Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Dibalik Ketenangan Galih


__ADS_3

Tadinya Aditya masih tidak membiarkan Kania kembali ke ruang tamu dan berniat mengusir Galih dari rumahnya.


Tapi kemudian Kania menolak dan berusaha memberikan pengertian kepada Aditya.


"Kalau tidak sekarang maka aku akan terus berhutang maaf kepadanya, lagipula aku juga harus menegaskan bahwa aku tidak pernah menyukainya lebih dari teman."


Setelah memikirkan kembali ucapan Kania akhirnya dengan berat hati Aditya menyetujui wanitanya itu kembali ke ruang tamu tapi dengan syarat.


Dan syaratnya membuat ekspresi tenang Galih sedikit terusik. Bagaimana tidak terusik? Gadis pujaan hatinya duduk dipangkuan seorang pria di depan matanya.


Sampai kapan pria brengsek itu bisa terus bersikap tenang.


Aditya tersenyum sinis saat menyadari adanya perubahan dari raut wajah Galih. Dia memang sengaja ingin memancing emosi pria itu.


"Apa harus seperti ini?" bisik Kania.


Kedua pipi Kania memerah, dia sangat malu duduk dipangkuan Aditya di depan kenalannya.


"Bukannya ada yang ingin kamu sampaikan kepada Tuan Galih?"


"Iya tapi... Tidak sopan seperti ini di depan tamu jadi lebih baik aku duduk di sebelahmu saja."


Saat Kania akan beranjak dari pangkuannya, Aditya langsung menahan wanitanya itu.


"Kamu yang bicara atau aku?"


Mendapat tatapan tajam dari Aditya membuat Kania pasrah. Dia pun harus menebalkan mukanya di depan Galih.


"Galih, aku minta maaf... Saat itu aku benar-benar tidak bermaksud menyakiti hatimu, bukan karena aku belum menyadari perasaanku tapi karena aku memang tidak memiliki perasaan yang sama denganmu. Aku menyukaimu hanya sebatas teman, tidak lebih."


"Sudah jelas sekarang, Anda TIDAK LEBIH DARI SEORANG TEMAN dan sebagai seorang teman Anda HARUS TAHU BATASANNYA Tuan Galih," ucap Aditya sambil memandang Galih dengan tatapan dingin.


Tak disangka, meskipun sempat terusik tapi ternyata Galih masih bisa bersikap tenang.


"Aku mengerti."


Galih beranjak dari sofa lalu merapikan vest nya.


"Yaya, aku pamit, kalau terjadi sesuatu denganmu cepat hubungi aku, aku pasti datang."


"Kalau pun terjadi sesuatu dengannya orang pertama yang dia hubungi adalah AKU! Benar, kan Baby~?"

__ADS_1


Aditya memeluk Kania dari belakang dan sengaja bersikap manja. Dia ingin memprovokasi Galih tapi Galih malah memasang ekspresi datar seolah tidak terganggu dengan yang dilakukan Aditya.


Dia sama sekali tidak bereaksi? Apa benar dia menyukai Kak Kania? Harusnya dia marah lihat gue peluk Kak Kania tapi dia malah tenang-tenang aja, hmm... Gue merasa ada sesuatu dibalik ketenangannya.


Aditya memicingkan matanya dan dengan teliti memperhatikan wajah Galih seolah dirinya pakar mikro ekspresi.


"Iya benar, kamu tidak perlu khawatir Galih, Aditya tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepadaku, selama ini dia menjagaku dengan sangat baik."


"Baiklah aku pamit, sampai bertemu lagi Yaya."


Galih tersenyum tipis lalu beranjak meninggalkan ruang tamu.


Kania tidak bisa mengantarkan Galih ke pintu depan karena Aditya tidak melepaskan pelukannya.


Tak lama terdengar dering panggilan masuk dari handphone Kania.


"Aditya, lepaskan aku, ada telepon." Kania meronta minta dilepaskan.


"Terus kenapa? Biarin aja," jawab Aditya cuek dan semakin erat memeluk Kania.


