
Halo semuaaa~
Pasti kalian bingung kenapa judul ceritanya berubah.
Soalnya kalau dibilang terjerat artinya Kania tidak bisa lepas dari cintanya Aditya alias bucin banget sama Aditya tapi nyatanya Kania tidak seperti itu malah kalau udah emosi, dia bisa aja minta putus.
Jadi daripada dibilang terjerat, Kania lebih tepat dibilang terjerumus cintanya Aditya. Karena setelah bertemu Aditya, Kania jadi tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.
Meskipun judulnya berubah tapi cinta aku engga berubah buat kalian EAAAAAA~
Udah ah, mending cuss balik ke ceritanya.
...-...
...-...
...****************...
Tak lama, handphone Galih kembali berdering. Kali ini sekretarisnya yang bernama Dion yang menghubunginya.
Dion mengingatkan Galih tentang rapat penting dengan pemegang saham yang akan diadakan dua puluh menit lagi dan sebagai CEO yang baru Galih diharuskan menghadiri rapat.
Dengan berat hati Galih harus pergi ke kantor dan meninggalkan Kania-nya bersama dengan Aditya yang menurutnya "berbahaya".
Meskipun khawatir tapi Galih juga tidak bisa mengabaikan pekerjaannya. Dia tidak ingin mengecewakan papinya yang sangat berharap dia bisa meneruskan kejayaan perusahaan keluarganya.
Sebelum pergi, Galih sempat memandangi Kania sebentar. Melihat gadis pujaan hatinya itu tersenyum dan bahagia membuat kekhawatiran Galih sedikit berkurang.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu Yaya...."
Galih pun beranjak dari mejanya lalu pergi meninggalkan cafe.
Saat Kania sedang asik mengobrol dengan Ratna dan Leo, Aditya diam-diam melirik ke meja Galih yang ternyata sudah kosong.
Saat Aditya mengalihkan matanya ke pintu cafe, dia melihat Galih ada disana sedang membuka pintu itu dan keluar meninggalkan cafe.
Gak tahan juga dia hahaha. Tapi gue gak boleh lengah, gue yakin dia bakal terus usaha buat ngedeketin Baby gue.
...****************...
Saat Galih tiba di perusahaan, dia segera menuju ruangan meeting karena para pemegang saham sudah berkumpul menunggu kedatangannya.
Semua peserta rapat berdiri ketika pintu terbuka dan Galih masuk ke dalam ruangan itu.
Galih tersenyum tipis dan berjalan menuju kursinya yang berada di ujung meja panjang yang berada di tengah-tengah ruangan.
Sebelum duduk, Galih menyapa semua peserta rapat dan dengan sopan meminta mereka kembali duduk di kursi masing-masing.
Setelah melihat semua yang hadir telah duduk, Galih pun langsung memulai rapat.
...****************...
Terjadi keributan di meja nomor lima.
"Aditya! Kamu ngabisin milkshake aku, kan?! Ayo ngaku!"
"Mana buktinya kalau aku yang ngabisin milkshake kamu?" Aditya tersenyum menggoda Kania yang saat ini tengah menatapnya tajam.
__ADS_1
"Masa milkshake aku yang tadi masih ada setengah tiba-tiba habis! Siapa lagi kalau bukan kamu pelakunya?!" Kania mengacungkan telunjuknya tepat di depan hidung Aditya.
Aditya mengangkat kedua bahunya.
"Kalau kata netizen plus 62 'No pict hoax' sorry Baby, kamu gak bisa nuduh aku kalau gak ada bukti, nanti kamu di-bully netizen plus 62."
Aditya bersikap seolah memang bukan dia yang menghabiskan milkshake Kania PADAHAL emang dia pelakunya.
Aditya bete karena merasa diacuhkan Kania yang lebih asik mengobrol dengan Ratna dan Leo makanya dia sengaja menghabiskan milkshake Kania agar mendapatkan perhatian dari kekasihnya itu dan dia berhasil.
Dari ekspresi Aditya saja, Kania yakin kalau memang Aditya yang menghabiskan milkshake nya tapi pria kecilnya itu tetap tidak mau mengaku juga.
"Pesan lagi aja Ni," usul Leo.
"Iya Ni, kaya anak kecil aja lu, masa ngambek cuma gara-gara milkshake, pesen aja lagi," timpal Ratna.
"Gue cuma gak suka caranya yang ngabisin milkshake gue tanpa ngomong dulu sama gue, kalau dia ngomong juga bakal gue kasi, udah gitu gak mau ngaku lagi," ucap Kania ketus.
