Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Aidan POV


__ADS_3

Cerita ini diambil dari sudut pandang Aidan.


Untuk visual Kanianya aku sengaja ganti soalnya aku lihat lebih gemes karena pipinya chubby dan cubitable seperti penggambaran tokoh Kania yang pipinya suka dicubit Aditya.


...-...


...-...


...-...


...****************...


Hai Uncle dan Auntie online ku. Namaku Aidan Putra Aditya Nugraha. Kalian bisa memanggilku Aidan. Kata Ayah, Aidan itu artinya pemuda yang bersemangat dan cerdas. Tapi sepertinya hanya kata cerdas yang cocok denganku karena aku tidak suka melakukan sesuatu yang terlalu menguras energi.



Umurku sekarang 5 tahun dan aku sudah bisa membaca juga menulis tapi Bunda ingin aku seperti anak "normal" lainnya jadi Bunda tetap memasukkan aku ke TK. Bunda berharap aku bisa berteman dengan anak seumuranku dan itu sangat merepotkan.


Saat pertama masuk sekolah, aku sudah menjadi pusat perhatian bahkan Bu guru sampai kewalahan melerai anak-anak perempuan yang ingin bermain denganku.


Aku tidak tahu kenapa mereka sangat ingin bermain denganku? Padahal aku adalah anak yang membosankan karena aku lebih suka duduk diam, makan cemilan sambil menyeruput susu coklat kotakku. Bisa dibilang aku bukan anak yang aktif dan lebih tenang dibandingkan anak-anak yang lain.


Tapi di depan Bunda aku harus berpura-pura berteman dengan anak lain karena kalau tidak aku akan mendengar ceramah Bunda sepanjang hari dan aku jadi tidak bisa bermain game di alat ciptaan Ayah.


Oh iya, Uncle dan Auntie pasti sudah tahu siapa Ayah dan Bundaku.


Yup, Ayahku adalah Putra Aditya Nugraha.



Kata Ayah, Ayah adalah Bos dan nama perusahaannya adalah Galaxy. Ayah juga sering memamerkan hasil ciptaannya kepadaku.

__ADS_1


Saat itu Ayah mengajakku pergi ke ruangan tempat Ayah membuat benda-benda ciptaannya.


"Kali ini Ayah jamin kamu pasti akan terpesona melihatnya. Satu, dua, tiga! Taraaaaaaa."


Saat Ayah menarik kain yang menutupi ciptaannya, aku melihat benda berbentuk bola berwarna hitam dan aku yakin itu bukan bola biasa.


"Bola itu bisa apa Yah?" tanyaku penasaran.


Ayah tersenyum lalu memintaku untuk menempelkan telapak tanganku dipermukaan bola hitam itu.


Tiba-tiba bola itu bergetar dan mengeluarkan cahaya biru dari celah bagian yang mulai bergerak membentuk kerangka seekor... Anjing?


Ya, bola hitam itu kini berubah menjadi seekor anjing dengan telinga runcing keatas bahkan dia juga bisa menyalak seperti anjing sungguhan.


Aku selalu takjub dengan hasil ciptaan Ayahku tapi entah kenapa Ayah selalu berpikir aku tidak pernah tertarik dengan hasil ciptaannya bahkan aku ingin seperti Ayah yang bisa membuat benda-benda itu saat aku dewasa nanti.


"Bagaimana putraku? Kamu pasti terpesona, kan?"


Tuh kan coba lihat ekspresi Ayah, padahal aku sudah bilang iya tapi Ayah masih tidak puas, terus aku harus bagaimana? Benar-benar merepotkan, huuh....


Dan sejak saat itu robot anjing ciptaan Ayah selalu bersamaku dan hanya mendengar apa yang aku katakan karena kata Ayah robot anjing itu sudah menyimpan DNA ku saat aku menyentuhnya. Entah apa maksudnya tapi yang pasti robot anjing itu sekarang adalah milikku dan aku memberinya nama Alpha.


Selain Ayah sering memamerkan hasil ciptaannya, Ayah juga selalu mengatakan wajahnya adalah wajah yang paling sempurna dan aku harus bangga karena mewarisi kesempurnaan wajah Ayah.


Aku rasa Ayah benar karena setiap Bunda selesai memakaikanku baju, Bunda selalu mengatakan aku tampan dan mencubit kedua pipiku. Apa sempurna itu sama dengan tampan? Kalau begitu berarti Ayahku adalah Ayah yang paling tampan.


Bicara tentang Bunda, kalian juga pasti sudah kenal dengan Bunda, kan?


Nama Bundaku adalah Kania Pertiwi.


__ADS_1


Selain Ayah, Bunda juga adalah Bunda terbaik di dunia dan yang paling aku sayang.


Kata Bunda, aku mewarisi sifatnya Kakek yang tenang dan Bunda bersyukur karena aku tidak pecicilan seperti Ayah. Tapi Bunda tidak pernah memberitahuku apa itu pecicilan? Yang aku tahu Ayah selalu aktif bergerak saat bersama Bunda sama seperti Alpha saat sedang bersamaku. Apa berarti Alpha juga pecicilan?


Kalau begitu Bunda juga pecicilan karena setiap Ayah tidak ada dan hanya bersamaku, Bunda menjadi aktif bergerak seperti Ayah dan Alpha.


Kata Ayah, tidak ada wanita yang lebih cantik dari Bunda jadi aku dan Ayah harus menjaga Bunda dari siapapun khususnya laki-laki termasuk Kakek. Karena kalau tidak maka Bunda akan diambil oleh mereka.


Contohnya saat Uncle Kevin dan Uncle Keanu datang. Ayah memberiku tugas untuk menjauhkan mereka berdua dari Bunda dan akhirnya Ayah jadi diceramahi Bunda.


Bunda memang wanita paling cantik tapi saat sedang marah, Bunda menjadi yang paling menyeramkan. Tapi semarah apapun Bunda, saat Bunda melihat Ayah menangis, Bunda tidak akan marah lagi. Bunda akan mengusap air mata Ayah dan mencium kening Ayah sama seperti yang Bunda lakukan saat aku sedih.


Aku sangat menyayangi Ayah dan Bunda. Saat aku dewasa nanti aku ingin menjadi seperti Ayah dan menciptakan benda yang bisa membuat Bunda bahagia.


O iya aku juga menyayangi Kakek dan Nenek ku, bahkan aku punya 2 Kakek dan 2 Nenek.


Kata Bunda, aku adalah anak spesial makanya aku punya lebih banyak Kakek dan Nenek dibandingkan anak lain.


Kedua Kakekku itu bernama Kakek Hendra dan Kakek Thomas dan kedua Nenekku bernama Nenek Permata dan Nenek Sandra.


Mereka tidak pernah marah dan selalu memberikan apa yang aku inginkan meskipun terkadang mereka harus mendengar ceramah Bunda kalau Bunda tahu.


Bukan cuma Kakek dan Nenek tapi Uncle Leo dan Auntie Ratna juga selalu diceramahi Bunda setiap mereka menuruti dan memberikan sesuatu yang aku inginkan.


Kata Bunda, Bunda tidak ingin aku menjadi anak yang keras kepala dan manja seperti Ayah karena selalu mendapatkan apa yang aku inginkan.


Meskipun aku tidak mengerti apa maksud Bunda tapi aku tahu Bunda sangat menyayangiku.


Ok, sepertinya cukup cerita tentang keluargaku.


Semoga bisa mengobati kerinduan Uncle dan Auntie online ku. Terima kasih juga sudah membaca cerita Ayah dan Bunda. I love you Uncle, Auntie.

__ADS_1



__ADS_2