"Iiih lepasin akuu! Bisa aja itu telepon penting!" Kania kembali meronta tapi sepertinya usaha dia sia-sia saja karena tenaga Aditya jelas lebih kuat darinya.


Tiba-tiba Permata datang dan langsung menjewer telinga Aditya.


"Kamu gak dengar Kania minta dilepasin," ucap Permata.


"Sakit Mi! Lepasin! Aaah!"


"Lepasin dulu Kania baru Mami lepasin kuping kamu."


Permata melepas jewerannya begitu Aditya tidak memeluk Kania lagi.


Aditya langsung mengusap-usap telinganya yang memerah dan terasa panas.


"Babyy~ Sakiitt~" rengek Aditya manja.


"Mami jahat, lihat, kupingku pasti merah." Aditya mengadu kepada Kania seperti anak kecil.


Kania bukannya merespon dan memberikan Aditya perhatian, dia malah lebih memilih menjawab telepon yang ternyata dari Ratna.


Saat Ratna menanyakan keberadaan Kania dan alasannya belum juga sampai di tempat janjian mereka, Kania tampak terkejut karena dia baru ingat dengan rencananya yang mau pergi bertemu Ratna dan Leo.

__ADS_1


Kania pun mengatakan kepada Ratna kalau dia akan sampai sebentar lagi padahal dirinya masih berada di rumah.


"Mami, aku sama Aditya pergi dulu ya."


Kania mencium punggung tangan Permata dan dengan tergesa-gesa menarik Aditya pergi.


"Hati-hati ya!" teriak Permata.


...****************...


Mobil Galih memang sudah pergi meninggalkan rumah Aditya tapi dia sengaja memarkirkan mobilnya tidak jauh dari rumah itu.


"F*ck! F*ck! F*ck!" umpat Galih.


Amarah yang tadi dia tahan sekarang meledak, dia pun melampiaskan kekesalannya dengan memukul-mukul stir mobil bahkan tidak cukup sampai disitu, dia juga meninju kaca jendela mobilnya sampai retak.


"Kania itu MILIKKU! Berani sekali dia menyentuhnya seperti itu! Bahkan dia meminta Kania duduk dipangkuannya! Benar-benar tidak bermoral! Tidak sepantasnya Kaniaku diperlakukan serendah itu! Pria BRENGSEK!"


Galih mencengkram dengan kencang stir mobilnya seolah dia sedang mencekik leher Aditya.


"Aku yakin Kania ku pasti sudah diancam oleh pria bejat itu."


"Jangan takut Yaya, aku akan segera menyelamatkanmu dan kita bisa bersama."


Tak lama Galih melihat sebuah motor keluar dari gerbang rumah Aditya.


Meskipun dia hanya melihat punggung wanita yang duduk di jok belakang motor itu tapi dia yakin kalau wanita itu adalah Kanianya.


Lalu Galih pun langsung menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya mengikuti motor yang membawa Kanianya pergi.


"Yaya... Setelah aku menyelamatkanmu, aku akan membawamu pergi ke suatu tempat dan aku jamin kamu pasti akan menyukai tempat itu."


"Dan disana kita akan menjadi keluarga kecil bahagia bersama dengan anak-anak kita seperti yang kamu mimpikan."


...****************...


Makasi semuanyaaaaa!! Aku senang banget soalnya sekarang aku udah jadi author silver! Untuk kedepannya semoga aku bisa update setiap hari 😁


Dan maaf ya kalau selama ini updatenya lama soalnya harus bagi waktu juga sama kesibukan disini 😅


Kalau ada yang bilang bahagia itu sederhana. Yup! Emang sederhana, cukup lihat banyak notif yang like dan komen, aku udah SANGAT BAHAGIA 😍

__ADS_1


Bahkan yang tadinya aku udah nyerah buat lanjutin cerita ini tapi kembali SEMANGAT karena ternyata karyaku juga banyak yang minat meskipun jalan ceritanya gak segereget novel yang lain hehe


Pokoke I LOP YU PUL GUYS!!


__ADS_2