
Malam ini Permata dan Hendra merasa tegang dan juga excited karena besok mereka akan kembali menyandang status sebagai suami dan istri untuk kedua kalinya.
Meskipun mereka pernah menikah sebelumnya tapi tidak mengurangi ketegangan mereka menyambut momen sakral pernikahan.
Tapi Permata dan Hendra tidak tahu kalau ada yang lebih excited dengan acara besok.
...----------------...
...[Via Video Call] ...
^^^Kania: Udah hampir jam 12^^^
^^^Kania: Kamu belum ngantuk?^^^
Aditya: Belum, aku engga bisa tidur
Aditya: Aku gak sabar nunggu besok!
Aditya: Soalnya besok kita engga perlu lagi ngumpet dari Mami dan Om Hendra kalau mau mesra-mesraan~
^^^Kania: Tapi setelah aku pikir-pikir, lebih baik kita kaya gini aja terus^^^
(Wajah antusias Aditya langsung berubah serius)
Aditya: Maksud kamu...
Aditya: Kamu engga mau kalau Mami dan Om Hendra tahu hubungan kita
Aditya: Ah, aku tahu, kamu pasti malu kan kalau sampai ada orang yang tahu kamu pacaran sama anak SMA
Aditya: Makanya kamu juga engga mau temen-temen kamu tahu hubungan kita
(Aditya udah ngambek duluan padahal Kania tidak serius dengan ucapannya, dia cuma menjahili Aditya yang terlalu excited)
^^^Kania: Honey~ jangan ngambek~^^^
^^^Kania: Aku cuma--^^^
Aditya: Udah lah, aku ngerti koq
Aditya: Terserah kamu aja deh
Aditya: Selamat malam
(Aditya langsung menyudahi video call itu tanpa mendengar dulu penjelasan Kania)
...----------------...
"Padahal gue engga serius, gue juga mau Ayah dan Tante Permata tahu hubungan gue sama dia soalnya gue gak enak terus bohongin Ayah."
"Kenapa hari ini dia baperan banget ya? Tahu begini mending tadi gue gak ngomong kaya gitu deh, huuuh...," ucap Kania penuh penyesalan.
...****************...
Aditya memeluk gulingnya. Terlihat cairan bening sudah menggenang di bawah matanya yang masih terbuka.
"Gue tahu gue lebih muda dari dia, gue masih harus sekolah satu tahun lagi sedangkan dia udah mau lulus kuliah."
"Setelah lulus kuliah nanti dia pasti bakal cari kerja terus bakal sibuk sama pekerjaannya dan gak ada waktu buat gue kaya Mami...."
"Sejak Mami kerja gantiin posisi Papi, gue selalu sendirian di rumah padahal dulu waktu Papi masih ada setiap gue pulang ke rumah gue selalu lihat Mami di meja makan lagi siapin makanan buat gue."
Cairan bening itu pun akhirnya menetes.
"Kenapa dia lahir lebih dulu dari gue? Kenapa juga gue bisa jatuh cinta sama dia?"
"Padahal dulu gue gak pernah serius sama cewek, gue gak peduli kalau cewek itu putusin gue tapi sekarang gue jadi takut, takut kalau nanti gue diputusin."
Aditya semakin erat memeluk gulingnya. Dadanya terasa sesak sehingga membuat cairan bening terus keluar dan membasahi pipinya.
__ADS_1
Dia mulai memejamkan matanya dan tanpa sadar sudah tertidur.
...****************...
Paginya mata Aditya pun jadi sembab.
"Mata kamu kenapa bengkak? Kamu abis nangis ya?" selidik Permata.
"Engga koq Mi, mungkin aku kurang tidur," jawab Aditya lirih.
"Kurang tidur? Kamu begadang main game?"
Aditya cuma diam.
"Pantesan kamu susah dibangunin, kamu lupa hari ini ada acara penting, Mami kan udah ingetin kamu bangun pagi-pagi."
Tentu aja aku engga lupa Mi, hari ini adalah hari annivesary satu bulan pacaran dengan Kak Kania tapi... Kak Kania inget gak ya?
"O iya, kenapa waktu itu kamu maksa banget Mami buat nikah tanggal 17?"
"Karena aku suka aja sama tanggal 17."
"Ayo Mi kita berangkat sekarang nanti terlambat." Aditya mengalihkan topik pembicaraan supaya Permata tidak bertanya lebih jauh.
Sebenarnya Aditya tidak keberatan memberitahu Permata arti tanggal 17 baginya tapi dia ingat ucapan Kania untuk tetap merahasiakan hubungan mereka.
"Iya kamu benar, ayo kita berangkat."
Permata dan Aditya pun bergegas keluar dari rumah dan dengan diantar supir, mereka pergi menuju gedung tempat acara pernikahan akan dilaksanakan.
...****************...
Saat Permata sampai, dia disambut pihak WO dan langsung membawanya menuju ruangan khusus yang sudah disiapkan untuknya.
