Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Penyebab "Penyakit" Kania


__ADS_3

Leo yang belum tahu apa yang terjadi kebingungan melihat Kania dan Ratna yang tampak tak ceria seperti biasa.


"Kalian kenapa? Mikirin skripsi?" tanya Leo sambil menyeruput minumannya.


"Huuuuuuhhhh~" Kania dan Ratna hanya menghela napas panjang.


"Ya elah sama kali, gue juga bingung mau ambil tema apa buat skripsi tapi gue engga gitu-gitu amat kaya kalian."


"Bukan itu masalahnya," celetuk Kania.


"Jadi bukan gara-gara skripsi?" tanya Leo memastikan.


Kania dan Ratna menggeleng-gelengkan kepala mereka.


"Terus kenapa kalian kaya gini? Ada masalah apa?"


Baru juga Kania ingin membuka mulutnya, tiba-tiba Andre datang dan duduk di samping Kania dengan wajah kesal.


"Ini kamu, kan?!" tanya Andre sewot sambil menunjukkan bagian video yang sudah dia pause di handphonenya kepada Kania.


Kania menghela napas.


Dia juga pasti kepo soal video itu, padahal mulut gue baru istirahat...


"Kenapa diam aja?! Jawab!" bentak Andre.


"Woi! Berani banget lu bentak-bentak teman gue!" ucap Leo emosi.


"Tahu nih! Maksud lu apa?!" sambung Ratna yang juga emosi.


Andre tidak menghiraukan Leo maupun Ratna. Matanya tetap menatap tajam Kania.


"Benar itu gue , terus kenapa?"


"Siapa cowok yang ada di video ini?!"


"Dia--" Sebelum Kania menjawab, Ratna lebih dulu membuka mulutnya.


"Dia pacar Kania, kenapa?" celetuk Ratna.


Pacar?! Kenapa Ratna ngomong kaya gitu?! Aditya kan bukan pacar gue!


Kania melirik tajam kearah Ratna.


"Jadi kamu sengaja melakukan ini untuk memamerkan pacar baru kamu, benar begitu?" ucap Andre sarkastik.


"Bukan, untuk apa gue pamer kaya gitu? Gue aja gak tahu kalau ada yang bikin video saat kejadian itu, lagipula emangnya kenapa kalau gue punya pacar baru?"


"Jadi benar cowok itu pacar baru kamu?"

__ADS_1


"Dia--" Lagi-lagi ucapan Kania dipotong oleh Ratna.


"Iya dia pacar barunya Kania jadi mending lu urus aja pacar lu sendiri, gak usah ngurusin Kania lagi, lu kan udah bukan siapa-siapanya Kania," sindir Ratna.


"Bener tuh, lu udah gak ada hubungannya sama Kania jadi mending lu pergi aja deh," celetuk Leo ketus.


Sial! Kalau begini rencana balas dendam gue bisa berantakan!


Gerutu Andre dalam hati.


"Setidaknya Agnes lebih baik daripada temen lu yang suka mainin perasaan orang," sindir Andre.


Kania cuma diam karena dia merasa ucapan Andre tidak salah. Sudah beberapa cowok yang terluka karena penyakit Kania yang tidak bisa menolak saat ada cowok yang menyatakan perasaan kepadanya.


Benar, secara gak langsung gue udah mainin perasaan mereka...


"Maaf, gue gak bermaksud--" ucapan Kania segera dipotong oleh Andre.


"Maaf? Buat apa minta maaf sekarang? Udah terlambat, aku engga bakal maafin kamu."


Andre pun beranjak bangun dan pergi dari tempat itu.


"Kenapa lu minta maaf?" tanya Ratna sedikit sewot.


"Iya Ni, dia aja yang lebay, lu ngapain sih minta maaf ama orang kaya gitu," sahut Leo.


"Dia bener, secara gak langsung gue udah mainin perasaan dia, harusnya gue nolak dia waktu itu tapi... lagi-lagi gue gak bisa melawan diri gue sendiri dan malah nerima dia...." Kania menundukkan kepalanya.


Kania kembali mengingat kejadian yang menyebabkan dirinya seperti sekarang.


"Udah Ni jangan dipikirin, Andre emang orangnya baperan," Ratna berusaha menghibur Kania yang terlihat murung.


"Sekarang bilang kaya gitu, dulu aja puji-puji Andre mulu, pacar idaman lah, pacar perhatian lah, cih!" celetuk Leo ketus.


Memang selama Andre pacaran dengan Kania, Leo diam-diam cemburu setiap Ratna memuji-muji Andre di depannya.