"Kamu masih gak mau ngaku juga?!" Tatapan tajam Kania kembali mengarah ke Aditya.
"Iya iya aku ngaku." Aditya menundukan kepalanya.
"Kenapa tadi bilangnya engga?! Pake ngeles sana sini sampe bawa-bawa netizen plus 62 segala! Ternyata emang kamu pelakunya!"
"Kalau aku gak melakukan itu kamu gak akan mau ngomong sama aku, boro-boro ngomong liat aku aja engga...," ucap Aditya lirih.
Sejenak Kania terdiam, dia baru sadar kalau sejak tadi dia memang terlalu asik bercengkrama dengan kedua sahabatnya sehingga melupakan Aditya.
Kania yang tadinya geram jadi merasa tidak enak dan bersalah kepada Aditya.
Jadi dia sengaja bikin gue marah cuma buat cari perhatian gue....
Dalam hati Aditya tersenyum mendengar ucapan Kania karena rencananya untuk mendapatkan perhatian Kania berhasil tapi dia jadi serakah dan ingin perhatian yang lebih dari wanitanya itu.
"Kalau tahu begini harusnya aku gak maksa ikut tapi aku juga khawatir sama kamu kalau pergi sendiri... Huuh...." wajah Aditya semakin menunduk.
Ratna dan Leo lebih memilih menyeruput minuman mereka sambil menyaksikan drama dua sejoli yang berbeda usia itu.
Melihat ekspresi sedih Aditya membuat hati Kania meringis. Dia kembali merasakan perasaan bersalah yang sama ketika dia tidak sengaja menolak pernyataan cinta dari Galih sewaktu mereka masih duduk di sekolah dasar.
Saat itu terdengar alunan lagu yang dinyanyikan vokalis dari live band. Seketika Kania mendapatkan ide yang seharusnya tidak akan pernah terlintas di kepalanya karena ide itu berlawanan dengan kepribadiannya tapi demi Aditya, dia rela merealisasikan idenya itu.
Aditya sedikit terperanjat saat Kania tiba-tiba beranjak dari kursi.
"Baby, mau kemana?"
Aditya terlambat menahan Kania yang sudah pergi mendekati live band yang ada di atas panggung kecil di tengah-tengah area cafe.
Hati Aditya tidak tenang saat melihat Kania membisikan sesuatu ke telinga salah seorang personel pria dari live band itu. Dia cemburu.
Aditya sudah akan beranjak dari kursinya tapi kemudian dia berhenti karena mendengar nama lengkapnya disebut.
"Putra Aditya Nugraha, lagu ini spesial aku nyanyikan untukmu," ucap Kania menggunakan mic sehingga menarik perhatian semua pengunjung cafe.
Ratna dan Leo yang juga mendengar ucapan Kania melongo tak percaya karena setahu mereka sahabatnya itu bukan orang yang suka menjadi pusat perhatian.
"Leo, gimana nih?! Kayanya Kania beneran kesambet deh!" Ratna menarik-narik lengan baju Leo sampai membuat kerah baju pria itu melorot.
__ADS_1
"Santai aja Na! Baju gue bisa sobek kalau lu tarik-tarik kaya gini!" protes Leo.
Saat semua mata tertuju kepadanya, mata Kania hanya tertuju ke seseorang yang juga tengah menatapnya.
Live band mulai memainkan intro dari lagu yang di-request Kania.
Sebelum menyanyikan bait pertama, Kania mengatakan sesuatu yang membuat hati Aditya ambyar.
..."I love you Putra Aditya Nugraha."...
..."You're my best part."...
Lalu Kania pun mulai bernyanyi.
...You don't know, babe...
...When you hold me...
...And kiss me slowly...
...It's the sweetest thing...
...And it don't change...
...If I had it my way...
...You would know that you are...
...You're the coffee that I need in the morning...
...You're my sunshine in the rain when it's pouring...
...Won't you give yourself to me...
...Give it all, oh...
...I just wanna see...
...I just wanna see how beautiful you are...
...You know that I see it...
...I know you're a star...
...Where you go I follow...
...No matter how far...
...If life is a movie...
...Oh you're the best part, oh oh oh...
...You're the best part, oh oh oh...
...Best part...
Setiap bait yang dinyanyikan Kania membuat Aditya menjadi semakin mencintai kekasihnya itu.
__ADS_1
Kamu juga best part di hidup aku... I love you Kania Pertiwi....
...****************...