Begitu Permata duduk di kursi, bagian make up segera beraksi memoles wajah Permata yang sudah cantik jadi semakin cantik.
Sambil menunggu, Aditya mengecek handphone nya. Dia membuka aplikasi chatnya dan terus melihat satu nama, Kania.
Dia inget gak ya kalau hari ini adalah hari annivesary satu bulan pacaran? Dari kemarin dia kelihatan biasa aja, malah semalam dia minta gue buat tetap merahasiakan hubungan gue sama dia...
Permata tidak sengaja melihat wajah Aditya yang tampak sendu dari pantulan kaca di depannya.
Aditya kenapa ya? Padahal dia yang paling semangat dan meminta ku untuk segera menikah dengan Hendra tapi kenapa dia kelihatan sedih? Apa dia inget sama Papinya?
Tak berapa lama, pintu ruangan itu terbuka.
Aditya pun langsung melihat kearah pintu tapi ternyata orang yang datang bukan orang yang dia tunggu.
Hendra masuk berjalan menghampiri Permata.
"Kamu cantik sekali Sayang."
"Masa? Make upnya belum selesai loh Mas," ucap Permata terkekeh.
"Tanpa make up kamu tetap cantik."
Kata-kata manis dari Hendra sudah membuat kedua pipi Permata merona.
"Om datang sendiri?" tanya Aditya.
"O iya, dimana Kania?" Permata baru sadar kalau Kania tidak ada di ruangan itu.
"Dia--"
Belum sempat Hendra menjawab pertanyaan Aditya dan Permata, pintu ruangan itu terbuka.
Aditya pun segera memalingkan wajahnya kearah pintu dan kali ini orang yang datang adalah orang sudah dia tunggu kehadirannya.
Kania masuk dan melihat mata Aditya yang masih sembab.
__ADS_1
Kenapa matanya bengkak? Apa dia habis menangis? Jangan-jangan dia menangis karena masalah kemarin malam...
"Kania, kamu darimana?" tanya Permata.
"Tadi aku ke toilet dulu Tante."
"Kamu juga tegang ya?"
"Iya Tante," jawab Kania sambil tersenyum canggung.
Bagian make up pun kembali melanjutkan merias wajah Permata.
Kania lalu berjalan dan duduk di samping Aditya untuk menunggu gilirannya di make up.
"Dit soal semalam aku--"
"Engga apa-apa, aku ngerti Kak."
"Kakak tenang aja, aku engga akan beritahu Mami soal kita...," lanjut Aditya lirih.
Kania sedih melihat Aditya yang tidak seceria biasanya ditambah lagi dia lah penyebabnya.
"Aditya...," panggil Kania lembut.
"Aku engga keberatan kalau Kakak engga mau orang-orang tahu tentang hubungan kita asalkan Kakak engga ninggalin aku...," ucap Aditya lirih sambil meremas celananya.
Kenapa gue jahat banget? Gue udah nyakitin hati Aditya, cowok yang sangat mencintai gue sampai dia rela terus backstreet sama gue asalkan gue engga ninggalin dia... Engga, gue harus buat dia senyum lagi dan gue tahu caranya.
Kania tersenyum tipis lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
Aditya sedikit terkejut saat Kania meletakkan sebuah kotak berwarna hitam di atas pangkuannya.
"Apa ini?" tanya Aditya kebingungan.
"Buka saja."
Aditya pun membuka kotak itu dan melihat jam tangan di dalamnya.
"Jam tangan?"
"Aku bingung mau kasi kamu kado apa terus aku ingat kalau jam tangan kamu rusak jadi aku kadoin kamu jam tangan aja."
"Kak Kania ingat hari ini hari apa?"
"Tentu saja aku ingat, hari ini tanggal 17 tepat kita satu bulan pacaran. Happy annivesary."
Aditya merasa terharu, dia pun langsung memeluk Kania.
Wajahnya yang sendu berubah sumringah.
"Makasi Baby! Aku seneng banget!"
Saking bahagianya Aditya bahkan tidak peduli kalau ucapannya terdengar oleh orang-orang di ruangan itu termasuk Permata dan Hendra.
"Baby?"
Kania langsung melepas pelukan Aditya dan tersenyum canggung.
Gawat! Gimana nih?! Apa gue harus bilang sekarang soal hubungan gue sama Aditya? Tapi mereka belum nikah, gimana kalau nanti mereka malah gak jadi nikah setelah mereka tahu hubungan gue sama Aditya.
...****************...
Nah loh, Aditya lebay banget sih senengnya 😒
Ini lah yang dibilang "Manusia cuma bisa berencana tapi akhirnya Tuhan juga yang menentukan"
Makasi ya like dan dukungan kalian yang terus ngikutin cerita iniii ❤️❤️❤️❤️❤️
Ketemu lagi di bab selanjutnya yaa 😉
__ADS_1