"Rese banget sih lu! Maksud lu apa nyindir gue kaya gitu?!" ucap Ratna sewot.


"Tadi bilang kalau Andre baperan, padahal sendirinya juga baperan." Leo menjulurkan lidahnya meledek Ratna.


"Gue engga baperan! Lu tuh yang baperan, kadang suka marah gak jelas, udah kaya cewek lagi datang bulan aja, kalau perlu pembalut bilang aja ama gue nanti gue kasi." Ratna juga engga mau kalah meledek Leo.


Seperti biasa dua orang itu pun saling beradu mulut dan tidak ada yang mau mengalah sampai Kania menghentikan mereka tapi kali ini Kania malah diam.


Kania teringat kembali dengan kejadian saat itu, saat dia tidak sengaja menyakiti perasaan seseorang.


.........


10 tahun yang lalu, saat itu Kania masih berusia 12 tahun. Dia dan teman sekelasnya pergi ke daerah puncak untuk merayakan kelulusan mereka dan menginap di vila yang sudah disewa oleh pihak sekolah.

__ADS_1


Meskipun Kania akrab dengan semua teman sekelasnya tapi ada dua orang yang sangat dekat dengannya karena sejak kelas satu sampai kelas enam Kania selalu bersama dua orang itu, Galih dan Nia.


Selama tiga hari dua malam Kania menikmati semua acara perayaan sekaligus perpisahan mereka di vila itu saat malam terakhir sebelum dia kembali ke Jakarta, Galih diam-diam mengajak Kania ke bagian vila yang sepi.


"Galih, kenapa kamu ajak aku kesini? Udah gelap, sepi lagi, serem tahu," ucap Kania sambil melihat kiri-kanan.


"Ni, aku sengaja ajak kamu kesini karena... aku mau ngomong sesuatu sama kamu."


"Kamu mau ngomong apa?"


"Sebenarnya aku... aku suka sama kamu," ucap Galih malu-malu.


Kania tersenyum mendengar pernyataan Galih.


"Aku juga suka berteman denganmu."


"Bukan, bukan itu maksudku," sanggah Galih.


"Aku benar-benar suka sama kamu Ni, kamu mau gak jadi pacar aku?"


"Kita kan teman masa pacaran? Aku engga mau pacaran sama kamu."


Meskipun saat itu Kania sudah beranjak remaja tapi dia belum tertarik dengan lawan jenis, perasaan sukanya terhadap lawan jenis hanya sebatas teman tidak lebih.


Galih kecewa dengan ucapan Kania padahal dia yakin kalau Kania punya perasaan yang sama dengannya tapi ternyata dia salah.


Tanpa disadari air mata Galih menetes, untuk pertama kalinya dia ditolak oleh perempuan yang dia sukai dan itu membuat hatinya terluka.


Saat Kania ingin mendekati Galih, Galih malah mundur beberapa langkah.


"Jangan mendekat! Aku pikir kamu juga suka sama aku! Kamu jahat! Jahaaat!" teriak Galih lalu lari meninggalkan Kania di tempat itu.


.........


Sejak saat itu Kania tidak pernah bertemu atau berkomunikasi lagi dengan Galih karena menurut informasi dari Nia kalau Galih meneruskan sekolah di kota kelahiran orang tuanya di Malang.


Karena kejadian itu, setiap ada yang menyatakan perasaannya kepada Kania, Kania jadi teringat dengan Galih. Dia merasa bersalah karena sudah menyakiti perasaan Galih, orang yang selama enam tahun selalu bersamanya.


Galih... gimana ya kabarnya sekarang? Gue mau minta maaf sama dia tapi... nomornya udah gak bisa dihubungi, Nia juga gak tahu kontaknya yang baru, sosmednya gak aktif, gue bener-bener kehilangan dia...


...****************...


Author: Haaaiiiii~


Makasi like kaliaaannn 😆❤️❤️❤️❤️❤️


Maaf ya 🙏🏻 aku jarang update bukan karena males bikin cerita tapi keadaan yang engga kasi aku kesempatan untuk bikin cerita 😢


Aku juga sedih karena engga bisa update setiap hari kaya author yang lain 😟 tapi setiap lihat ada notif yang like cerita aku, aku merasa lebih baik dan senang karena ternyata ada yang baca cerita aku 😊

__ADS_1


Sekali lagi TERIMA KASIH DUKUNGAN kalian semua ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Ketemu lagi di bab selanjutnya ya 😉


__ADS_2