Non."


"Iya Bi."


Bibi meletakkan piring dan mangkuk juga gelas berisi jus ke atas meja lalu pergi meninggalkan kamar itu setelah membersihkan bubur yang berserakan di lantai.


Kania membantu Aditya berjalan ke sofa dan dengan perlahan mendudukkannya.


"Makan dulu, nanti abis makan kamu minum obat lagi."


Karena sudah lapar, Kania langsung saja menyantap makan siangnya.


Koq dia gak peka banget sih?! Pacarnya lagi sakit, suapin kek malah makan sendirian.


Gerutu Aditya dalam hati.


"Kenapa gak dimakan buburnya? Cepat makan nanti keburu dingin."


"Aku makan sendiri nih?" singgung Aditya.


"Iya lah, kamu kan udah gede, emangnya kamu bayi masih disuapin."


Sebenarnya Kania ngerti maksud Aditya tapi dia ingin menggoda pacarnya yang manja itu.


"Ck, iya aku makan sendiri!"


Hahaha dasar manja, gitu aja ngambek.


"Kenapa diam aja? Ayo cepat dimakan buburnya."


"Aku bisa makan sendiri, aku bukan anak kecil," sindir Aditya.


Kania pun terkekeh mendengarnya.


"Iya maaf, udah ya jangan ngambek lagi, ayo makan buburnya, aku suapin," bujuk Kania.


Sejenak Aditya cuma diam lalu akhirnya dia membuka mulutnya dan memakan bubur yang diberikan Kania.


"Tapi kamu jadi engga bisa makan, sini aku makan sendiri saja buburnya."


"Engga apa-apa, aku bisa makan sambil menyuapin kamu."


"Makasi Babyyy~"


"O iya tadi Mami cerita katanya waktu kecil kamu demam karena pengen mobil-mobilan."


"Ah, iya aku ingat, aku emang pengen banget mobil-mobilan itu tapi stoknya abis terus aku langsung demam dan yang aneh aku sembuh pas aku dapet mobil-mobilan itu."


"Nah, sekarang kamu pengen apa sampai demam kaya gini?"


"Hah? Maksudnya aku demam karena pengen sesuatu?"


"Mungkin aja, kan?"


"Tapi aku gak pengen apa-apa."


"Coba kamu inget-inget dulu," desak Kania.


"Hm...." Aditya tampak berpikir sejenak.


"Udah inget?"


Aditya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku engga tahu, mungkin aku cuma sakit demam biasa bukan karena pengen sesuatu."


"Kak, aaaaaa~" Aditya membuka mulutnya seperti anak burung yang minta diberikan makanan.


"O iya aku sampai lupa!"


Kania segera menyendok bubur lalu memasukkannya ke dalam mulut Aditya.

__ADS_1


"Semoga saja kamu demam beneran karena sakit jadi kamu bisa sembuh setelah minum obat dan istirahat."


"Kak Kania tahu gak, ini bubur paling enak yang pernah aku makan."


"Berarti Bibi hebat masak buburnya."


"Bukan, karena aku makan bubur ini disuapin sama orang yang aku cintai."


Kania tersipu malu saat Aditya tersenyum manis kepadanya.


"Ih apaan sih? Gombal." Kania pun dibuat jadi salah tingkah.


"Gemes banget siiih~" Aditya mencubit gemas kedua pipi Kania.


"Ih sakit~ lepasin~" rengek Kania.


Aditya pun terkekeh saat Kania merengek kepadanya.


Setelah makan siang, Kania kembali membantu Aditya berjalan ke tempat tidur.


"Aditya, apa kamu pernah minum obat tablet?"


"Pernah, tapi udah abis dua gelas air tetep aja gak ke telan obatnya."


"Coba sambil makan pisang biar obatnya ikut ke telan juga."


"Udah pernah juga kaya gitu tapi aku malah muntah karena obatnya gak sengaja ke gigit terus berasa pahit banget di dalam mulut."


"Huuh.. Ya udah lah, ini minum obat sirupnya."


Aditya pun meminum obat yang diberikan Kania.


"Nah, sekarang istirahat ya biar cepet sembuh." Kania merapikan selimut yang menutupi badan Aditya.


"Aditya, aku ke kamar sebentar ya."


"Engga boleh, jangan pergi~ pokoknya Baby ku harus temenin aku disini~" rengek Aditya.


"Aku cuma mau ambil buku sebentaaarr aja di kamar, boleh ya?" bujuk Kania.


Buku?


Tiba-tiba Aditya teringat kalau dia ingin sekali mengajak Kania ke perpustakaan papinya.


Tapi masa gue demam cuma karena belum kesampaian ngajak Kak Kania ke perpustakaan Papi.


"Gimana Honeyyy~? Aku boleh ya ambil buku, sebentaaar aja terus aku balik ke sini lagi, aku janji!" Kania mengangkat tangannya yang membentuk huruf V.


"Engga boleh, nanti kamu lebih perhatiin buku kamu daripada perhatiin aku."


Kania menepuk jidatnya, "Astaga, apa maksudmu? Daripada aku bengong aja nungguin kamu tidur mending aku baca buku."


"Kak Kania kan bisa liatin wajah aku pas lagi tidur, aku jamin Kak Kania pasti gak bakalan bosen liatnya," ucap Aditya penuh percaya diri.


"Ya ampun narsis banget sih~" Kania mencubit gemas pipi Aditya.


"Jangan pergi ya Kak~" rengek Aditya sambil memegang tangan Kania yang mencubit pipinya.


"Huuh... Iya aku engga jadi ambil buku, sekarang pejamkan matamu dan tidur lah."


"Kalau aku tidur, Kak Kania tetap harus disini, gak boleh pergi." Aditya memeluk erat tangan Kania di dadanya.


"Emangnya siapa yang dari tadi jagain kamu, hah? Udah cepat tidur, pejamkan matamu sekarang atau aku beneran pergi dari sini," ancam Kania.


"Iya iya aku tidur, jangan pergi." Aditya memanyunkan bibirnya lalu mulai menutup matanya.


Karena efek samping obat, tak berapa lama Aditya pun tertidur.


Mengetahui hal itu, Kania mengambil handphone nya lalu membuka aplikasi novel online yang dia instal.


"Bahkan dia gak mau kalah saing sama buku," gumam Kania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Untung aja aku punya aplikasi novel online, jadi aku masih bisa baca novel sambil nungguin bayi besar ini tidur."


Saat Kania sedang memperhatikan wajah Aditya, dia melihat Aditya tersenyum.


"Kayanya dia lagi mimpi indah? Mimpi apa ya?"


"Jangan-jangan... Awas aja kalau dia mimpiin teman kecilnya itu." Kania pun melirik tajam senyuman di wajah Aditya.


Padahal Aditya sedang bermimpi Kania lebih memuji-mujinya dibandingkan aktor Korea yang disukai wanita itu.


"Honeyy~ kamu ganteng banget~ aku lebih suka sama kamuuu~"


"Aku gak mau lagi lihat muka jelek aktor Korea itu, bagiku Honeyy lebih ganteng bahkan dari semua cowok yang ada di dunia inii~"


"I love you Honeyyy~"


...Cup...


Kania mencium pipi Aditya dan membuat hati Aditya makin berbunga-bunga.


"I love you too Babyyy~"

__ADS_1


Senyuman pun makin merekah dibibir Aditya yang sedang tidur.


...****************...


__ADS_2