Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Pawang Singa


__ADS_3

Sebenarnya Kania ingin mengejar orang yang dia yakini teman dekatnya sewaktu SD bernama Galih tapi seketika dia teringat dengan Aditya. Dia pun beranjak meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat makan.


Tak berapa lama Kania sampai di tempat makan dan saat dia berjalan menuju meja, dia masih melihat perselisihan diantara dua pria yang dia sayangi. Dia juga baru sadar kalau ternyata Mutiara tidak mengikuti Aditya ke tempat itu.


"Aditya, dimana rubah kecil yang tadi nempel sama kamu?" tanya Kania sarkas.


Rubah kecil? Ternyata Kak Kania masih cemburu sama Ara, hmm...


Aditya jadi ingin menggoda Kania.


"Tadi Ara bilang mau ke toilet, sebentar lagi juga dia datang, Kak Kania kan tahu sejak TK Ara emang selalu nempel sama aku."


Wajah Kania langsung cemberut mendengar ucapan Aditya sedangkan kekasihnya itu tertawa dalam hati karena berhasil menggodanya.


"Iya iya gak usah diingetin! Nih obatnya!" ucap Kania sewot lalu memberikan plastik berisi obat ke Aditya.


"Nyebelin," gumam Kania yang masih bisa didengar oleh Aditya.


"Baby cemburu yaa~ gemes banget siih~" Aditya mencubit kedua pipi Kania.


"Aku gak cemburu! Lepasiiin pipi aku!" rengek Kania.


"Masa? Bener nih gak cemburu?" Aditya kembali menggoda kekasihnya itu.


"Engga, kenapa aku cemburu sama rubah kecil itu? Dia kan cuma temen kamu."


Aditya tersenyum lalu menangkup wajah Kania dengan kedua tangannya.


"Kalau kamu engga cemburu kenapa masih memanggil Ara dengan sebutan itu?"


"Ka-Karena dia emang mirip rubah! Kenapa emangnya?! Kamu gak suka temen spesial kamu itu aku sebut rubah kecil!" jawab Kania sewot.


Aditya tertawa kecil, kekasih hatinya itu memang menggemaskan saat sedang cemburu.


"Masa aku temenan sama rubah? Aku bisa digigit."


Aditya lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Kania.


"Aku gak mau digigit rubah, aku maunya digigit kamu," bisik Aditya.


Seketika bulu kuduk Kania merinding karena merasa suara husky Aditya terdengar seksi di telinganya. Bukan cuma pipi bahkan telinganya pun juga ikut memerah.


Astaga! Kenapa gue bisa jadi mesum kaya gini?! Sadar Kania, dia masih dibawah umur!


Kania jadi salah tingkah dan merasa malu karena tidak mengira kalau dia akan membayangkan adegan 18+ bersama Aditya yang masih berumur 17 tahun.


"Wajah kamu kenapa merah? Apa kamu sakit?"


Jantung Kania semakin berdetak kencang saat Aditya menyatukan jidat mereka sehingga membuat wajah Aditya begitu dekat dengan wajahnya.


Kania menelan salivanya saat manik matanya mengarah ke bibir tipis pria yang berstatus sebagai kekasihnya itu.


Ya Tuhan kuatkan diri hamba! Godaan di depan terlalu berat!


Kania lalu memejamkan matanya agar dia tidak melihat godaan yang bisa membuatnya khilaf.

__ADS_1


Sementara Aditya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.


Dia pikir aku ingin menciumnya, ini kesempatan bagus. Adik Ipar akan tahu kalau Kakaknya sudah jadi milikku.


Mata Kevin membulat saat melihat Aditya yang akan mencium Kania.


Ternyata selain kasar, pria itu juga mesum! Aku harus melindungi Kak Kania!


"Ehem!" suara deheman terdengar cukup kencang sehingga membuat Kania langsung membuka matanya.


Kania yang panik karena melihat Aditya akan menciumnya segera mendorong kekasihnya itu.


"Kak, Mommy pasti kecewa kalau tahu yang akan Kakak lakukan tadi."


"Ka-Kamu salah paham Dek! Tadi Aditya cuma mau periksa suhu badan Kakak aja!" ucap Kania gelagapan.


Aditya bukannya membantu Kania mengelak malah merangkul pundak Kania lalu mencium pipi kekasihnya itu. Dia pun melirik dan tersenyum kepada Kevin yang membuat adik iparnya itu semakin geram.


Kania yang sempat terkejut segera menjauhkan Aditya darinya.


"Aditya, kamu kenapa sih?!" tanya Kania salah tingkah.


"Emangnya aku kenapa? Aku kan cium pipi calon istriku sendiri bukan cewek lain," ucap Aditya santai.


Melihat tingkah tengil Aditya membuat Kevin jengkel. Dia pun memutuskan beranjak dari tempat duduknya yang empuk.


"Kak, ikut aku pulang ya, Mommy pasti senang melihat Kak Kania."


"Aditya, aku mau ke rumah Ibu ku dulu, kamu--"


"Aku juga ikut! Aku ingin bertemu dan mengenal calon ibu mertuaku," celetuk Aditya.


Kania sadar ucapan Kevin barusan bisa memancing emosi Aditya jadi dia langsung berinisiatif mengalihkan pembicaraan sebelum Aditya mengamuk di tempat itu.


"Maaf Kevin, Kakak baru ingat kalau Kakak masih harus merevisi skripsi Kakak jadi lain kali saja Kakak main ke rumah."


Lalu Kania beralih ke Aditya. Dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk meredam emosi kekasihnya itu.


"Honey, ayo pulang~"


Kania memeluk lengan Aditya dan bersikap manja.


Cara seperti ini selalu berhasil, lihat saja hanya dalam beberapa detik singa yang sedang ngamuk berubah menjadi kucing yang menggemaskan.


"Iya Baby ayo kita pulang~"


Kania dan Aditya pun beranjak dari kursi mereka.


"Tapi aku ambil handphone ku dulu ya di mobil Kevin," ucap Kania masih dengan mode manjanya.


"Baby kebiasaan banget sih selalu ninggalin handphone di sembarang tempat." Aditya menyentil pelan jidat Kania.


Dua sejoli itu benar-benar gak ada akhlak kalau sudah berdua, mereka tidak canggung menunjukkan kemesraan mereka bahkan tidak peduli dengan tatapan tajam kaum jomblo di sekitar mereka.


Termasuk Kevin yang merasa dirinya seperti remahan roti pizza.

__ADS_1


Kevin pun memutuskan pergi lebih dulu meninggalkan tempat itu.


"Eh Dek tunggu! Koq ditinggal sih!"


Kania mengajak Aditya juga pergi dan mengejar Kevin yang sudah keluar dari tempat makan.


...****************...


Sampai di parkiran mobil, Kania sudah berdiri di samping mobil milik Kevin lalu dia pun membuka pintu mobil itu dan mengambil handphone nya.


"Dek, kamu hati-hati ya, titip salam buat Ibu, Papa sama Keanu."


"Iya nanti aku sampaikan salam dari Kakak tapi Kakak juga harus main ke rumah, emangnya Kakak gak kangen sama Mommy dan Keanu?"


"Kakak kangen tapi belum ada waktu buat kesana, Kakak masih sibuk ngerjain skripsi."


"Belum ada waktu karena skripsi atau ada alasan lain yang membuat Kak Kania gak punya waktu," sindir Kevin sambil melirik tajam Aditya.


Kania merasa percikan api mulai menyala lagi diantara kedua pria itu.


"Nanti Kakak kabarin kamu kalau kesana, kamu hati-hati ya Dek, kalau sudah sampai chat Kakak."


Kania menyeret Aditya untuk pergi tapi mata Aditya tetap menatap tajam kearah Kevin.


Setelah dua orang itu sudah jauh pergi meninggalkan tempat itu, Kevin pun masuk ke dalam mobilnya.


"Kenapa Kak Kania bisa pacaran sama cowok kaya gitu? Padahal sikapnya udah kaya preman pasar yang suka ngancem orang."


"Jangan-jangan tuh cowok main dukun makanya Kak Kania mau sama dia."


Kevin diam sebentar.


"Ya Tuhan lindungi Kak Kania dari orang-orang yang ingin berbuat jahat kepadanya."


Kevin segera menyingkirkan prasangka buruknya yang malah membuatnya tambah khawatir.


Setelah lebih tenang, dia pun menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobilnya pergi dari tempat itu.


...****************...


Di area parkiran motor. Aditya sedang memakaikan helm ke kepala Kania.


"Kamu suka gak helm barunya?" tanya Aditya sambil mengaitkan tali pengaman helm di bawah dagu Kania.


"Suka banget! Helmnya bagus! Makasi Honey!"


Aditya membeli helm baru untuk Kania. Helm itu berwarna biru, warna kesukaan Kania. Tidak ada motif di helm itu karena Aditya tahu kalau Kania lebih suka helm yang polos.


Setelah selesai memakaikan helm, Aditya pun menaiki motornya lalu Kania juga ikut naik dan duduk di bagian belakang motor.


Tanpa diberitahu, Kania langsung melingkarkan lengannya dipinggang Aditya, memeluk kekasihnya dengan erat.


Aditya pun menyalakan mesin motornya dan melajukan motor itu pergi meninggalkan tempat parkir.


Tapi saat motor Aditya melintas keluar dari area parkiran. Mata Kania tidak sengaja melihat seseorang yang tadi sempat membuat langkahnya berhenti saat di dalam Mall.

__ADS_1


Galih! Wa-Wajahnya mirip Galih! Apa itu dia?!


...****************...


__ADS_2